PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ratusan titik panas terpantau di wilayah Sumatera pada Jumat sore (13/3/2026). Dari total 279 hotspot yang terdeteksi, sebagian besar berada di Provinsi Riau.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris, mengatakan jumlah titik panas di Riau mencapai 207 titik atau menjadi yang terbanyak dibandingkan provinsi lain di Sumatera.
“Dari total 279 hotspot di Sumatera, sebanyak 207 titik berada di wilayah Riau,” ujarnya, Jumat sore.
Sebaran titik panas di Riau paling banyak ditemukan di Kabupaten Pelalawan dengan 129 titik. Kemudian disusul Kabupaten Bengkalis sebanyak 37 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 18 titik.
Selain itu, titik panas juga terpantau di sejumlah daerah lain, di antaranya Kabupaten Rokan Hilir delapan titik, Kabupaten Kampar tujuh titik, Kabupaten Kuantan Singingi empat titik, Kota Dumai tiga titik, serta Kabupaten Siak satu titik.
Sementara itu di provinsi lain di Sumatera, BMKG mencatat Aceh delapan titik, Jambi 23 titik, Sumatera Barat empat titik, Sumatera Selatan 11 titik, Sumatera Utara 10 titik, Kepulauan Riau 12 titik, dan Bangka Belitung empat titik.
Tingginya jumlah titik panas ini terjadi di tengah status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau sejak 13 Februari 2026. Status siaga darurat tersebut berlaku hingga 30 November 2026.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait juga telah menggelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan Nasional 2026 di Riau.
Apel yang berlangsung di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada 5 Maret 2026 itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang selama ini rawan karhutla seperti Provinsi Riau.