PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Memasuki tahap kedua, operasi ini telah berlangsung sejak 28 Maret dan masih terus diintensifkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur, menjelaskan bahwa OMC bertujuan untuk menciptakan hujan buatan guna membasahi lahan, terutama kawasan gambut yang rentan terbakar.
Dikutip dari MCRiau, sejak dimulai hingga 1 April, total 11 ton garam telah disemai ke atmosfer untuk memicu hujan. Upaya ini diharapkan mampu menekan potensi kebakaran yang kerap meningkat saat musim kering.
Jim Gafur juga menyebutkan bahwa OMC tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari operasi serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan pada awal Februari. Fokus penyemaian awan saat ini diarahkan ke wilayah pesisir timur Riau, meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, serta Kota Dumai.
Selain mengandalkan pesawat OMC, saat ini Riau juga telah diperkuat dengan satu unit helikopter untuk operasi water bombing. Namun, seiring meningkatnya luas area karhutla, BPBD Riau kembali mengajukan penambahan armada helikopter. Proses pengajuan tersebut masih berlangsung mengingat perizinannya yang cukup kompleks.
Dengan berbagai upaya ini, pemerintah berharap potensi kebakaran dapat ditekan sedini mungkin, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.