Home / Otonomi | ||||||
Cahaya Zakat Wujudkan Rumah Impian Warga Miskin Bumi Lancang Kuning Jumat, 28/02/2025 | 23:02 | ||||||
![]() | ||||||
Rumah Neni Priyanti sebelum dan sesudah dipugar menjadi lebih layak melalui kolaborasi TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin dan Baznas Riau (foto/istimewa) Zakat bukan sekedar penghubung spiritual. Dengan zakat menebar kebaikan, membantu mustahik bangkit demi kehidupan yang lebih baik PEKANBARU – Suasana di Jalan Adi Sucipto, Kota Pekanbaru, terbilang sibuk pagi itu. Deru kendaraan bermotor yang hilir mudik, membuat si pemilik warung, Helmi Nur, setengah berteriak. “Mau dibuatkan kopi?” katanya kepada kami. Pria 70 tahun itu orang tua Neni Priyanti. Anaknya itu merupakan penerima manfaat dari “Program TNI-AU Peduli Lanud Roesmin Nurjadin Berbagi”. Aksi sosial yang dilaksanakan TNI AU Pangkalan Roesmin Nurjadin bekerja sama dengan Baznas Provinsi Riau. Bentuk kolaborasinya yakni bedah rumah. Lokasi warung ini hanya berjarak beberapa ratus meter dari Pasar Pagi Arengka. Di kejauhan, terlihat Neni berjalan kaki menghampiri kami. Sambil sesekali menyeruput kopi yang dibuatkan Helmi, saya mendengarkan seksama saat Neni mengisahkan tentang masa lalunya. Wanita berusia 48 tahun itu seorang janda dengan empat orang anak perempuan. Anak pertama dan kedua sudah menikah. Anak kedua tinggal bersama suaminya. Sedangkan anak pertama dan kedua adik perempuannya, masih tinggal satu atap dengan Neni. Setelah bercerai dengan sang suami, Neni tidak hanya menjadi seorang ibu, tapi juga merangkap sebagai tulang punggung keluarga. Terutama, untuk menghidupi kedua anaknya yang belum menikah. Terlebih, si bungsu masih bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pekanbaru. Dulu, kehidupan mereka jauh dari kata cukup secara ekonomi. Mereka tinggal di rumah gubuk semi permanen, berdinding papan kayu. Banyak potongan-potongan papan menempel di dinding rumahnya untuk menambal lubang dinding yang sudah lapuk di makan usia. Seng atap bangunan juga sudah ringkih. Banyak yang bocor. Neni coba menyiasatinya dengan memasang terpal di bagian atas. Seperti plafon. Terpal itu berfungsi sebagai penghalang rembesan air di saat hujan. Di bagian tengahnya sengaja dibuat lubang, agar air dapat mengalir ke bawah. Jika tidak, air akan menumpuk. Beban yang terlalu berat dapat membuat terpal rusak atau putus. “Air hujan yang jatuh dari terpal itu ditampung pakai ember. Agar lantai rumah enggak tergenang air. Pokoknya enggak bisa tidur kalau hujan lebat malam,” katanya pada Selasa (11/2/2025). Sebagai single parent, memang terasa berat nagi Neni untuk merenovasi rumah. Penghasilan yang didapat hanya cukup untuk makan sehari-hari. Dia biasa menghabiskan waktu di Pasar Pagi Arengka, berjualan sayur-sayuran milik orang lain. Bagi hasil dari keuntungan itulah yang dibawanya pulang untuk makan, dan keperluan rumah tangga lainya. Untuk KPR rumah masih jauh dari skala prioritas. Sebab, selain penghasilan yang morat-marit, Neni takut menanggung utang. “Jangankan mau ambil KPR rumah, pindah ke kontrakan saja rasanya enggak mungkin. Ngontrak sekarang sudah Rp 800 sebulan. Bayarnya pakai apa? Kerja saya saja serabutan. Jadi keinginan punya rumah itu bagi saya hanya dalam mimpi dan doa saja,” ujar wanita berjilbab itu. Saat segalanya dirasa mustahil, di situlah keajaiban muncul. Secercah harapan untuk hidup lebih baik mulai terlihat Neni dan keluarga.
Dengan segala keterbatasan itu, Neni bahkan tak pernah bermimpi untuk bisa mendapat tempat tinggal yang lebih baik dari kondisinya saat ini. Namun, tak ada yang tahu garis tangan seseorang. Sekitar November 2024, Sersan Kepala (Serka), Atwiyanto, Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga), menggunakan sepeda motor mendatangi rumah Neni. Dia menyampaikan nama Neni, masuk dari empat warga lainnya yang menerima manfaat dari program TNI-AU Peduli Lanud Roesmin Nurjadin Berbagi. Program ini kolaborasi Pangkalan AU Roesmin Nurjadin dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Riau dan DPD Real Estate Indonesia (REI) Riau. Tujuannya untuk membangun Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) warga prasejahtera. Wajar kalau awalnya Neni tak percaya. Apalagi, dia baru mendengar ada program seperti itu. Baginya, acara bedah rumah hanya ada di televisi. Rasanya, tak mungkin ada orang yang mau membedah rumah orang lain secara cuma-cuma. Namun, Serka Atwiyanto meyakinkannya. Sesuai syarat dan ketentuan, penerima program ini harus berdomisili di sekitar Pangkalan Roesmin Nurjadin, calon penerima manfaat tergolong masyarakat miskin dan tidak punya penghasilan tetap. Terakhir tanah tempat berdirinya rumah merupakan milik sendiri. Secara semua kriteria itu, Neni sudah memenuhi syarat. Lalu pada 1 November 2024, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Feri Yunaldi, SE, Mhan langsung melakukan peletakan batu pertama di tapak rumah Neni. Selama pengerjaan, untuk sementara Neni bersama anaknya tinggal di rumah orang tuanya. Pembongkaran dan pembangunan rumah dilakukan REI Riau dibantu personel TNI AU Rsn. Neni bersama keluarga mengeluarkan barang-barang yang masih bisa digunakan kembali. Seperti kasur, lemari, dan perkakas lainnya. Tak sulit untuk merubuhkan rumah yang terbuat dari papan yang kian lapuk itu. Tak butuh waktu lama, pertengahan Desember 2024, rumah Neni pun rampung dibangun. Ibu empat orang anak ini langsung mengucap syukur dan berterima kasih kepada yang sudah membantu. Termasuk para orang dermawan, dengan cahaya zakat yang disalurkan ke Baznas Riau, program bermanfaat ini bisa terwujud. Kini Neni dan keluarganya bisa tidur lebih nyaman, tanpa khawatir atap bocor. Ia juga tak lagi khawatir dinding kayu rumahnya sewaktu-waktu lapuk dan roboh. Anaknya juga bisa belajar dengan tenang dan tidur lebih nyenyak. “Alhamdulillah, sekarang hidup saya sekeluarga jauh lebih baik. Terima kasih TNI AU dan Baznas Riau. Saya dan keluarga akan selalu berdoa untuk kebaikan semuanya, termasuk para pemberi zakat yang sudah membantu,” ujar Neni dengan mata yang berkaca-kaca. Neni adalah satu dari empat penerima manfaat dari program kolaborasi Baznas Riau bersama TNI AU dan REI. Rumah lain yang juga ikut dibangun yakni milik Sibur, di Jalan Budidaya, Kecamatan Tuah Madani. Juga rumah milik Drajad, Jalan Unggas V, Kelurahan Simpang Tiga, Pekanbaru. Kemudian satu unit rumah milik Jajang Ghozali di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Senada dengan Neni, penerima bantuan RLH, Sibur juga sangat bersyukur. Sebab waktu rumahnya masih tidak layak, air hujan sering masuk ke rumah. Sehingga mau tak mau, ia bersama keluarga terpaksa gotong royong membersihkan rumah. “Kadang anak saya terpaksa tidak sekolah karena bukunya basah. Bahkan baju untuk dipakai ke sekolah lembab, karena atap dan dinding bocor sehingga air hujan merembes ke dalam rumah. Terima kasih Baznas Riau dan TNI AU yang sudah peduli kepada saya dan keluarga,” sebut Sibur belum lama ini. Sementara itu, Danlanud TNI AU Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Feri Yunaldi, mengatakan program sosial ini sudah dilaksanakan baik secara swadaya mau pun bersama mitra. Dengan tujuan membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap kolaborasi bersama Baznas Riau dalam membangun rumah warga prasejahtera diharapkan bisa terus berlanjut. Karena program ini merupakan aksi nyata dalam memberikan manfaat ke masyarakat, khususnya di sekitar Pangkalan Lanud Rsn di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. “Kami berupaya membantu warga yang membutuhkan tempat tinggal yang layak. Dalam pembangunannya selain personel TNI AU juga melibatkan masyarakat sekitar. Maka itu dengan berkolaborasi bersama Baznas, semoga bantuan ini bisa menjadi berkah bagi penerimanya. Mudah-mudahan menginspirasi untuk saling peduli dan berbagi,” ujarnya belum lama ini. Berbagi Kebaikan dan Kolaborasi Mengubah Nasib Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap hunian yang layak di Provinsi Riau ada 74,8 persen. Artinya masih ada sekitar 25 persen lebih masyarakat yang bermukim di rumah yang tidak layak. Warga yang butuh hunian yang lebih aman dan nyaman di Riau masih tinggi. Maka itu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Riau membuat program pembangunan pembangunan dan renovasi Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) masyarakat prasejahtera. Diharapkan bisa mengangkat derajat masyarakat yang masih dalam kategori kemiskinan ekstrem. Dalam catatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Riau pembangunan RTLH masyarakat prasejahtera sudah dilaksanakan di 12 kabupaten dan kota selama tahun 2024. Total ada 167 unit rumah masyarakat miskin yang direnovasi dan bangun ulang. Terbanyak pembangunan RTLH di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan 28 unit. Kemudian Kampar 25 unit, Kuantan Singingi (Kuansing) 21 unit, Rokan Hilir (Rohil) 16 unit, Indragiri Hulu (Inhu) 13 unit, Pelalawan 10 unit, Siak tujuh unit, Rokan Hulu (Rohul) tujuh unit, Bengkalis lima unit, Indragiri Hilir (Inhil) empat unit. Sedangkan Kota Pekanbaru 17 unit dan Dumai 14 unit. Program RTLH ini melibatkan banyak pihak, termasuk dari tim survei yang memastikan validitas data penerima bantuan. Ini penting, supaya penyaluran zakat dari muzaki tepat sasaran ke mustahik atau penerima zakat. Serta para pekerja lapangan yang memastikan pembangunan dan renovasi tidak terkendala, tetap berjalan sesuai rencana. Itu dikatakan Ketua Baznas Riau, Masriadi Hasan, Lc, M.Sha saat dihubungi Kamis (13/2/2025). Baznas menjadi penghubung uluran tangan muzaki ke para mustahik yang membutuhkan. RTLH merupakan salah satu program Baznas Provinsi yang bertujuan membantu masyarakat yang tidak mampu untuk memilki rumah layak untuk keluarga tercinta. “Program ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Dari program ini di harapkan masyakat yang tidak mampu, bisa memilki rumah yang lebih layak. Selain itu, program ini juga membuktikan peran Baznas sebagai lembaga sosial yang bertujuan untuk mensejahterakan umat,” ujar Masriadi. Baznas Riau juga banyak melakukan kolaborasi dengan berbagai instansi dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membangun RTLH. Pada Juli 2024, Baznas Riau bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau mulai membangun rumah layak huni bagi Parman di Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya. Awal Januari 2025, Baznas Riau bersama UPZ Syifa Budi membantu masyarakat dengan membangun RTLH bagi warga yang membutuhkan di Rumbai, Pekanbaru. Hasil kajian Baznas, Provinsi Riau terdapat potensi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) mencapai Rp 8 triliun per tahun. Selama Januari – Desember 2023, Baznas Provinsi Riau berhasil mengumpulkan zakat sebanyak Rp63,6 miliar. Sedangkan dana zakat yang dihimpun Januari – Desember 2024 mencapai Rp56,7 miliar. Perolehan zakat tersebut, dikatakan Masriadi merupakan wujud dari kerja sama dan dorongan pemerintah daerah dan instansi lainnya yang konsisten dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat. Contohnya Surat Edaran Gubernur Riau nomor 59 tahun 2022, yang isinya setiap ASN yang beragama Islam ditetapkan sebagai Muzakki oleh Baznas Riau, dikenakan zakat profesi sebesar 2,5 persen atas penghasilan gaji dan tunjangan setiap bulan melalui pemotongan otomatis (payroll system). Selain itu, pihaknya menjelaskan pengelolaan zakat secara inklusif atau merata pada kabupaten/kota di Riau, tentu sangat berguna bagi kesejahteraan masyarakat. Sehingga fokus optimalisasi potensi zakat yang belum dimanfaatkan secara maksimal di masyarakat. Baznas Riau siap menjadi kekuatan yang selalu berdampingan dengan masyarakat. Sekaligus menjadi mitra terdepan pemerintah pusat dan daerah untuk melaksanakan program-program pengentasan kemiskinan, demi mensejahterakan masyarakat. Program Unggulan Baznas Riau Bantu Mustahik Selain RTHL, Baznas Riau juga menyalurkan bantuan usaha produktif, bantuan bagi korban yang terdampak bencana. Baznas juga membangun sumur bor dalam menangani stunting di Bumi Lancang Kuning. Baznas Riau juga meningkatkan literasi zakat melalui berbagai media termasuk digital. Sinergi pengelolaan zakat untuk penangulanggan kemiskinan, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Baznas memiliki program unggulan seperti Riau Sehat, Riau Makmur, Riau Cerdas, Riau Peduli,dan Riau Dakwah. Seperti saat Baznas Riau bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Riau (Unri) menyerahkan bantuan pendidikan untuk mahasiswa. Baznas tiap semester selalu hadir menyalurkan zakat dalam bentuk bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa Unri. Contoh lainnya, Baznas Riau juga menjalin kerja sama terkait Bank Pangan, dalam pengelolaan Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) Provinsi Riau. Melibatkan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Riau, Asosiasi Jasa Boga Indonesia Provinsi Riau, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau. Peran Baznas dalam program ini, salah satunya isu boros pangan dan isu memanfaatkan makanan berlebih atau yang terbuang. Baznas bakal menyalurkan paket logistik makanan pada masyarakat miskin, ekstrem, dan anak-anak berisiko stunting. Juga pemberdayaan ekonomi dalam menyelamatkan sampah-sampah makanan dengan budidaya maggot, maggot ini bisa mengurai sampah makanan menjadi sumber pakan bagi peternak lele, kambing, dan lainnya. Dalam menjalankan program ini, Baznas Riau berpegang pada regulasi yang sudah ditetapkan, sehingga semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Diharapkan distribusi zakat dapat berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran. "Baznas Riau selalu berusaha memberikan kontribusi dalam pengentasan kemiskinan di daerah secara merata. Kita juga berupaya untuk memberikan kesejahteraan bagi mustahik," jelasnya. Ia mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang. Dengan kolaborasi antara muzaki, pemerintah daerah, perusahaan, dan Baznas, diharapkan kesejahteraan masyarakat Riau bisa terus meningkat. “Zakat adalah wujud kepedulian sosial yang nyata. Kita berharap ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berbagi,” ujarnya. Baznas terus berkomitmen untuk bisa terus memberikan solusi nyata demi kesejahteraan umat khususnya di Riau. Dengan ragam program seperti Rumah Sehat Baznas, Baznas Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, Beasiswa Baznas, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Baznas Tanggap Bencana, serta Pengentasan Kemiskinan Esktrem dan Stunting. Sementara itu, Pj Gubernur Riau (Gubri), Rahman Hadi mengapresiasi peran Baznas yang turut membantu meningkatkan ekonomi masyarakat di Bumi Lancang Kuning. Ia berharap Baznas memperluas program yang memberikan manfaat langsung ke mustahik. Sebab zakat sangat berguna sebagai perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan. “Kami selalu siap bersinergi dengan Baznas Riau guna mengentaskan angka kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Riau,” tutup Pj Gubri, Rahman Hadi. Penulis: Riki Ariyanto |
||||||
![]() ![]() |

HOME | OTONOMI | POLITIK | EKONOMI | BRKS | OTOMOTIF| HUKRIM | OLAHRAGA | HALLO INDONESIA | INTERNASIONAL | REDAKSI | FULL SITE |
Copyright © 2010-2025. All Rights Reserved |