BENGKALIS - Kabut asap yang menyelimuti perairan Bengkalis dalam beberapa hari terakhir belum sampai mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Bengkalis maupun Selat Melaka.
Meski jarak pandang sempat turun hingga sekitar 1,6 mil, kapal tetap beroperasi tanpa penundaan keberangkatan.
Kondisi tersebut disampaikan Koordinator Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkalis, Febri Amtino, Kamis (1/10/2026).
Febri mengatakan, kabut asap mulai terpantau menyelimuti wilayah perairan Bengkalis sejak Senin sore.
Kondisi kemudian semakin pekat pada Selasa pagi sehingga jarak pandang di sejumlah wilayah perairan berada pada kisaran 1,6 hingga 3 mil.
"Informasi dari kapal yang kita terima memang asap cukup tebal terjadi pada Selasa dengan jarak pandang hanya di kisaran 1,6 sampai 3 mil saja," ujar Febri.
Namun, kondisi tersebut tidak sampai membuat otoritas pelabuhan menghentikan maupun menunda aktivitas kapal.
Pelayaran tetap berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan di lapangan.
Situasi mulai membaik setelah hujan turun pada Rabu. Hujan tersebut membantu mengurangi konsentrasi asap sehingga jarak pandang berangsur pulih dan dinilai lebih baik pada Kamis.
"Namun di hari Rabu kemarin turun hujan, kondisi jarak pandang kembali membaik sampai hari ini juga semakin membaik," katanya.
Meski tidak ada laporan penundaan pelayaran akibat kabut asap, KSOP Bengkalis tetap meminta seluruh nakhoda meningkatkan kewaspadaan.
Kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan karena dapat memengaruhi kemampuan awak kapal dalam mengantisipasi lalu lintas serta kondisi di sekitar jalur pelayaran.
Febri menegaskan keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama, terutama apabila kondisi cuaca kembali memburuk.
"Kalau hari ini jauh lebih baik, kondisi jarak pandang juga sudah jelas. Namun kita minta kapal untuk tetap berhati-hati dan tidak memaksa diri jika memang kondisi tidak memungkinkan untuk berlayar," pungkasnya.