BENGKALIS – Maxim membagikan 1.000 masker gratis kepada masyarakat di Kota Bengkalis sebagai respons terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan tersebut disalurkan bersama mitra pengemudi untuk membantu melindungi warga yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.
Pembagian masker dilakukan di sekitar kantor Maxim Bengkalis. Sasaran kegiatan meliputi pengendara kendaraan bermotor, pengguna jalan, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Langkah ini menjadi bentuk kepedulian terhadap risiko kesehatan akibat paparan asap karhutla, terutama gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Namun, pembagian masker hanya menjadi langkah perlindungan sementara dan tidak menggantikan upaya pengendalian sumber kebakaran maupun pemantauan kualitas udara.
Head of Subdivision Maxim Bengkalis, Megawati mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.
"Melalui pembagian masker ini, kami ingin menunjukkan kepedulian nyata Maxim terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat Bengkalis," ujar Megawati.
"Kami berharap bantuan kecil ini dapat membantu menjaga kesehatan warga saat harus beraktivitas di luar rumah," tukasnya.
Menurut Megawati, kabut asap tidak hanya berpotensi mengganggu kesehatan, tetapi juga memengaruhi mobilitas masyarakat.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian bagi mitra pengemudi yang harus bekerja di jalan dalam waktu tertentu.
Maxim menyebut kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah kota lain di Indonesia yang terdampak kabut asap karhutla.
Aksi tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat dan mitra pengemudi menghadapi kondisi lingkungan yang berisiko bagi kesehatan.(rilis)