www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Batal hingga Malam Ini!
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Misteri SGD 2.000 Belum Terpecahkan, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Suap Hutan Kuansing ke Kemenhut
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:50:35 WIB
Menhut, Raja Juli Antoni.(foto: int)
Menhut, Raja Juli Antoni.(foto: int)

PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan dugaan suap terkait pelepasan kawasan hutan di Kabupaten Kuansing, Riau.

Salah satu fokus penyidik saat ini adalah menelusuri keberadaan selisih uang sebesar 2.000 dolar Singapura yang belum diketahui keberadaannya.

Langkah tersebut dilakukan melalui pemeriksaan sejumlah saksi yang berlangsung di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (14/8/2026).

Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya mengungkap dugaan aliran dana kepada pihak di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) beserta proses pengembaliannya.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, penyidik mendalami berbagai informasi yang berkaitan dengan dugaan pemberian uang tersebut.

"Penyidik melakukan pendalaman terkait dugaan pemberian sejumlah uang kepada pihak Kemenhut dan pengembaliannya," kata Budi Prasetyo, Sabtu (15/8/2026).

Dalam agenda pemeriksaan itu, penyidik memanggil mantan Penjabat Sekretaris Daerah Kuansing Fahdiansyah, pihak swasta Novianti, Koordinator Kelompok Kerja Wilayah Sumatera Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan Kemenhut Rama Andre Nugroho, serta Ketua DPRD Kuansing Juprizal.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Clipan Finance Indonesia Pekanbaru, Petdri Utama, tidak memenuhi panggilan penyidik sehingga pemeriksaannya akan dijadwalkan ulang.

Dalam penyidikan yang sedang berjalan, KPK juga masih menelusuri keberadaan SGD 2.000 yang diduga merupakan bagian dari uang suap.

Berdasarkan temuan penyidik, Bupati Kuansing nonaktif Suhardiman Amby disebut menyerahkan amplop berisi 14.000 dolar Singapura kepada Menhu Raja Juli Antoni pada 2 Juni 2026.

Namun, uang yang kemudian diserahkan kembali kepada KPK hanya berjumlah 12.000 dolar Singapura.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein menegaskan, penyidik masih terus mencari keberadaan selisih dana tersebut.

"Jadi masih ditelusuri 2 ribu itu ada di pihak mana," ujar Achmad Taufik Husein.

Menurut Taufik, penyidikan dilakukan berdasarkan alat bukti yang dimiliki penyidik tanpa dipengaruhi tekanan dari pihak mana pun.

Dalam proses penyidikan, KPK juga menemukan dugaan bahwa dana yang digunakan untuk pemberian tersebut berasal dari hasil pemerasan terhadap ratusan petani anggota Koperasi Unit Desa (KUD).

Penyidik menduga pengumpulan dana dilakukan secara bertahap sebelum akhirnya digunakan untuk kepentingan dugaan suap dalam pengurusan pelepasan kawasan hutan.

Selain itu, penyidik mengindikasikan bahwa aliran dana tidak hanya mengarah kepada pucuk pimpinan kementerian.

Sejumlah pejabat lain di lingkungan Kementerian Kehutanan juga diduga menerima aliran dana senilai 12.500 dolar Singapura pada Mei 2026 atau sekitar satu bulan sebelum penyerahan amplop kepada Menhut.

Ketua DPRD Kuansing, Juprizal menjalani pemeriksaan selama sekitar tujuh jam. Seusai diperiksa, ia memilih tidak memberikan penjelasan rinci mengenai materi pemeriksaan.

"Belum. Sama pengacara saja," katanya.

Saat ditanya mengenai keberadaan sisa uang SGD 2.000, Juprizal mengaku tidak mengetahui.

"Saya belum, enggak, enggak tahu (sisa uang SGD 2.000). Enggak tahu saya," ujarnya.

Ia juga membantah tudingan yang menyebut dirinya berperan menukarkan uang yang dikumpulkan menjadi mata uang asing.

"Tidak, tidak," ucapnya.

Di sisi lain, KPK memutuskan tidak memproses laporan penolakan gratifikasi yang diajukan Menhut Raja Juli Antoni.

Keputusan tersebut diambil karena saat laporan disampaikan, KPK telah lebih dahulu melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Kuansing nonaktif Suhardiman Amby sehingga perkara telah masuk ke tahap penegakan hukum.

Sementara itu, Raja Juli Antoni belum memberikan tanggapan mengenai polemik selisih uang yang masih dicari penyidik.

Saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen beberapa waktu lalu, ia mengalihkan pembahasan kepada agenda rapat yang sedang dihadirinya.

"Kita ngomongin reforma agraria hari ini," ujar Raja Juli sebelum meninggalkan lokasi.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Penerbangan dari dan ke Pekanbaru-Jakarta batal akibat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (foto/ist)35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Batal hingga Malam Ini!
Ilustrasi Riau terdeteksi 156 hotspot atau titik panas (foto/int)2.199 Hotspot Kepung Sumatra, Riau Terdeteksi 156 Titik
Ilustrasi pekan ini operasi pasar murah kembali digelar TPID Riau di Pekanbaru dan Siak (foto/int)Pekan Ini Operasi Pasar Murah Kembali Digelar di Pekanbaru dan Siak
Polda Riau tetapkan tersangka pembuka 111 hektare kawasan mangrove Dumai (foto/int)Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Pembukaan Lahan Ilegal 111 Ha Mangrove Dumai
Bupati Rohil, Bistamam tinjau kondisi Jembatan Sungai Tapah (foto/afrizal)Bupati Bistamam Minta PUPR Segera Susun Kajian Teknis Penanganan Jembatan Sungai Tapah
  Tersangka Karhutla 85 hektare di Meranti ditangkap (foto/int)Karhutla 85 Hektare di Meranti, Polisi Tetapkan Warga sebagai Tersangka
Mahasiswa KKN kelompok 96 Umri pasang plang jalan di Desa Sialang Indah (foto/ist)Bantu Akses Warga, Mahasiswa KKN Umri Pasang Plang Jalan Desa Sialang Indah
Ilustrasi 24 penerbangan pulang pergi Pekanbaru-Jakarta via Bandara SSK II dibatalkan (foto/riki)24 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Dibatalkan hingga Sore Ini
Daftar 19 penerbangan batal di Bandara SSK II Pekanbaru akibat erupsi Krakatau (foto/int)19 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau
Anggota DPR RI asal Riau, Hendry Munief dorong produk olahan kopi nasional bernilai tambah (foto/ist)Indonesia Produsen Kopi Terbesar Keempat Dunia, Hendry Munief Dorong Hilirisasi
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved