PEKANBARU - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Riau sempat membakar kantong warga. Dalam beberapa minggu terakhir, harga cabai merah melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp65 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal yang biasanya stabil di kisaran Rp50 ribu.
Bagi ibu-ibu rumah tangga seperti Rianti, lonjakan harga ini jadi tantangan tersendiri.
“Mahal sekali cabai sekarang, naik terus. Terpaksa saya kurangi masak pedas di rumah,” keluhnya sambil memilih sayur di salah satu pasar tradisional di Pekanbaru.
Lonjakan harga ini dibenarkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau, Taufik OH. Ia mengatakan, puncak kenaikan terjadi beberapa minggu lalu dan ia sendiri menyaksikan langsung saat mendampingi Gubernur Riau meninjau Pasar Induk Terminal AKAP Pekanbaru.
“Waktu itu harga cabai sempat sampai Rp65 ribu per kilogram. Tapi sekarang sudah mulai turun, di kisaran Rp55–Rp60 ribu,” ujar Taufik, Kamis (11/9/2025).
Penyebab utama naiknya harga cabai disebut Taufik karena faktor musiman. Musim kemarau panjang beberapa waktu lalu membuat pasokan cabai dari daerah penghasil utama seperti Sumatera Barat menurun drastis.
“Ada sebagian petani yang gagal panen. Jadi suplai ke Riau berkurang. Dampaknya, harga ikut naik,” jelasnya.
Namun kini situasi mulai terkendali. Cabai dari Aceh dan Medan sudah mulai masuk ke pasar-pasar di Riau, membuat pasokan kembali lancar dan harga pun perlahan turun.
“Sekarang sudah aman, pasokan lancar. Harga juga cenderung menurun dalam beberapa hari terakhir,” tambahnya.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Riau memastikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan harga bahan pokok, terutama menjelang akhir tahun, periode yang biasanya diwarnai gejolak harga.
“Kami bersama tim Satgas Pangan akan tetap turun ke lapangan. Kami pastikan harga-harga kebutuhan pokok tetap terkendali,” tegas Taufik.