PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 99 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada Selasa (23/6/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi satu-satunya daerah yang tercatat nihil hotspot.
Data BMKG menunjukkan, sebaran titik panas terbanyak terdeteksi di Sumatera Selatan dengan 51 titik. Disusul Bangka Belitung sebanyak 20 titik, Jambi 11 titik, Lampung 9 titik, Aceh 6 titik, dan Sumatera Utara 2 titik.
Sementara itu, Provinsi Riau tidak terdeteksi adanya titik panas berdasarkan hasil pemantauan satelit yang dilakukan BMKG.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan tidak adanya indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau pada periode pemantauan kali ini.
"Total titik panas di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 99 titik. Sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 51 titik, sedangkan di Provinsi Riau terpantau nihil hotspot," ujar Elisa JS Kedang, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, pemantauan hotspot menjadi salah satu indikator penting dalam mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan sejak dini, terutama memasuki periode cuaca kering di sejumlah wilayah Sumatera.
"Pemantauan titik panas terus dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat memicu karhutla," katanya.
BMKG bersama instansi terkait terus meningkatkan pengawasan terhadap wilayah-wilayah yang memiliki konsentrasi hotspot tinggi guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas. Meski Riau saat ini tercatat nihil hotspot, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.