PEKANBARU - BMKG melalui prakirawan di Pekanbaru, Yasir, melaporkan lonjakan titik panas di wilayah Sumatera pada Kamis sore (2/4/2026). Dari total 95 hotspot yang terdeteksi, Provinsi Riau menjadi penyumbang terbesar dengan 53 titik.
Wilayah lain seperti Jambi tercatat 16 titik, Kepulauan Riau 9 titik, Bangka Belitung 11 titik, Sumatera Selatan 5 titik, dan Sumatera Utara hanya 1 titik.
Di dalam Riau sendiri, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah paling dominan dengan 45 titik panas. Sementara itu, Kampar hanya mencatat 1 titik, Rokan Hilir 3 titik, dan Siak 4 titik. Tingginya jumlah hotspot di Bengkalis memicu kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Meski jumlah titik panas meningkat, kondisi jarak pandang di beberapa wilayah masih relatif aman. Data pukul 16.00 WIB menunjukkan Pekanbaru dan Pelalawan memiliki jarak pandang hingga 10 kilometer. Rengat tercatat 8 kilometer, sementara Tambang mencapai 9 kilometer.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah dengan konsentrasi hotspot tinggi, guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat.