www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Diduga Eksploitasi 3 Anak Jadi Pengamen dan Manusia Silver, Polisi Amankan IRT di Pelalawan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


KPK Ungkap Carut-Marut Program Makan Bergizi Gratis, Dana Rp12 Triliun Mengendap di Yayasan
Jumat, 22 Mei 2026 - 09:08:23 WIB
ilustrasi menu MBG.
ilustrasi menu MBG.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi menyoroti lemahnya tata kelola anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program pemerintah yang ditujukan untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak sekolah.

Lembaga antirasuah tersebut menemukan adanya dana triliunan rupiah yang mengendap di rekening yayasan mitra akibat mekanisme penyaluran anggaran yang dinilai tidak dievaluasi secara berkala.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin, mengungkapkan bahwa dari total anggaran MBG tahun 2025 sebesar Rp85 triliun, tingkat penyerapannya baru mencapai sekitar 60 persen.

Kondisi tersebut memicu penumpukan dana pada tingkat pengelola lapangan atau yayasan penyelenggara program.

“Untuk tahun 2025 dari Rp85 triliun anggaran MBG, yang terserap hanya 60 koma sekian persen. Artinya ada dana yang mengendap di akun yayasan karena mekanisme transfer tidak melihat sisa dana,” ujar Aminudin dalam media gathering di Anyer, Serang, Banten, Rabu (20/5/2026).

Menurut Aminudin, pemerintah terus melakukan transfer dana secara rutin tanpa mengecek sisa saldo yang masih tersedia di rekening yayasan pengelola.

Akibatnya, hingga akhir 2025 diperkirakan terdapat sekitar Rp12 triliun dana yang mengendap di rekening yayasan pengelola Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Indonesia.

“Mestinya kan dilihat dulu duit di yayasan tinggal berapa, kalau memang kurang dalam batas tertentu baru didrop lagi, transfer lagi. Nah, mekanisme itu tidak berjalan sehingga pemerintah overpay, membayar terlalu banyak,” tegasnya.

Selain persoalan anggaran, KPK juga menyoroti tingginya potensi konflik kepentingan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebagai lembaga pengampu utama program MBG, BGN dinilai terlalu dominan karena mengendalikan seluruh proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan tanpa adanya sistem pengawasan silang (check and balances) yang memadai.

KPK juga menemukan persoalan dalam proses rekrutmen tenaga pengelola SPPG, mulai dari kepala SPPG, ahli gizi hingga bagian keuangan yang dinilai tidak menerapkan sistem merit secara optimal.

“Proses rekrutmennya ini yang kami lihat tidak transparan dan ini tidak berdasar pada merit system, tapi hubungan kedekatan, koneksi, dan seterusnya,” kata Aminudin.

Temuan tersebut sejalan dengan dokumen Kajian Tata Kelola Program MBG yang disusun KPK. Dalam kajian itu disebutkan bahwa besarnya skala program dengan anggaran jumbo belum diimbangi regulasi yang kuat.

Skema Bantuan Pemerintah (Banper) yang digunakan saat ini juga dinilai berpotensi memperpanjang rantai birokrasi, memunculkan potensi rente, hingga mengurangi porsi anggaran bahan pangan akibat biaya operasional.

Selain itu, pendekatan yang terlalu sentralistik disebut membuat peran pemerintah daerah menjadi kurang optimal.

KPK turut menyoroti lemahnya transparansi dalam proses verifikasi yayasan mitra serta penentuan lokasi dapur yang dinilai banyak belum memenuhi standar teknis SPPG.

Kondisi dapur yang tidak memenuhi standar itu bahkan disebut berdampak pada sejumlah kasus keracunan makanan di beberapa daerah. Situasi tersebut diperparah dengan minimnya pelibatan dinas kesehatan dan BPOM dalam pengawasan keamanan pangan.

Untuk memperbaiki tata kelola program MBG, KPK merekomendasikan pemerintah segera menyusun regulasi pelaksanaan setingkat Peraturan Presiden yang lebih komprehensif.

Selain itu, pemerintah juga diminta meninjau kembali struktur biaya dalam skema Banper serta menerapkan pendekatan desentralistik terbatas dengan melibatkan pemerintah daerah.

KPK juga meminta BPOM dan dinas kesehatan aktif melakukan inspeksi dapur guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga, disertai pembangunan sistem pelaporan keuangan yang ketat untuk mencegah praktik mark-up maupun laporan fiktif.

Di tengah sorotan KPK terhadap inefisiensi program tersebut, pemerintah tercatat telah melakukan penyesuaian anggaran MBG tahun 2026.

Anggaran yang sebelumnya direncanakan sebesar Rp335 triliun dipangkas menjadi Rp268 triliun.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut merupakan langkah efisiensi, sementara selisih anggaran sebesar Rp67 triliun dijadikan dana cadangan.

Sebagai bagian dari penghematan, BGN mengurangi jadwal pemberian makan dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.

“Tetap melakukan beberapa langkah penghematan, seperti melayani lima hari yang awalnya enam hari. Juga saat-saat libur sekolah tidak melakukan pelayanan MBG, kecuali untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,” ujar Dadan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebijakan penyesuaian anggaran tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan agar anggaran MBG dapat tersalurkan lebih efektif tanpa mengurangi kualitas gizi penerima manfaat.

“Penghematan tertentu sesuai instruksi presiden, sehingga dana Badan Gizi Nasional bisa dipakai lebih efektif dan efisien. Yang penting tetap memberi makan murid-murid sekolah,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Polisi Amankan Perempuan di Pelalawan, Tiga Anak Diduga Dipaksa Mengamen hingga Malam HariDiduga Eksploitasi 3 Anak Jadi Pengamen dan Manusia Silver, Polisi Amankan IRT di Pelalawan
Ilustrasi harga sawit Riau tembus Rp3.696 per kilogram (foto/int)Petani Sawit Tersenyum, Harga TBS Swadaya Riau Menguat Jadi Rp3.696 per Kg
Salah satu mahasiswa menyampaikan orasinya dalam unjuk rasa di  Jakarta Pusat beberapa waktu lalu (foto/Kompas)Massa Mahasiswa dan Masyarakat Demo di Jakarta Hari Ini, 4.576 Polisi Dikerahkan
Gerbang UIR.UIR Duduki Peringkat Pertama Kampus Swasta Terbaik di Riau versi EduRank 2026
Polres Rokan Hilir berhasil ungkap kasus pencurian dupa di Kelenteng Hai Cuking (foto/afrizal)Polres Rohil Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Dupa di Kelenteng Hai Cuking
  Kena imbas pembangunan Waduk Tenayan Raya, warga mendatangi Komisi I minta bantuan (foto/Mimi)Kena Imbas Pembangunan Waduk Tenayan Raya, Warga Datangi Komisi I Minta Bantuan
Sekretaris Daerah Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian menjadi inspektur upacara peringatan Hari Krida Pertanian (foto/ist)Upacara Hari Kesadaran Nasional, Pemkab Inhu Fokus pada Pertanian dan Pencegahan Stunting
Penyerahan bantuan 80 buku bacaan kepada SD Negeri 005 Lubuk Gaung sebagai bagian dari upaya mendukung literasi dan pendidikan bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan.PT ESM Donasikan 80 Buku Bacaan untuk Dukung Literasi Anak di Lubuk Gaung
Kepala Dinas Perhubungan Kuansing, Hendri Wahyudi (foto/int)Dishub Kuansing Tuntaskan Pemasangan 13 Lampu PJU di Arena Utama MTQ Riau
Hendry Munief meluncurkan buku Jejak 1 Tahun Pengabdian, angkat kinerja sebagai anggota DPR RI (foto/ist)Hendry Munief Luncurkan Buku Jejak 1 Tahun Pengabdian, Angkat Kinerja sebagai anggota DPR RI
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved