www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Diduga Eksploitasi 3 Anak Jadi Pengamen dan Manusia Silver, Polisi Amankan IRT di Pelalawan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Beras Menembus Isolasi dan Kerawanan Papua
Senin, 18 Mei 2026 - 12:45:00 WIB
Buruh angkut dari Bulog Nabire saat mengangkut beras bantuan pangan untuk dimasukan ke dalam truk, sebelum didistribusikan ke daerah-daerah di kabupeten itu, Kamis (14/5/2026).
Buruh angkut dari Bulog Nabire saat mengangkut beras bantuan pangan untuk dimasukan ke dalam truk, sebelum didistribusikan ke daerah-daerah di kabupeten itu, Kamis (14/5/2026).

NABIRE - Deretan truk berwarna kuning dan biru itu terparkir mengitari gudang Perum Bulog di Nabire, Kamis siang, 14 Mei 2026. Sebagian bak truk sudah tertutup terpal rapat. Sebagian lain masih dipenuhi aktivitas buruh yang memanggul karung-karung beras ke bagian belakang kendaraan.

Matahari Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah, siang itu terasa terik, tetapi suasana gudang belum benar-benar tenang. Hari itu merupakan distribusi terakhir bantuan pangan periode Februari–Maret 2026 untuk wilayah Kabupaten Nabire.

Di sebuah gardu kecil pada sudut area gudang, beberapa sopir duduk beristirahat, menunggu jadwal keberangkatan dari koordinator.

Bagi kebanyakan orang, bantuan pangan mungkin hanya angka dalam laporan distribusi: sekian ton beras, sekian liter minyak goreng, sekian ribu penerima manfaat.

Namun, di Papua Tengah, bantuan pangan adalah cerita tentang perjalanan panjang, rasa takut, pegunungan sunyi, dan orang-orang yang mempertaruhkan keselamatan agar beras tetap tiba di tangan warga.

Tobias, salah satu sopir truk pengangkut bantuan pangan, mengingat betul bagaimana nyalinya sempat ciut saat mengantar beras ke salah satu distrik di Kabupaten Dogiyai.

Perjalanan menuju Dogiyai sudah cukup melelahkan. Dari Nabire, kendaraan harus menempuh sekitar enam, hingga tujuh jam perjalanan melalui jalur Trans Nabire–Paniai.

Konvoi puluhan truk harus membelah jalanan pegunungan yang penuh tanjakan curam, turunan tajam, dan tikungan panjang yang mengular di antara hutan hujan tropis Papua.

Di banyak titik, sinyal telepon hilang sama sekali, yang tersisa hanya suara mesin kendaraan dan hutan yang sunyi. Namun, medan berat bukan hal yang paling membuat Tobias takut.

"Yang bikin takut itu kalau sudah masuk daerah rawan," katanya, pelan.

Saat itu, hanya satu truk bantuan yang masuk ke distrik tujuan. Truk lain berpencar ke distrik berbeda.

Bantuan pangan biasanya diturunkan di kantor distrik, dengan dibantu masyarakat setempat. Namun, hari itu, kepala distrik memberi tahu bahwa mereka tidak hanya dipantau warga.

Ada beberapa anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang ikut mengawasi penurunan bantuan.

"Mereka tidak bawa senjata api terbuka, tapi ada yang pegang parang," ujarnya.

Tobias mengaku sempat tegang. Di wilayah yang belum sepenuhnya aman, rasa takut datang secara alami.

Meskipun demikian, ia berusaha tetap tenang. Baginya, beras dan minyak goreng yang dibawa bukan untuk kepentingan politik siapa pun. "Itu untuk masyarakat. Orang-orang juga butuh makan," katanya.

Cerita serupa dari Tobias dan rekan-rekannya sudah akrab didengar Arif R Effendi, koordinator transporter pihak ketiga untuk distribusi bantuan pangan.

Dari teras kantor gudang ia menjelaskan bahwa wilayah kerja Bulog Nabire memiliki tantangan yang jauh berbeda dibanding daerah lain di Indonesia.

Bulog Nabire melayani distribusi bantuan pangan untuk lima kabupaten di Papua Tengah, yaitu Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya. Masing-masing memiliki kesulitannya sendiri.

Di Nabire, tantangannya adalah jarak dan wilayah kepulauan. Beberapa distrik, seperti Wapoga, Moora, Teluk Umar, hingga Yaur, hanya bisa dijangkau menggunakan perahu melalui jalur laut. Namun, tantangan paling berat berada di Dogiyai.

Sebagai "jenderal" yang mengatur semua pengiriman bantuan pangan, Arif paham betul pengamanan harus menjadi prioritas utama.

"Kalau lewat Kota Dogiyai, terutama dari Ugida sampai Uga Puga, kami wajib minta pengawalan aparat," kata dia.

Dogiyai memang menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan tinggi di Papua Tengah. Konflik keamanan dalam beberapa waktu terakhir membuat situasi di wilayah itu belum sepenuhnya stabil.

Pada akhir Maret 2026, seorang anggota polisi berinisial JE ditemukan meninggal dunia di Distrik Kamuu. Peristiwa itu memicu eskalasi konflik yang meluas.

Warga sempat mengungsi, rumah dan kendaraan dilaporkan dibakar, aktivitas ekonomi lumpuh, dan sekolah-sekolah berhenti beraktivitas.

Sumber: Antaranews


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Polisi Amankan Perempuan di Pelalawan, Tiga Anak Diduga Dipaksa Mengamen hingga Malam HariDiduga Eksploitasi 3 Anak Jadi Pengamen dan Manusia Silver, Polisi Amankan IRT di Pelalawan
Ilustrasi harga sawit Riau tembus Rp3.696 per kilogram (foto/int)Petani Sawit Tersenyum, Harga TBS Swadaya Riau Menguat Jadi Rp3.696 per Kg
Salah satu mahasiswa menyampaikan orasinya dalam unjuk rasa di  Jakarta Pusat beberapa waktu lalu (foto/Kompas)Massa Mahasiswa dan Masyarakat Demo di Jakarta Hari Ini, 4.576 Polisi Dikerahkan
Gerbang UIR.UIR Duduki Peringkat Pertama Kampus Swasta Terbaik di Riau versi EduRank 2026
Polres Rokan Hilir berhasil ungkap kasus pencurian dupa di Kelenteng Hai Cuking (foto/afrizal)Polres Rohil Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Dupa di Kelenteng Hai Cuking
  Kena imbas pembangunan Waduk Tenayan Raya, warga mendatangi Komisi I minta bantuan (foto/Mimi)Kena Imbas Pembangunan Waduk Tenayan Raya, Warga Datangi Komisi I Minta Bantuan
Sekretaris Daerah Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian menjadi inspektur upacara peringatan Hari Krida Pertanian (foto/ist)Upacara Hari Kesadaran Nasional, Pemkab Inhu Fokus pada Pertanian dan Pencegahan Stunting
Penyerahan bantuan 80 buku bacaan kepada SD Negeri 005 Lubuk Gaung sebagai bagian dari upaya mendukung literasi dan pendidikan bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan.PT ESM Donasikan 80 Buku Bacaan untuk Dukung Literasi Anak di Lubuk Gaung
Kepala Dinas Perhubungan Kuansing, Hendri Wahyudi (foto/int)Dishub Kuansing Tuntaskan Pemasangan 13 Lampu PJU di Arena Utama MTQ Riau
Hendry Munief meluncurkan buku Jejak 1 Tahun Pengabdian, angkat kinerja sebagai anggota DPR RI (foto/ist)Hendry Munief Luncurkan Buku Jejak 1 Tahun Pengabdian, Angkat Kinerja sebagai anggota DPR RI
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved