PEKANBARU - Provinsi Riau tercatat tidak memiliki titik panas (hotspot) berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin (22/6/2026) sore.
Di tengah masih munculnya puluhan hotspot di sejumlah wilayah Sumatera, kondisi ini menjadi indikator positif bagi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bumi Lancang Kuning.
Data BMKG menunjukkan total terdapat 76 titik panas yang terdeteksi di Pulau Sumatera hingga sore hari.
Sebaran hotspot paling banyak berada di Sumatera Selatan dengan 44 titik, disusul Bangka Belitung sebanyak 11 titik dan Jambi 10 titik.
Sementara itu, Lampung terpantau memiliki enam titik panas dan Aceh lima titik.
Berbeda dengan sejumlah daerah tersebut, Riau menjadi satu-satunya provinsi yang tercatat nihil hotspot.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Sanya mengatakan, hasil pemantauan satelit pada Senin sore menunjukkan tidak adanya titik panas di wilayah Riau.
"Total titik panas di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 76 titik. Untuk Provinsi Riau, hingga sore ini tidak terdeteksi adanya hotspot," ujar Sanya.
Kondisi ini dinilai sebagai perkembangan positif mengingat Riau selama musim kemarau sering menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus terkait potensi kebakaran lahan dan hutan.
Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena sejumlah wilayah di Sumatera masih menunjukkan aktivitas hotspot yang cukup tinggi.
Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, mencapai lebih dari separuh total hotspot yang terdeteksi di Pulau Sumatera.