www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Tak Sekadar Produksi, PHR Bekali UMKM dengan Keamanan Pangan dan Digital Marketing
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Tak Ada Toleransi, Pemerintah dan Penegak Hukum Diminta Tindak Tegas Pelaku Karhutla
Jumat, 11 September 2026 - 15:02:32 WIB
Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Robin Eduar (foto/int)
Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Robin Eduar (foto/int)

PEKANBARU - Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru, Robin Eduar meminta, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bersama Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan yang belakangan ini terjadi di beberapa provinsi termasuk Provinsi Riau.

Permintaan tegas tersebut bertujuan untuk memberi efek jera kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan. Kabut asap akibat Karhutla berdampak dampak buruk kepada lingkungan, kesehatan masyarakat bahkan sektor pendidikan yang ikut terganggu. Untuk itu, Robin meminta tidak ada toleransi bagi pelaku yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Ia khawatir, jika penindakan terhadap pelaku tidak tegas, kejadian bencana besar seperti yang pernah terjadi sebelum 2015 akan terjadi lagi.

“Kan sudah lama tidak ada. Tiba-tiba tahun ini muncul lagi. Kita minta, termasuk pemerintah daerah, pemerintah pusat, tegas. Harus tegas tindak pelaku pembakaran hutan itu, tanpa pandang bulu,” ungkap Robin, Jumat (11/9/2026)

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, sanksi tegas diberikan kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijadikan komitmen dalam penegakan aturan sekaligus jadi warning oknum-oknum tertentu agar tidak melakukan hal yang sama.

“Kalau dulu tegas, ya kan, diberi sanksi. Ini jangan diberi kendor lagi. Karena kerugian ekonominya dan kerugian kesehatan masyarakat yang luar biasa,” kata Robin.

Ia menyebut kabut asap yang kini mulai dirasakan masyarakat Pekanbaru sebagian besar diduga berasal dari kebakaran yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota. Beberapa wilayah yang disebut antara lain Kampar, Pelalawan, Siak, Dumai dan Bengkalis.

“Karena Pekanbaru kan wilayahnya kecil, tidak begitu banyak hutan. Tapi ini harus ditindak tegas. Siapa pembakarnya ini harus ditangkap,” tegasnya.

Ia mengingatkan, jika persoalan Karhutla tidak segera ditangani secara serius, Riau dikhawatirkan kembali ke situasi sebelum 2015 ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi secara masif dan kabut asap berdampak luas.

“Kalau ini dibiarkan, ini balik lagi ke zaman dulu, sebelum 2015. Kebakaran hutannya kan luar biasa. Kerugian terhadap kesehatan kita kan luar biasa,” jelasnya.

Kata Robin, dampak Karhutla kini juga dirasakan dunia pendidikan. Beberapa waktu terakhir, sejumlah sekolah terpaksa meliburkan siswa akibat kondisi udara yang tidak sehat.

“Kemudian anak-anak sekolah sekarang diliburkan akibat asap. Terutama kesehatan kita, semua terganggu,” jelasnya.

Ia juga meminta adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI, Polri dan seluruh unsur terkait dalam penanganan Karhutla. Ia juga menyoroti besarnya anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah setiap tahun untuk melakukan pemadaman.

Menurut Robin, biaya tersebut seharusnya bisa ditekan apabila pelaku pembakaran dapat dicegah dan ditindak sejak awal. “Setiap tahun itu berapa habis anggaran untuk pemadaman bakaran yang dilakukan ini disengaja. Kita lihat di Pekanbaru, tiap hari heli itu terbang. Heli itu sekali terbang habis berapa?” kata Robin.

Ia memperkirakan biaya operasional pemadaman kenakaran bisa mencapai miliaran apabila dilakukan secara terus-menerus dengan melibatkan helikopter. “Kalau ada lima heli mungkin satu hari itu bisa miliaran habis anggarannya untuk pemadaman itu saja. Jadi harus tegaslah pemerintah dalam hal ini,” katanya.

Ia juga mengapresiasi personel TNI dan Polri bersama masyarakat yang hingga kini masih berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik Karhutla.

“Polisi, TNI, mereka sudah berjibaku bersama masyarakat untuk memadamkan api ini. Kepada pihak kepolisian kita harapkan tindak tegas pelaku pembakaran itu tanpa ampun, supaya ada efek jera buat mereka,” katanya.

Penulis: Mimi
Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
PT PHR mendorong penguatan mutu produk UMKM dan akses pasar (foto/ist)Tak Sekadar Produksi, PHR Bekali UMKM dengan Keamanan Pangan dan Digital Marketing
Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas.(foto: int)PSPS Pekanbaru Wajib Bangkit, Persiraja Jadi Ujian Perdana di Kandang
Audiensi Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto bersama HPJI Riau.(foto: mcr)Bukan Sekadar Bangun Jalan, HPJI Riau Dorong Infrastruktur Tahan Perubahan Iklim
ilustrasi hujan.Hotspot Riau Capai 71 Titik, Hujan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra (foto/int)Target Adipura 2026, DLHK Pekanbaru Siapkan Tiga Langkah Benahi Persoalan Sampah
  Hari ketiga PKKMB Umri, Dr Achmad membagikan tiga kunci sukses kepada mahasiswa baru (foto/ist)Hari Ketiga PKKMB Umri, Dr Achmad Bagikan 3 Kunci Sukses ke Mahasiswa Baru
Diskes Riau sebar masker untuk masyarakat hadapi kabut asap karhutla.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Kemenkes Tambah 15 Ribu Masker, Stok Riau Kini Tinggal 21.300 Pcs
PSMTI serahkan Al-QurPSMTI Datang ke LAM Riau, Al-Qur'an Berornamen Tionghoa Jadi Sorotan
Ribuan titik panas menyala di Sumatera dan Riau sore ini.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Hampir 2.000 Hotspot Menyala di Sumatera Sore ini, Riau Catat 90 Titik Panas
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru, Junaedy (foto/int)Warga Resah Desil Berubah dan Terancam Tak Dapat Bansos, Ini Kata Dinsos Pekanbaru
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved