CEO Yahoo Minta Maaf Palsukan Gelar Sarjananya
Rabu, 09 Mei 2012 - 13:14:34 WIB
 |
| CEO Yahoo, Scott Thompson |
TERKAIT:
Ketahuan ternyata memalsukan gelar sarjana miliknya, CEO Yahoo yang masih baru, Scott Thompson menyatakan permohonan maaf. Bukan hanya pada petinggi dan pemegang saham Yahoo, tapi kepada selurug pegawai di perusahaan ini.
Seperti dilansir dari beberapa media teknologi, Rabu (9/5), Thompson mengirim email kepada seluruh karyawan Yahoo untuk mengutarakan maaf dan penyesalannya yang mendalam.
"Seperti yang sudah saya katakan Jumat silam, Dewan direksi tengah meninjau masalah ini dan saya bersedia melakukan apa saja yang mereka butuhkan. Selain itu, saya ingin mengatakan penyesalan mengingat masalah ini mempengaruhi perusahaan dan Anda semua. Kita semua telah bekerja sangat keras memajukan perusahaan, dan masalah ini tentunya akan berdampak sebaliknya. Untuk itu, saya bertanggung jawab sepenuhnya, dan saya memohon maaf kepada Anda sekalian," demikian isi email yang dikirim Thompson.
Tapi para investor Yahoo kadung kecewa dan tampak tak menggubris permohonan pria yang ternyata hanya mengantongi gelar sarjana Akuntansi saja, tanpa memiliki tingkat sarjana ilmu komputer dari Stonehill College, seperti yang diakuinya dari awal.
Para investor yang kecewa mendesak Thompson segera dipecat. Dewan direksi Yahoo sendiri saat ini mengaku masih meninjau situasi sebelum mengambil keputusan. Perusahaan asal Amerika Serikat ini masih percaya pada kemampuan Thompson dan menilai ia tetap berkualifikasi tinggi walau tanpa gelar sarjan Komputer.(Yus)
Komentar (1 Komentar)
@ Rahma, 09 Mei 2012 | 14:20:12 WIB Penilaian yang cerdas dari seorang investor. Sebab kemampuan seseorang tidak selalu ditentukan oleh gelar kesarjanaannya. Apalagi saat ini, banyak orang yang hanya mengejar gelar sarjana hanya untuk mendapatkan status, namun tidak memiliki kemampuan. Keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh kesarjanaannya, tapi oleh kemauannya untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Isi Komentar :