Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

07:14 - H+3 Lebaran, Pengunjung Is...
12:48 - Kabupaten Siak Masuk Lima ...
10:30 - Lebaran Tahun Ini Tarif Ma...
15:46 - Disdagprin Siak Temukan Ca...
13:11 - Pemkab Siak Gelar Paket Se...
12:44 - Gemar Siak Berzakat Target...
16:47 - Pasca Teror Bom, Masyaraka...
19:50 - Tim IKKON Lakukan Survey T...
15:51 - Siak Peroleh Opini WTP unt...
11:55 - Tim PORA Siak Sidak TKA di...
14:39 - 25 Tahun Menderita Tumor P...
08:51 - Ternyata Budidaya Nenas Bi...
10:15 - Guru MDTA Se Kecamatan Min...
18:17 - Baznas Siak Gelar Khitan M...
11:09 - Yayasan Belantara Berikan ...
14:22 - Siak Peroleh Penghargaan K...
17:40 - Gelar Haul Akbar Kesultana...
10:07 - RSUD Siak Siap Menuju Akre...
09:03 - Menuju Smart City, Kabupat...
10:05 - Walau Baru Dibentuk, Taman...
 
Akhirnya Bangunan Tangsi Belanda di Siak Direstorasi
Jumat, 06/10/2017 - 12:53:52 WIB
TERKAIT:

SIAK - Setelah sekian lama dibiarkan, akhirnya peninggalan sejarah tangsi belanda yang terletak di Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, akan direstorasi. Direncanakan tahun 2018 akan mulai dilakukan restorasi fisik dengan menggunakan anggaran dari Pemerintah Pusat.

"Perjuangan memperoleh anggaran dari pusat untuk bangunan bersejarah seperti tangsi militer belanda ini kami rasakan cukup berat, dimana Kabupaten Siak salah satu dari tiga kabupaten kota yang bersaing untuk memperoleh alokasi anggaran berupa kajian dari penataan bangunan dan lingkungan khusus. Berkat usaha yang keras dari dinas terkait, Insya Allah pada tahun 2018 tangsi belanda ini akan dilaksanakan restorasi fisik, murni menggunakan angaran pemerintah pusat,"ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, HTS Hamzah.

Lanjutnya, peninggalan sejarah juga merupakan salah satu daya tarik bagi para wisatawan, selain sebagai objek wisata, para wisatawan juga dapat menambah pengetahuan mengenai situs sejarah tersebut.

Ia menyebutkan, tangsi belanda tersebut dulu digunakan sebagai pusat kesehatan bagi pemerintah Belanda. Pembangunan tangsi belanda yang didirikan pada tahun 1830 ini sempat terhenti, hingga 30 tahun kemudian yakni tahun 1860 pembangunan dilanjutkan kembali.

Oleh karena itu guna memperkuat bangunan cagar budaya yang ada, Pemkab siak telah menetapkan regulasi dan aturan guna mempertahankan ciri khas budaya melayu dan melestarikan bangunan cagar budaya tersebut, melalui rumusan program kota pusaka. Tujuannya tak lain sebagai bentuk upaya penataan serta pelestarian bangunan cagar budaya yang ditetapkan oleh kementrian Pekerjaan Umum dan dan Perumahan Rakyat.

Kedepan melalui kajian teknis dan restorasi fisik yang telah dilakukan, Pemkab Siak akan berupaya agar bangunan tangsi militer ini nantinya dapat digunakan sebagai komplek museum perjuangan. Guna memfasilitasi generasi muda, pelajar serta bagi wisatawan untuk menambah wawasan dari bidang pendidikan sejarah.

Penulis : Mg1
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Ganti Gubri, Ganti Presiden
  • Panwaslu Kota Pekanbaru Buka Posko Warung Pengawasan
  • Perampok Bergolok Sambangi Minimarket di Pekanbaru
  • Identitas Mayat Wanita Mengapung di Sungai Rumbai Masih Misteri
  • Milad ke - 53 Inhil, Pjs Bupati Sebut Tahun 2018 Menjadi
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved