PELALAWAN - Sebanyak 34 siswa kelas X jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci mengikuti pelatihan coding menggunakan aplikasi Scratch 3.0 yang berlangsung di Laboratorium PPLG sekolah setempat, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini mengusung tema "Pelatihan Coding Scratch 3.0 Berbasis Proyek Bisnis Digital Untuk Menumbuhkan Minat dan Kompetensi Dasar Kewirausahaan Siswa".
Kegiatan pengabdian masyarakat yang digagas oleh tim dosen Program Studi D3 Manajemen Informatika Kampus Kab. Pelalawan Politeknik Negeri Padang ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan teknis pemrograman sekaligus pemahaman bisnis digital sejak dini. Pelatihan dibuka oleh Dr. Yumesri, S.Sos.I., M.Pd, yang bertindak sebagai Koordinator Politeknik Negeri Padang Kampus Pelalawan.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Pangkalan Kerinci, Heri Suseno, Amd., S.E., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.
"Kami sangat berterima kasih kepada tim dosen Politeknik Negeri Padang Kampus Pelalawan yang telah memilih sekolah kami sebagai mitra pengabdian. Pelatihan coding ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa PPLG, terutama dalam mengintegrasikan keterampilan teknis dengan jiwa kewirausahaan digital. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan menjadi program pendampingan rutin," ujar Heri Suseno di hadapan peserta.
Materi utama pelatihan disampaikan oleh Faisal Amir, S.Kom., M.Kom., yang didampingi oleh dua dosen lainnya, yaitu Riyanto, S.Kom., M.Kom. dan Fajar Sidqi, S.Kom., M.Kom. Mereka memperkenalkan Scratch 3.0 sebagai platform pemrograman visual berbasis blok yang mudah dipahami oleh pemula. Melalui metode project-based learning, para siswa diajak untuk membuat proyek sederhana berupa game interaktif.
Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa adalah keterlibatan dua mahasiswa yang merupakan alumni SMKN 1 Pangkalan Kerinci, yaitu M. Aldhira Dwiki Bagaskara dan Irawati. Kehadiran mereka sebagai fasilitator pendamping tidak hanya membantu proses praktik, tetapi juga memberikan inspirasi bagi adik-adik kelasnya bahwa lulusan SMK dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan menjadi praktisi di bidang teknologi.
"Melihat kakak alumni yang dulu juga belajar di lab ini, sekarang sudah menjadi mahasiswa dan bisa mengajarkan coding, itu sangat memotivasi saya. Saya jadi lebih percaya diri bahwa saya juga bisa sukses di bidang ini," ujar salah satu peserta, Azka, siswa kelas X PPLG.
Ketua tim pelaksana, Faisal Amir, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis proyek bisnis digital ini sengaja dipilih untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi teknis siswa dengan kebutuhan industri.
"Siswa SMK, khususnya jurusan PPLG, tidak hanya dituntut pintar coding, tetapi juga harus mampu melihat peluang usaha dari keterampilan yang dimiliki. Scratch 3.0 adalah jembatan yang tepat untuk memperkenalkan logika pemrograman sekaligus kreativitas berbisnis sejak kelas X," jelas Faisal.