Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

20:55 - Tour de Siak Resmi Ditutup...
12:46 - Sempat Terhenti, Dinkes Si...
11:21 - Sah, Badan Perfilman Indon...
08:50 - Hanya 47 Persen Hutan Mang...
16:20 - 5 Kali Berturut-turut Teri...
18:00 - Tersisa 59 Pesepeda pada P...
10:23 - Tiga Pesepeda Australia Sa...
09:40 - Gubernur Riau Resmi Buka I...
14:56 - Komit Dukung dan Mempromos...
12:16 - Gelaran Tour de Siak Dimer...
14:27 - Puskesmas Sungai Apit Masu...
12:56 - Pemkab Siak-BRG Tanggulang...
23:23 - Syamsuar : Keberhasilan Pe...
14:12 - ASN Diwajibkan Berpakaian ...
08:18 - Syamsuar Buka Upgrading Fi...
10:38 - Hebat! Iven Tour de Siak s...
10:50 - Tour de Siak Tahun Ini Aka...
10:14 - Terima BAZNAS Award, Bupat...
12:58 - Berikut Rangkaian Kegiatan...
15:35 - Pengurus Cabang ISSI Siak ...
 
Akhirnya Bangunan Tangsi Belanda di Siak Direstorasi
Jumat, 06/10/2017 - 12:53:52 WIB

SIAK - Setelah sekian lama dibiarkan, akhirnya peninggalan sejarah tangsi belanda yang terletak di Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, akan direstorasi. Direncanakan tahun 2018 akan mulai dilakukan restorasi fisik dengan menggunakan anggaran dari Pemerintah Pusat.

"Perjuangan memperoleh anggaran dari pusat untuk bangunan bersejarah seperti tangsi militer belanda ini kami rasakan cukup berat, dimana Kabupaten Siak salah satu dari tiga kabupaten kota yang bersaing untuk memperoleh alokasi anggaran berupa kajian dari penataan bangunan dan lingkungan khusus. Berkat usaha yang keras dari dinas terkait, Insya Allah pada tahun 2018 tangsi belanda ini akan dilaksanakan restorasi fisik, murni menggunakan angaran pemerintah pusat,"ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, HTS Hamzah.

Lanjutnya, peninggalan sejarah juga merupakan salah satu daya tarik bagi para wisatawan, selain sebagai objek wisata, para wisatawan juga dapat menambah pengetahuan mengenai situs sejarah tersebut.

Ia menyebutkan, tangsi belanda tersebut dulu digunakan sebagai pusat kesehatan bagi pemerintah Belanda. Pembangunan tangsi belanda yang didirikan pada tahun 1830 ini sempat terhenti, hingga 30 tahun kemudian yakni tahun 1860 pembangunan dilanjutkan kembali.

Oleh karena itu guna memperkuat bangunan cagar budaya yang ada, Pemkab siak telah menetapkan regulasi dan aturan guna mempertahankan ciri khas budaya melayu dan melestarikan bangunan cagar budaya tersebut, melalui rumusan program kota pusaka. Tujuannya tak lain sebagai bentuk upaya penataan serta pelestarian bangunan cagar budaya yang ditetapkan oleh kementrian Pekerjaan Umum dan dan Perumahan Rakyat.

Kedepan melalui kajian teknis dan restorasi fisik yang telah dilakukan, Pemkab Siak akan berupaya agar bangunan tangsi militer ini nantinya dapat digunakan sebagai komplek museum perjuangan. Guna memfasilitasi generasi muda, pelajar serta bagi wisatawan untuk menambah wawasan dari bidang pendidikan sejarah.

Penulis : Mg1
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Peserta BPJSTK Mandiri Baru Capai 30 Persen, Pemko Komit Dorong Maksimalkan Penjaringan
  • 51 Desa di Rohul Akan Ikuti Pilkades Serentak, Desember 2018
  • Ditanya Kekosongan Posisi Wabup, Ini Kata Bupati Sukiman
  • Kasus Korupsi Proyek PLTU Riau-1, KPK Belum Panggil Saksi dari Riau
  • Runningtext LED di JPO Jalan Tuanku Tambusai Roboh, Hati-hati Pengguna Jalan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved