www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Batal hingga Malam Ini!
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Indonesia Produsen Kopi Terbesar Keempat Dunia, Hendry Munief Dorong Hilirisasi
Minggu, 06 September 2026 - 12:41:18 WIB
Anggota DPR RI asal Riau, Hendry Munief dorong produk olahan kopi nasional bernilai tambah (foto/ist)
Anggota DPR RI asal Riau, Hendry Munief dorong produk olahan kopi nasional bernilai tambah (foto/ist)

SEMARANG – Anggota DPR RI Hendry Munief MBA mendorong penguatan industri pengolahan kopi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen biji kopi, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

Itu disampaikannya dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Santos Jaya Abadi di Semarang pada Jumat-Sabtu (4-5/9/2026).

Hendry Munief menyebut Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat dunia dengan produksi sekitar 834 ribu ton pada 2025, sementara 98,6 persen perkebunan kopi merupakan perkebunan rakyat.

Potensi tersebut katanya harus diikuti penguatan industri hilir karena kapasitas terpasang industri pengolahan kopi mencapai 1,81 juta ton, tetapi tingkat utilisasinya baru 51 persen dengan kapasitas produksi sekitar 928 ribu ton.

Dia menekankan peningkatan utilisasi perlu dibarengi penguatan pasokan bahan baku, kualitas pascapanen, teknologi, SDM dan kemitraan dengan petani.

"Kita melihat peluang ekspor produk olahan masih terbuka lebar karena ekspor kopi olahan Indonesia pada tahun 2025 mencapai 182.441 ton senilai USD692,1 juta dan telah menjangkau lebih dari 80 negara. Untuk itu kita mengharapkan sektor industri memperbesar porsi produk bernilai tambah,"  kata Hendry Munief saat itu.

Hendry Munief menegaskan hilirisasi harus diukur dari nilai ekonomi yang benar-benar tercipta, bukan sekadar dari bertambahnya aktivitas produksi. Dia menggunakan pendekatan pengawasan berbasis data dengan melihat kapasitas aktual, utilisasi, nilai ekspor, biaya produksi, biaya logistik, konsumsi energi dan produktivitas tenaga kerja, sebagaimana kerangka pengawasan hilirisasi yang disiapkan Komisi VII.

“Keberhasilan hilirisasi tidak diukur dari asap yang keluar dari cerobong pabrik, melainkan dari margin daya saing, ekspor, lonjakan nilai dan keadilan harga domestik yang terekam dalam angka,"  tegas ketua Forum Bisnis (Forbis) Riau ini.

Hendry Munief menilai prinsip tersebut relevan diterapkan pada industri kopi agar peningkatan produksi benar-benar berujung pada peningkatan daya saing, ekspor, investasi, lapangan kerja dan kesejahteraan petani.

"Dengan agenda hilirisasi kopi ini tercapai, kita harapkan agar petani sejahtera sektor industri makin kuat dan berimbas kepada pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan" terang Hendry Munief lagi.

Liberika Meranti, Potensi Kopi Unggulan Riau

Hendry Munief juga menyoroti potensi kopi Liberika dari Kepulauan Meranti yang dinilainya sebagai kopi terbaik dari Riau. Kekhasan Liberika Meranti perlu mendapat perhatian dalam pengembangan industri kopi nasional, terutama melalui penguatan kualitas, branding dan hilirisasi agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Hendry Munief mendorong agar kopi Liberika Meranti tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas bahan baku, tetapi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah dan diperluas pasarnya.

"Kopi Liberika ini sudah ternama, pasarnya luas di asia Tenggara seperti ke Malaysia dan Singapura yang berbatasan dengan Kepulauan Meranti. Pengembangan kopi ini hingga ke sektor hilirisasi turut membantu Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai penghasil kopi. Dan tentunya masyarakat akan terbantu," tutupnya. (rls)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Penerbangan dari dan ke Pekanbaru-Jakarta batal akibat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (foto/ist)35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Batal hingga Malam Ini!
Ilustrasi Riau terdeteksi 156 hotspot atau titik panas (foto/int)2.199 Hotspot Kepung Sumatra, Riau Terdeteksi 156 Titik
Ilustrasi pekan ini operasi pasar murah kembali digelar TPID Riau di Pekanbaru dan Siak (foto/int)Pekan Ini Operasi Pasar Murah Kembali Digelar di Pekanbaru dan Siak
Polda Riau tetapkan tersangka pembuka 111 hektare kawasan mangrove Dumai (foto/int)Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Pembukaan Lahan Ilegal 111 Ha Mangrove Dumai
Bupati Rohil, Bistamam tinjau kondisi Jembatan Sungai Tapah (foto/afrizal)Bupati Bistamam Minta PUPR Segera Susun Kajian Teknis Penanganan Jembatan Sungai Tapah
  Tersangka Karhutla 85 hektare di Meranti ditangkap (foto/int)Karhutla 85 Hektare di Meranti, Polisi Tetapkan Warga sebagai Tersangka
Mahasiswa KKN kelompok 96 Umri pasang plang jalan di Desa Sialang Indah (foto/ist)Bantu Akses Warga, Mahasiswa KKN Umri Pasang Plang Jalan Desa Sialang Indah
Ilustrasi 24 penerbangan pulang pergi Pekanbaru-Jakarta via Bandara SSK II dibatalkan (foto/riki)24 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Dibatalkan hingga Sore Ini
Daftar 19 penerbangan batal di Bandara SSK II Pekanbaru akibat erupsi Krakatau (foto/int)19 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau
Anggota DPR RI asal Riau, Hendry Munief dorong produk olahan kopi nasional bernilai tambah (foto/ist)Indonesia Produsen Kopi Terbesar Keempat Dunia, Hendry Munief Dorong Hilirisasi
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved