www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Posko Keliling, Bapenda Pekanbaru Jemput Wajib Pajak hingga ke Permukiman
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Mahasiswa UIN Suska Riau Sabet Juara Umum Lomba Esai Nasional Lewat Inovasi Berbasis Kearifan Lokal
Kamis, 16 Juli 2026 - 14:45:56 WIB
UIN Suska Riau harumkan nama Riau, borong prestasi di ajang esai nasional (foto/ist)
UIN Suska Riau harumkan nama Riau, borong prestasi di ajang esai nasional (foto/ist)

PEKANBARU – Mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim mahasiswa UIN Suska Riau sukses meraih gelar Juara Umum pada kompetisi esai nasional.

Kompetisi itu digelar Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (BEM ITB HAS), International Students Association Universiti Sains Islam Malaysia (INSAN USIM), serta Forum Kajian Islam (FKI) Rabbani Universitas Andalas pada 11–12 Juli 2026 di Kota Padang, Sumatera Barat.

Tak hanya membawa pulang gelar tertinggi, tim Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau juga memborong sejumlah penghargaan bergengsi, yakni Juara Umum, Juara Harapan III Seluruh Kategori, satu Gold Medal kategori pangan, tiga Silver Medal kategori lingkungan, budaya, dan pariwisata, dua Best Favorite Poster kategori budaya dan pariwisata, serta satu Best Paper kategori pariwisata dan budaya.

Prestasi tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas M. Duta Ardandi Pratama, Zera Erika, Deswara Alfareza Putra Arifin, M. Falhan Arifin, Miftahul Jannah, dan Resti Audia. Mereka mengusung tujuh gagasan inovatif berbasis potensi lokal yang mendukung pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Dari tujuh karya yang diajukan, empat berhasil melaju ke babak final, yakni pada bidang lingkungan, pangan, budaya, dan pariwisata.

Pada kategori lingkungan, tim menghadirkan KATUKPOLI, inovasi bioplastik berbahan dasar selulosa daun katuk sebagai alternatif plastik konvensional yang sulit terurai. Inovasi tersebut menawarkan solusi ramah lingkungan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya hayati lokal.

Di bidang pangan, tim mengembangkan Reinventing Ikan Salai Patin, inovasi pangan fungsional berbasis kearifan lokal Kabupaten Kampar. Selain memanfaatkan daging ikan patin, inovasi ini juga mengolah kulit ikan yang kaya protein menjadi produk bernilai tambah untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

Sementara itu, pada sektor pariwisata, tim memperkenalkan ECO-BALIMAU KASAI, sebuah konsep rekonstruksi tradisi Balimau Kasai melalui pendekatan green event management. Gagasan tersebut mendorong kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan saat penyelenggaraan festival budaya sehingga mampu mendukung pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Kampar.

Adapun pada bidang budaya, tim mengangkat konsep Youth-Driven Innovation melalui pelestarian Calempong Oguong, alat musik tradisional khas Kampar. Konsep tersebut memadukan unsur musik modern dengan musik tradisional agar lebih diminati generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang diwariskan.

Ketua tim, M. Duta Ardandi Pratama, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim yang tidak hanya menyusun karya ilmiah, tetapi juga melakukan riset langsung di lapangan.

“Kami ingin membuktikan bahwa sebuah esai tidak hanya berhenti sebagai tulisan. Inovasi yang kami angkat harus mampu diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu kami melakukan observasi, survei lapangan, hingga berdiskusi dengan berbagai pihak agar gagasan yang kami tawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah,” ujarnya.

Duta menjelaskan, sebelum mengikuti kompetisi, tim juga melakukan audiensi dengan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kampar, Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Riau, serta Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Riau. Dukungan tersebut menjadi motivasi agar inovasi yang mereka gagas tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi dapat diwujudkan di tengah masyarakat.

Menurutnya, persiapan menuju kompetisi dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Seluruh anggota tim memulai proses dengan menyusun ide, melakukan mini riset, berkonsultasi dengan dosen pembimbing dan mentor, hingga menyempurnakan naskah serta mempersiapkan presentasi untuk babak final.

Dalam proses pembinaan, tim didampingi Nadia Omara, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau, serta Misel Friledia Rahmadhani, S.Pd., atau yang akrab disapa Kak Icen, alumni UIN Suska Riau yang berpengalaman di berbagai kompetisi karya tulis ilmiah tingkat nasional. Keduanya memberikan pendampingan mulai dari penyusunan konsep inovasi hingga penyempurnaan karya ilmiah.

Pada babak final, seluruh peserta mempresentasikan karya sesuai subtema yang diikuti. Selanjutnya dipilih satu peraih Gold Medal dari masing-masing kategori untuk bersaing memperebutkan gelar Juara Umum. Melalui karya Reinventing Ikan Salai Patin, tim UIN Suska Riau berhasil menembus sembilan besar nasional sebelum akhirnya dinobatkan sebagai Juara Umum.

Bagi Duta, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan karena mampu mengharumkan nama universitas dan Provinsi Riau di tingkat nasional.

“Prestasi ini bukan hanya milik tim kami, tetapi juga milik UIN Suska Riau dan Provinsi Riau. Kami berharap inovasi-inovasi ini dapat dikembangkan bersama pemerintah, akademisi, tokoh adat, dan generasi muda sehingga benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah dengan menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Jangan hanya menulis sebuah karya untuk lomba. Dalami masalahnya, lakukan riset, hadirkan solusi yang realistis, dan pikirkan bagaimana gagasan itu dapat direalisasikan. Esai yang baik adalah esai yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.”

Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen mahasiswa UIN Suska Riau dalam menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal sebagai solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Melalui gagasan seperti KATUKPOLI, Reinventing Ikan Salai Patin, ECO-BALIMAU KASAI, dan pelestarian Calempong Oguong, mahasiswa membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Posko pajak keliling hadir setiap akhir pekan di Pekanbaru (foto/ist)Posko Keliling, Bapenda Pekanbaru Jemput Wajib Pajak hingga ke Permukiman
Tersangka Karhutla 85 hektare di Meranti ditangkap (foto/int)Karhutla 85 Hektare di Meranti, Polisi Tetapkan Warga sebagai Tersangka
Mahasiswa KKN kelompok 96 Umri pasang plang jalan di Desa Sialang Indah (foto/ist)Bantu Akses Warga, Mahasiswa KKN Umri Pasang Plang Jalan Desa Sialang Indah
Ilustrasi 24 penerbangan pulang pergi Pekanbaru-Jakarta via Bandara SSK II dibatalkan (foto/riki)24 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Dibatalkan hingga Sore Ini
Daftar 19 penerbangan batal di Bandara SSK II Pekanbaru akibat erupsi Krakatau (foto/int)19 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau
  Penerbangan dari dan ke Pekanbaru-Jakarta batal akibat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (foto/ist)35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Batal hingga Malam Ini!
Ilustrasi Riau terdeteksi 156 hotspot atau titik panas (foto/int)2.199 Hotspot Kepung Sumatra, Riau Terdeteksi 156 Titik
Ilustrasi pekan ini operasi pasar murah kembali digelar TPID Riau di Pekanbaru dan Siak (foto/int)Pekan Ini Operasi Pasar Murah Kembali Digelar di Pekanbaru dan Siak
Polda Riau tetapkan tersangka pembuka 111 hektare kawasan mangrove Dumai (foto/int)Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Pembukaan Lahan Ilegal 111 Ha Mangrove Dumai
Bupati Rohil, Bistamam tinjau kondisi Jembatan Sungai Tapah (foto/afrizal)Bupati Bistamam Minta PUPR Segera Susun Kajian Teknis Penanganan Jembatan Sungai Tapah
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved