www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Karhutla Riau Belum Aman, Helikopter Water Bombing Dikerahkan ke Inhil dan Inhu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


5 Hektare Lahan Terbakar, Karhutla Teluk Lancar Bengkalis Belum Tuntas
Minggu, 13 September 2026 - 13:31:56 WIB
Pemadaman karhutla di Bengkalis masih berlanjut.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Pemadaman karhutla di Bengkalis masih berlanjut.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

BENGKALIS – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis, Riau, belum sepenuhnya tuntas.

Hingga Minggu (13/9/2026), tim gabungan masih berjibaku memadamkan satu titik api di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan.

Titik tersebut menjadi perhatian karena api membakar lahan gambut dengan vegetasi berupa sagu, akasia dan semak belukar.

Kondisi cuaca panas serta angin yang cukup kencang membuat proses pemadaman berlangsung lebih sulit.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkalis, Rony Afriadi mengatakan, luas lahan yang terbakar di lokasi itu diperkirakan mencapai lima hektare.

Namun, sebagian besar area tersebut sudah berhasil dikendalikan. Sekitar tiga hektare dinyatakan telah padam, sedangkan dua hektare lainnya masih dalam proses penanganan.

"Sekitar tiga hektare sudah padam, sisanya masih dalam upaya pemadaman saat ini," kata Rony.

Persoalan utama yang dihadapi petugas bukan semata-mata ketersediaan air. Menurut Rony, sumber air di sekitar lokasi masih mencukupi, tetapi jaraknya cukup jauh dari titik api.

Petugas bahkan harus membentangkan sekitar sembilan gulungan selang untuk mengalirkan air dari sumber menuju lokasi terdekat dengan kepala api.

"Jarak sekitar seratus meter lebih dari sumber air, tapi ketersediaan air sejauh ini cukup banyak," ujarnya.

Situasi tersebut membuat efektivitas pemadaman sangat bergantung pada kemampuan petugas menjangkau titik api.

Ditambah kondisi lahan gambut yang berpotensi membuat api bertahan di bawah permukaan, proses pendinginan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

Pemadaman di Desa Teluk Lancar dilakukan melalui operasi darat dengan melibatkan personel gabungan, termasuk TNI dan Polri.

Upaya tersebut sebelumnya juga mendapat dukungan dari tim udara melalui water bombing.

BPBD Bengkalis kini kembali mengusulkan dukungan udara karena kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan.

Rony mengatakan perkembangan terakhir telah dilaporkan kepada BPBD Provinsi Riau. Keputusan mengenai pengerahan water bombing berikutnya masih menunggu koordinasi tingkat provinsi.

"Untuk hari ini pagi tadi kita sudah laporkan ke BPBD Riau kondisi terakhir. Memang masih butuh bantuan water bombing lagi, kita masih tunggu laporan provinsi apakah melaksanakan water bombing lagi di wilayah kita," jelasnya.

Kebutuhan bantuan udara ini menunjukkan bahwa meski sebagian besar titik Karhutla Bengkalis telah berhasil dikendalikan, satu titik yang tersisa tetap berpotensi menjadi persoalan apabila tidak segera dipadamkan secara menyeluruh.

Terlebih, kombinasi gambut, vegetasi mudah terbakar, cuaca panas dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api apabila pengendalian melemah.

Di tengah proses pemadaman, kondisi kualitas udara Bengkalis mulai menunjukkan perbaikan. Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir turut membantu mengurangi kabut asap di sejumlah wilayah.

Rony menyebut laporan cuaca dari beberapa kecamatan pada Minggu pagi menunjukkan kondisi cerah hingga mendung.

Meski demikian, kabut asap masih terpantau di Kecamatan Mandau. Kondisinya relatif tipis dan terutama terasa pada pagi hari.

"Kabut asap masih ada terasa yakni di Kecamatan Mandau pagi tadi. Tapi tidak tebal, hanya tipis di pagi hari," tandas Rony.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Heli water boombing.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Karhutla Riau Belum Aman, Helikopter Water Bombing Dikerahkan ke Inhil dan Inhu
Kabut asap ganggu aktivitas belajar di Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Kabut Asap Ganggu Sekolah di Pekanbaru, DPRD Dorong Opsi PJJ hingga Libur
GDS, tersangka karhutla di Pelalawan saat diamankan di Mapolsek Tapung Hulu.(foto: andi/halloriau.com)Jejak Api di Sekitar Pondok Bawa Polisi ke GDS, 1,5 Hektare Lahan Pelalawan Terbakar
Ketua PWI Riau, H Raja Isyam Azwar.(istimewa)Berita Akurat Kalah Cepat dari Konten Viral, PWI Riau Siapkan Forum Khusus
Calon Penghulu Labuhan Tangga Besar, Meswanto SPd.(foto: afrizal/halloriau.com)Dapat Nomor Urut 3, Meswanto Targetkan Perubahan dan Penguatan Ekonomi Desa Labuhan Tangga Besar
  Hearing Komisi I DPRD Pekanbaru dengan Puskesmas Umban Sari.(foto: mimi/halloriau.com)DPRD Pekanbaru Sorot Nasib Puskesmas Umban Sari Didenda Rp60 Juta, PLN Abaikan Pelayanan Masyarakat?
Pelantikan Ketua TP PKK Bangko.(foto: afirzal/halloriau.com)Bukan Sekadar Pelantikan, Bupati Rohil Tantang TP PKK dan Bunda PAUD Bangko Beri Dampak Nyata
Rapor merah BUMD di Riau.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Rapor Merah BUMD Riau: Kinerja SPR dan PIR Menurun
Senior Vice President of ZTE Zhang Wanchun, CTO of TM Forum George Glass, CTO of XLSMART Shurish Subbramaniam, James Zhang Senior Vice President of ZTE.(foto: istimewa)XLSMART Uji AI di Jaringan Aktif, Target Autonomous Network Level 4 Makin Nyata
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Siak, Heriyanto.BUMD Siak Dievaluasi, BSP Tampil sebagai Mesin Baru Pendongkrak PAD
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved