PELALAWAN - Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Pelalawan bergerak cepat mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di area kompleks Sekolah Bernas.
Setiap jam pulang sekolah, tumpukan kendaraan yang parkir sembarangan di badan jalan dan trotoar menyebabkan kemacetan parah.
Respons cepat ini mendapat apresiasi dari tokoh pemuda Pelalawan, Muhammad Daud.
"Alhamdulillah, Dishub dan Satpol PP merespon cepat atas suara yang kita lakukan agar ruas jalan tersebut bisa diatur arus kendaraannya supaya tak terjadi kemacetan," kata Muhammad Daud, Selasa (23/9/2025).
Muhammad Daud menilai respons cepat ini sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kecelakaan.
"Ini yang ingin saya berikan apresiasi pada Dishub dan Satpol PP Pelalawan. Mereka langsung respon sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada anak-anak sekolah itu," ujarnya.
Daud berharap Dishub juga dapat memasang rambu-rambu lalu lintas tambahan di sekitar lokasi agar pengendara lebih berhati-hati.
Menanggapi hal ini, Kepala Dishub Pelalawan, Ferry Zulkarnain FB, membenarkan bahwa pihaknya telah menurunkan tujuh personel pada Senin (22/9/2025) untuk mengatur lalu lintas.
"Kita akan turunkan personel untuk mengatur arus lalu lintas tiap pagi dan pulang sekolah sebanyak 3-4 personel tiap harinya," kata Ferry.
Soal rambu, Ferry menambahkan bahwa rambu-rambu seperti "Zona Sekolah" sudah terpasang. Sementara itu, opsi pengalihan atau penutupan jalan di jam sibuk masih dalam tahap kajian.
Secara terpisah, Kepala Satpol PP Pelalawan, Tengku Junaidi, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan lima personel sejak Senin (22/9/2025).
"Kita jelas tak ingin terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan akibat kemacetan tersebut... Makanya, kita segera respon dengan menurunkan anggota untuk mengatur arus kemacetan di daerah tersebut," ungkap Tengku Junaidi.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus menurunkan personel sebanyak dua orang setiap hari hingga kondisi lalu lintas kembali tertib.