PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera terpantau masih relatif rendah hingga Jumat sore, 10 April 2026. Berdasarkan pembaruan data pukul 16.00 WIB dari BMKG Pekanbaru, total hotspot yang terdeteksi di seluruh Sumatera hanya sebanyak 9 titik.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, menyampaikan bahwa sebaran titik panas tersebut tersebar di beberapa provinsi. Jambi menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 5 titik, disusul Lampung 2 titik, serta masing-masing 1 titik di Aceh dan Bangka Belitung.
Sementara itu, Provinsi Riau terpantau nihil titik panas. Kondisi ini menjadi sinyal positif di tengah upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang terus digencarkan di wilayah tersebut.
Selain pemantauan hotspot, BMKG juga merilis data jarak pandang (visibility) di sejumlah daerah di Riau. Hasilnya menunjukkan kondisi udara yang masih cukup baik.
Di Pekanbaru, jarak pandang tercatat mencapai 10 kilometer. Sementara itu, Rengat sedikit lebih rendah dengan 8 kilometer. Untuk wilayah Pelalawan dan Tambang, masing-masing juga berada di angka 10 kilometer.
Secara umum, kondisi ini mengindikasikan belum adanya gangguan signifikan akibat asap kebakaran hutan dan lahan di Riau hingga sore hari. Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi kemunculan titik panas, terutama memasuki musim kemarau.