www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Batal hingga Malam Ini!
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kualitas Udara Pekanbaru Sempat Level Berbahaya, PKS Turun ke Jalan Berbagi Masker
Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:42:56 WIB
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, dr Meiza Ningsih bagi-bagi masker untuk pengendara di jalan (foto/Mimi)
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, dr Meiza Ningsih bagi-bagi masker untuk pengendara di jalan (foto/Mimi)

PEKANBARU - Kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru yang kian parah, bahkan pada Selasa (25/6/2026) pagi terdeteksi udara di Kota Bertuah sudah diambang berbahaya.

Bahkan untuk diketahui, konsentrasi partikel halus PM2.5 di udara Pekanbaru sempat menembus angka lebih dari 500 mikrogram per meter kubik (µg/m³), kondisi yang menjadi alarm serius bagi kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data yang ditampilkan di situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.00 WIB tercatat mencapai 484,3 µg/m³.

Kondisi semakin mengkhawatirkan satu jam kemudian. Pada pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 melonjak hingga 508,8 µg/m³.

Angka tersebut kemudian perlahan menurun. Pada pukul 02.00 WIB, konsentrasi PM2.5 masih mencapai 433,2 µg/m³, kemudian tercatat 339,9 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB dan 328,9 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB.

Memburuknya kualitas udara ini membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.

Kondisi tersebut turut mendapat perhatian DPD PKS Kota Pekanbaru. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, PKS Pekanbaru menggelar aksi pembagian masker gratis di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di kawasan simpang Gramedia, Pekanbaru, Selasa (25/6/2026) siang.

Aksi tersebut dipimpin langsung Wakil Walikota Pekanbaru sekaligus Ketua DPD PKS Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, bersama sejumlah anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, yakni dr Meiza Ningsih, Firmansyah, Hamdani, Muhammad Sabarudi dan Rois.

Ketua DPD PKS Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan bahwa kondisi kabut asap yang terjadi di kota Pekanbaru saat ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.

"Hari ini kita DPD PKS Pekanbaru turun ke lampu merah dibeberapa titik, kita membagikan masker untuk masyarakat mengingat kondisi udara kita dari malam hingga siang ini cukup berbahaya dan tidak sehat,"Ungkap Markarius.

Wakil Walikota Pekanbaru ini berharap dengan aksi turun kejalan, sosialisasi dan edukasi ke masyarakat ini bisa berdampak positif buat masyarakat.

"Kita berharap dengan aksi turun ini masyarakat lebih sadar lebih aware bahwa kita perlu menjaga kesehatan dan kalau keluar rumah wajib menggunakan masker. Karena tadi kita lihat masih banyak pengendara roda dua yang tidak menggunakan masker, jadi tadi kita langsung edukasi dan kita ajak langsung menggunakan masker sehingga masyarakat terhindar dari paparan kabut asap,"Pungkas Markarius.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pekanbaru, dr Meiza Ningsih menyampaikan, untuk tahap awal ini pihaknya membagikan masker sebanyak 2.000 masker. Jumlah tersebut merupakan bagian dari target pembagian sebanyak 10.000 masker kepada masyarakat di Riau.

"Tak tinggal diam, kondisi udara yang saat ini berada dilevel berbahaya tentunya sangat tidak baik untuk kesehatan masyarakat, terutama kalangan lansia, anak-anak dan ibu hamil yang sangat rentan terpapar bahaya kabut asap," ujar dr Meiza.

Srikandi PKS Pekanbaru ini juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi paparan udara luar, terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia.

"Kalau kualitas udara sedang buruk, anak-anak sebaiknya tidak banyak beraktivitas di luar rumah. Orang tua juga harus memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarganya. Jika muncul keluhan seperti batuk, sesak atau gangguan pernapasan, jangan diabaikan," katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, Muhammad Sabarudi, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah nyata untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi udara yang semakin memburuk.

"Kita melihat kondisi udara Pekanbaru saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Karena itu, pembagian masker ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kita kepada masyarakat agar mereka bisa mengurangi risiko terpapar langsung oleh asap dan partikel udara," ujar Sabarudi.

Menurut Sabarudi, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru. Ia mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Kalau memang tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Kalau harus keluar, gunakan masker," katanya.

PKS Pekanbaru menargetkan sebanyak 10.000 masker dibagikan kepada masyarakat di Riau. Pembagian dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi yang menjadi titik aktivitas masyarakat.

Sebanyak 2.000 masker yang dibagikan pada tahap awal diharapkan dapat membantu masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah memburuknya kualitas udara.

"Kita ingin hadir di tengah masyarakat, terutama ketika kondisi seperti sekarang. Mudah-mudahan masker yang kita bagikan ini bisa membantu masyarakat dan kita berharap kondisi udara segera membaik," ujar dr Meiza.

Dengan kondisi PM2.5 yang sempat menembus lebih dari 500 µg/m³, masyarakat Pekanbaru kini dihadapkan pada ancaman kabut asap yang tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Di tengah situasi tersebut, upaya pencegahan dan perlindungan masyarakat dinilai menjadi hal penting sembari menunggu penanganan sumber kebakaran hutan dan lahan serta membaiknya kondisi udara di Pekanbaru.

Penulis: Mimi
Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Penerbangan dari dan ke Pekanbaru-Jakarta batal akibat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (foto/ist)35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Batal hingga Malam Ini!
Ilustrasi Riau terdeteksi 156 hotspot atau titik panas (foto/int)2.199 Hotspot Kepung Sumatra, Riau Terdeteksi 156 Titik
Ilustrasi pekan ini operasi pasar murah kembali digelar TPID Riau di Pekanbaru dan Siak (foto/int)Pekan Ini Operasi Pasar Murah Kembali Digelar di Pekanbaru dan Siak
Polda Riau tetapkan tersangka pembuka 111 hektare kawasan mangrove Dumai (foto/int)Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Pembukaan Lahan Ilegal 111 Ha Mangrove Dumai
Bupati Rohil, Bistamam tinjau kondisi Jembatan Sungai Tapah (foto/afrizal)Bupati Bistamam Minta PUPR Segera Susun Kajian Teknis Penanganan Jembatan Sungai Tapah
  Tersangka Karhutla 85 hektare di Meranti ditangkap (foto/int)Karhutla 85 Hektare di Meranti, Polisi Tetapkan Warga sebagai Tersangka
Mahasiswa KKN kelompok 96 Umri pasang plang jalan di Desa Sialang Indah (foto/ist)Bantu Akses Warga, Mahasiswa KKN Umri Pasang Plang Jalan Desa Sialang Indah
Ilustrasi 24 penerbangan pulang pergi Pekanbaru-Jakarta via Bandara SSK II dibatalkan (foto/riki)24 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Dibatalkan hingga Sore Ini
Daftar 19 penerbangan batal di Bandara SSK II Pekanbaru akibat erupsi Krakatau (foto/int)19 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau
Anggota DPR RI asal Riau, Hendry Munief dorong produk olahan kopi nasional bernilai tambah (foto/ist)Indonesia Produsen Kopi Terbesar Keempat Dunia, Hendry Munief Dorong Hilirisasi
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved