Pertemuan dengan Pemkab Bengkalis, Musisi Tak Dilarang Bernyanyi di Kapal Roro
Kamis, 22 Juni 2023 - 13:58:02 WIB
BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis memperbolehkan para musisi untuk bernyanyi di kapal Roro Air Putih (Bengkalis)-Sei Selari (Sei Pakning). Namun, tetapharus sopan sehingga tidak ada yang merasa terganggu.
Itu disampaikan pertemuan antara musisi tergabung dalam Bengkalis Street Musician dengan pihak roro dan Pemkab Bengkalis, Kamis (22/6/2023). Pertemuan ini dihadiri Wakil Bupati (Wabub) Bengkalis, Bagus Santoso.
Wabup mengaku merasa terhibur dengan adanya musisi. Namun mantan wartawan ini mengingatkan, penampilan dan cara mencari rezekinya musisi di Negeri Junjungan ini harus santun dan sopan. Sehingga tidak ada yang merasa terganggu.
Dari audiensi melibatkan semua pihak itu, disepakati para musisi bakal tetap bisa mencari rezeki di kapal penyeberangan Roro Bengkalis. Namun dengan jadwal beroperasi mulai pukul 06.30 WIB hingga 17.30 WIB.
Sebelumnya PT Jembatan Nusantara melalui Moh Erfandi, menyebutkan pihaknya sempat mengedarkan imbauan penertiban pengamen di atas kapal kepada armada KMP Swarna Putri, KMP Swarna Dharma, KMP Persada Nusantara dan KMP Bahari Nusantara.
"Yang mana awal mulanya, kami menerima laporan sejumlah pihak yang merasa terganggu dengan adanya musisi ini. Sehingga kami melakukan tindakan dengan menyebarkan Surat Edaran di internal saja," ucap Erfandi.
Sementara dari pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Riau J. Ompusunggu menyebutkan tidak ada aturan yang melarang Pengamen di atas kapal penyeberangan.
"Secara aturan, tidak ada yang melarang keberadaan Pengamen di dalam kapal penyeberangan. Namun, keberadaanya harus masuk kedalam database karena apabila terjadi sesuatu mereka terdaftar di dalam kapal," katanya.
Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkalis, Agus Sofyan yang menaungi hal itu menyebutkan keberadaan musisi di kapal tidak hanya untuk menghibur. Seluruh musisi juga terlibat menjaga kebersihan di lingkungan kapal.
"Jika berbicara soal musik, ada yang suka dan ada pula yang tidak suka. Namun dasar tidak suka, bukan berarti kita harus menghapuskan seluruhnya. Karena kita tahu, mereka juga bergantung hidup di sana," kata Agus.
Penulis: Zulkarnain
Editor: Riki
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda) |
Komentar Anda :