www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Riau Bebas Hotspot, BMKG Catat 39 Titik Panas Masih Tersebar di Sumatera
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Jutaan Masyarakat Rasakan Dampaknya
Dari Hutan ke Kesejahteraan, RECOFTC dan APRIL Gelar Lokakarya Implementasi Agroforestri di Kuansing dan Siak
Selasa, 23 Juni 2026 - 12:16:39 WIB
Lokakarya bertajuk “Memperkuat Kemitraan Multipihak Perhutanan Sosial: Pembelajaran, Tantangan dan Peluang Replikasi” digelar di Pekanbaru (foto/riki)
Lokakarya bertajuk “Memperkuat Kemitraan Multipihak Perhutanan Sosial: Pembelajaran, Tantangan dan Peluang Replikasi” digelar di Pekanbaru (foto/riki)

PEKANBARU – Kemitraan multipihak dinilai menjadi fondasi utama dalam mewujudkan program perhutanan sosial yang berkelanjutan, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, masyarakat, akademisi, hingga lembaga swadaya masyarakat disebut sebagai kunci keberhasilan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

Hal itu ditegaskan Deputy Director Stakeholder Engagement Sustainability APRIL Group, Dian Novarina, dalam lokakarya bertajuk “Memperkuat Kemitraan Multipihak Perhutanan Sosial: Pembelajaran, Tantangan dan Peluang Replikasi” yang digelar di Pekanbaru, Selasa (23/6/2026).

Lokakarya tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan model kemitraan dalam pengembangan perhutanan sosial di Indonesia.

"Upaya membangun kemitraan yang berhasil dalam perhutanan sosial, hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan komitmen bersama para pihak," ujar Dian Novarina.

Menurut Dian, pengembangan agroforestri membuka peluang besar dalam menciptakan pengelolaan kawasan hutan yang lebih produktif, inklusif, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Langkah ini sejalan dengan program Multi Usaha Kehutanan (MUK) yang terus didorong pemerintah.

lokakarya-perhutanan-sosial-halloriau.jpeg

Saat ini, APRIL Group menjalankan program agroforestri di dua kawasan perhutanan sosial, yakni Hutan Kemasyarakatan Mandiri Sejahtera di Desa Dayun, Kabupaten Siak, dan Hutan Kemasyarakatan Rambahan di Desa Rambahan, Kabupaten Kuantan Singingi.

Kedua lokasi tersebut dipilih sebagai model percontohan kemitraan multipihak karena mewakili karakteristik ekosistem yang berbeda. Desa Dayun berada di kawasan lahan gambut, sedangkan Desa Rambahan berada di lahan mineral.

"Program pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan model kerjasama multipihak demi meningkatkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi mitra pemegang izin perhutanan sosial yang menjadi bagian dari rantai pasokan bahan baku perusahaan," jelasnya.

Dalam implementasinya, perusahaan menggandeng PT Nusa Prima Manunggal dan RECOFTC sebagai mitra pendamping lapangan. Selama tiga tahun pelaksanaan, berbagai pembelajaran penting diperoleh, terutama terkait penguatan kelembagaan kelompok masyarakat.

"Dari pengalaman tersebut juga kami menyadari bahwa kerja sama kemitraan agroforestri dalam skema perhutanan sosial tersebut memerlukan waktu yang panjang," ungkapnya.

Dian menilai, proses membangun kelompok usaha perhutanan sosial yang kuat tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen jangka panjang, dukungan sumber daya yang memadai, serta sinergi berkelanjutan dari seluruh pihak.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan pengelolaan kawasan gambut dan lahan mineral memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program.

"Kedepannya kami berencana untuk terus memperluas program kemitraan serupa ini dengan lebih banyak mitra lokal lainnya," urainya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani, menegaskan bahwa perhutanan sosial tidak hanya berfungsi menjaga kelestarian hutan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

"Pemerintah tidak lagi melihat petani hutan sebagai objek, melainkan subjek utama pembangunan. Kemitraan sejajar dengan berbagai perusahaan kini menjadi kunci utama," ujar Catur Endah Prasetiani usai pembukaan lokakarya di Pangeran Hotel Pekanbaru.

Menurutnya, perusahaan kini tidak hanya berperan sebagai pembeli hasil produksi masyarakat, tetapi juga menjadi mitra pendamping yang membantu meningkatkan kualitas produk dan kapasitas usaha petani hutan.

Catur mencontohkan keberhasilan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Lampung yang berhasil mengembangkan kemiri dan pala menjadi produk bernilai tambah tinggi.

"Mereka sekarang sudah bisa memproduksi minyak kemiri secara komersial. Bahkan, produk turunannya sudah merambah ke industri perawatan kulit atau skincare, termasuk untuk kulit bayi," urainya.

Keberhasilan serupa juga terjadi pada sektor kopi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di sana, petani tidak lagi hanya menjual biji kopi mentah, melainkan mengolahnya menjadi produk siap konsumsi dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi.

"Banyak anak muda di desa yang kini beralih profesi menjadi barista berkat hasil kopi dari hutan mereka sendiri," tambahnya.

Menurut Catur, dampak perhutanan sosial kini dirasakan oleh sekitar 1,4 juta hingga 1,43 juta kepala keluarga di seluruh Indonesia. Selain membuka lapangan kerja baru, program ini juga mampu menekan laju urbanisasi karena semakin banyak generasi muda yang memilih membangun usaha di kampung halaman.

Program tersebut bahkan berkembang ke sektor peternakan dan pariwisata. Di Lumajang, Jawa Timur, masyarakat memadukan usaha peternakan sapi dengan pengelolaan kawasan hutan. Sementara di berbagai daerah lain, konsep ekowisata mulai tumbuh dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar hutan.

"Anggota kelompok usaha kita banyak yang sudah mendapatkan pelatihan langsung dari dinas tenaga kerja setempat," jelasnya.

Melalui lokakarya yang digelar APRIL Group, PT RAPP, RECOFTC dan PT Nusa Prima Manunggal ini, para peserta diharapkan dapat berbagi pengalaman serta merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat dan memperluas model kemitraan perhutanan sosial di berbagai daerah.

Forum tersebut juga menjadi wadah untuk mendorong lahirnya inovasi baru dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat, sehingga manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia.

Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi nihil hotspot di Riau (foto/int)Riau Bebas Hotspot, BMKG Catat 39 Titik Panas Masih Tersebar di Sumatera
Ilustrasi BMKG prediksi hujan turun siang hingga malam di sejumlah daerah Riau (foto/int)Hujan Masih Mengintai Sebagian Riau, Ini Daerah Berpotensi Diguyur
Ist.Dugaan Korupsi Pengadaan di Siak, Tiga Pejabat UKPBJ Jadi Tersangka
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) bersama Huawei menghadirkan solusi ICT untuk UKM berbasis 5G SD-WAN yang menyasar UKM sektor ritel mulai dari pertokoan hingga restoran di Tanah Air.XLSMART dan Huawei Luncurkan Solusi 5G SD-WAN untuk UKM, Target 5.000 Paket pada 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai borong 3 juara di APQ Awards 2026 (foto/ist)3 Inovasi Bawa Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Bersinar di APQ Awards 2026
  Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja turun langsung ke Rohil, verifikasi tiga calon PAW anggota Bawaslu (foto/int)3 Kandidat Berebut Kursi PAW Bawaslu Rohil, Ketua Rahmat Bagja Pimpin Langsung Seleksi
DPRD Riau Desak Pemprov Segera Tuntaskan Pengelolaan Hotel Aryaduta Pekanbaru
Bupati Rohul, Anton kala menghadiri rapat penyampaian hasil deteksi Participating Interest (PI) 10 persen, Rabu (24/6/2026) di Kantor Gubernur Riau Pemkab Rohul Minta Kejelasan Hak PI 10 Persen WK West Kampar
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: int)SF Hariyanto: Pelayanan Kesehatan Berkualitas Harus Didukung Sistem yang Melindungi Nakes
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.(foto: int)23 SMP Swasta dan 15 MTs Gratis, DPRD Pekanbaru: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved