BENGKALIS - BPBD Kabupaten Bengkalis mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir menjelang akhir tahun.
Kecamatan Siak Kecil, Mandau dan Pinggir menjadi wilayah prioritas pemantauan karena berisiko terdampak luapan sungai saat curah hujan meningkat.
Meski hujan semakin sering turun dalam sepekan terakhir, hingga Kamis (29/10/2026) belum dilaporkan terjadi banjir.
Namun, pola cuaca tahunan menunjukkan curah hujan biasanya meningkat pada Desember hingga Januari, sehingga kesiapan petugas dan masyarakat perlu dilakukan sejak dini.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkalis, Rony Afriadi mengatakan, pihaknya telah memeriksa dan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan bencana.
“Untuk wilayah rawan berada di Siak Kecil, Mandau dan juga Pinggir,” kata Rony.
Selain menyiapkan perlengkapan, BPBD telah meminta petugas di kecamatan rawan banjir untuk rutin memantau ketinggian air sungai.
Langkah ini diperlukan agar potensi luapan dapat diketahui lebih awal dan penanganan bisa segera dilakukan.
“Banjir ini tidak bisa diprediksi seperti biasanya. Banjir biasa muncul begitu intensitas hujan tinggi pada Desember hingga Januari,” ujarnya.
Selain ancaman luapan sungai, sejumlah wilayah Bengkalis juga berpotensi mengalami genangan ketika hujan deras berlangsung lama dan bersamaan dengan pasang air laut.
Desa Teluk Latak dan Sederak termasuk wilayah yang kerap mengalami kondisi tersebut.
Menurut Rony, genangan biasanya berangsur surut setelah air laut kembali turun dan selama ini tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat.
Untuk mengurangi risiko genangan, BPBD mengimbau warga bergotong royong membersihkan saluran air agar aliran tidak terhambat ketika hujan deras terjadi.
“Jalur air perlu dibersihkan agar air hujan bisa mengalir dengan cepat ke laut sehingga tidak menyebabkan genangan,” tukasnya.