PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera kembali terpantau cukup tinggi. Berdasarkan data terbaru dari BMKG Stasiun Pekanbaru, Senin sore (6/4/2026) pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 111 hotspot tersebar di sejumlah provinsi.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Deby, mengungkapkan bahwa Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak dibanding daerah lainnya.
Dari total tersebut, Riau menyumbang 79 titik panas, dengan sebaran paling dominan berada di Kabupaten Bengkalis.
Rincian data menunjukkan Kabupaten Bengkalis mencatat lonjakan signifikan dengan 75 titik panas. Sementara itu, daerah lain di Riau terpantau jauh lebih rendah, yakni Kabupaten Kampar 1 titik, Kota Dumai 2 titik, dan Kabupaten Pelalawan 1 titik.
Selain Riau, sejumlah provinsi lain di Sumatera juga terpantau memiliki titik panas, meski jumlahnya relatif kecil. Aceh tercatat 7 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Jambi 4 titik, Kepulauan Bangka Belitung 4 titik, serta masing-masing 1 titik di Bengkulu, Sumatera Utara, dan Lampung.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena peningkatan hotspot berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah dengan konsentrasi titik panas tinggi seperti Bengkalis, guna mencegah meluasnya kebakaran.