Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

18:03 - Andi Rachman Buka Festival...
15:48 - Indahnya Ketika Semua Ora...
11:03 - Perayaan Cap Go Meh di Sia...
18:05 - PSMTI Riau dan Pemkab Siak...
17:06 - Bantuan Terus Berdatangan ...
16:12 - Pemkab Siak Permudah Pengu...
13:49 - Total Kerugian Kebakaran K...
20:56 - Bantah Lamban Tangani Keba...
05:38 - Pemkab Siapkan Tiga Posko ...
06:36 - Kabupaten Siak Usulkan Pen...
16:24 - Kelompok Tani Dayun Terima...
05:58 - APK Masih Banyak Terpasang...
12:06 - Kabupaten Siak Masih Kekur...
17:01 - Kecamatan Tualang Miliki R...
09:46 - 500 Dokter IDI Gelar Pengo...
19:23 - Tiga Hari Menjelang Cuti, ...
14:17 - Dua Beruang Madu Berkeliar...
12:24 - Mantab! Pasar Rakyat Tuala...
12:04 - Dibangun dengan Dana Rp 5 ...
15:49 - Masyarakat Siak Diimbau Ti...
 
Akhirnya Bangunan Tangsi Belanda di Siak Direstorasi
Jumat, 06/10/2017 - 12:53:52 WIB
TERKAIT:

SIAK - Setelah sekian lama dibiarkan, akhirnya peninggalan sejarah tangsi belanda yang terletak di Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, akan direstorasi. Direncanakan tahun 2018 akan mulai dilakukan restorasi fisik dengan menggunakan anggaran dari Pemerintah Pusat.

"Perjuangan memperoleh anggaran dari pusat untuk bangunan bersejarah seperti tangsi militer belanda ini kami rasakan cukup berat, dimana Kabupaten Siak salah satu dari tiga kabupaten kota yang bersaing untuk memperoleh alokasi anggaran berupa kajian dari penataan bangunan dan lingkungan khusus. Berkat usaha yang keras dari dinas terkait, Insya Allah pada tahun 2018 tangsi belanda ini akan dilaksanakan restorasi fisik, murni menggunakan angaran pemerintah pusat,"ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, HTS Hamzah.

Lanjutnya, peninggalan sejarah juga merupakan salah satu daya tarik bagi para wisatawan, selain sebagai objek wisata, para wisatawan juga dapat menambah pengetahuan mengenai situs sejarah tersebut.

Ia menyebutkan, tangsi belanda tersebut dulu digunakan sebagai pusat kesehatan bagi pemerintah Belanda. Pembangunan tangsi belanda yang didirikan pada tahun 1830 ini sempat terhenti, hingga 30 tahun kemudian yakni tahun 1860 pembangunan dilanjutkan kembali.

Oleh karena itu guna memperkuat bangunan cagar budaya yang ada, Pemkab siak telah menetapkan regulasi dan aturan guna mempertahankan ciri khas budaya melayu dan melestarikan bangunan cagar budaya tersebut, melalui rumusan program kota pusaka. Tujuannya tak lain sebagai bentuk upaya penataan serta pelestarian bangunan cagar budaya yang ditetapkan oleh kementrian Pekerjaan Umum dan dan Perumahan Rakyat.

Kedepan melalui kajian teknis dan restorasi fisik yang telah dilakukan, Pemkab Siak akan berupaya agar bangunan tangsi militer ini nantinya dapat digunakan sebagai komplek museum perjuangan. Guna memfasilitasi generasi muda, pelajar serta bagi wisatawan untuk menambah wawasan dari bidang pendidikan sejarah.

Penulis : Mg1
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Andi Rachman Buka Festival Band Remaja se-Kecamatan Tualang Siak
  • Tiga Personel Satpol PP Pekanbaru Terancam Sanksi
  • Catat Laba di Kuartal IV 2017, Tapi Garuda Masih Rugi Secara Tahunan
  • Karhutla Berpotensi Meluas, Bengkalis Darurat Karhutla
  • Heboh di Medsos, Istri Sebut Oknum ASN di Meranti Pelakor
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved