www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Batal hingga Malam Ini!
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Rapat Paripurna DPRD Riau, SF Hariyanto Tekankan Pentingnya Regulasi Lingkungan yang Adaptif
Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:04:00 WIB
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mendorong penguatan tata kelola lingkungan hidup melalui perubahan regulasi daerah agar lebih adaptif terhadap perkembangan kebijakan nasional dan berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto saat menyampaikan tanggapan Pemerintah Provinsi Riau terhadap Perubahan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Riau, Kamis (27/8/2026).

Rapat paripurna tersebut membahas empat agenda utama, yakni dua pandangan umum fraksi serta dua tanggapan gubernur terhadap sejumlah rancangan peraturan daerah.

Agenda tersebut mencakup pembahasan Ranperda tentang Penanaman Modal, Pajak dan Retribusi Daerah, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha, serta Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam penyampaiannya, SF Hariyanto menegaskan bahwa lingkungan hidup merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, persoalan lingkungan memiliki keterkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, investasi, ketahanan pangan, serta keberlanjutan pembangunan di Provinsi Riau.

“Pemprov Riau menilai regulasi daerah harus adaptif dalam menjawab persoalan lingkungan yang semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk. Perubahan perda ini diperlukan agar kebijakan daerah tetap selaras dengan perkembangan peraturan perundang-undangan di tingkat nasional, sekaligus mampu memperbaiki dan memperkuat tata kelola lingkungan hidup di daerah,” ujar SF Hariyanto.

Ia menjelaskan, perubahan regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi landasan yang lebih kuat bagi pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, termasuk persoalan kebakaran hutan dan lahan.

SF Hariyanto juga menyoroti karakteristik geografis Riau yang memiliki kawasan gambut cukup luas. Berdasarkan data yang disampaikannya, sekitar 55 persen daratan di Provinsi Riau merupakan kawasan lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

Menurutnya, kebakaran pada ekosistem gambut menjadi persoalan serius karena dapat menimbulkan dampak luas, terutama terhadap kesehatan masyarakat dan kondisi lingkungan.

“Kebakaran hutan dan lahan gambut Riau sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat setempat, antardaerah, antarprovinsi, bahkan antarnegara,” tegasnya.

Ia menyebut kerawanan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dipisahkan dari berbagai aktivitas yang terjadi di lapangan. Karena itu, penguatan tata kelola lingkungan membutuhkan kebijakan yang mampu mengakomodasi langkah pencegahan, pengawasan, hingga penanganan dampak lingkungan secara lebih terintegrasi.

Pemprov Riau berharap perubahan Ranperda tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dapat memperkuat kebijakan daerah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang tetap memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Melalui regulasi yang lebih adaptif dan selaras dengan perkembangan peraturan di tingkat nasional, pemerintah daerah diharapkan memiliki instrumen yang lebih kuat dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan di Riau, termasuk persoalan karhutla yang masih menjadi perhatian setiap tahunnya.(Galeri Foto)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Penerbangan dari dan ke Pekanbaru-Jakarta batal akibat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (foto/ist)35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Batal hingga Malam Ini!
Ilustrasi Riau terdeteksi 156 hotspot atau titik panas (foto/int)2.199 Hotspot Kepung Sumatra, Riau Terdeteksi 156 Titik
Ilustrasi pekan ini operasi pasar murah kembali digelar TPID Riau di Pekanbaru dan Siak (foto/int)Pekan Ini Operasi Pasar Murah Kembali Digelar di Pekanbaru dan Siak
Polda Riau tetapkan tersangka pembuka 111 hektare kawasan mangrove Dumai (foto/int)Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Pembukaan Lahan Ilegal 111 Ha Mangrove Dumai
Bupati Rohil, Bistamam tinjau kondisi Jembatan Sungai Tapah (foto/afrizal)Bupati Bistamam Minta PUPR Segera Susun Kajian Teknis Penanganan Jembatan Sungai Tapah
  Tersangka Karhutla 85 hektare di Meranti ditangkap (foto/int)Karhutla 85 Hektare di Meranti, Polisi Tetapkan Warga sebagai Tersangka
Mahasiswa KKN kelompok 96 Umri pasang plang jalan di Desa Sialang Indah (foto/ist)Bantu Akses Warga, Mahasiswa KKN Umri Pasang Plang Jalan Desa Sialang Indah
Ilustrasi 24 penerbangan pulang pergi Pekanbaru-Jakarta via Bandara SSK II dibatalkan (foto/riki)24 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Dibatalkan hingga Sore Ini
Daftar 19 penerbangan batal di Bandara SSK II Pekanbaru akibat erupsi Krakatau (foto/int)19 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau
Anggota DPR RI asal Riau, Hendry Munief dorong produk olahan kopi nasional bernilai tambah (foto/ist)Indonesia Produsen Kopi Terbesar Keempat Dunia, Hendry Munief Dorong Hilirisasi
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved