Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

22:04 - Sambangi Polres, Ketua IMI...
21:17 - APRIL Group Ramaikan Festi...
20:44 - Usung Tema Siak Hijau Siak...
21:21 - Daerah LKTL Sepakat Bersam...
21:24 - Taja Lokakarya Bisnis Lest...
20:52 - FKL 2019 di Siak, Anak Mud...
11:12 - Siap Menuju Pilkada, Hamza...
22:24 - Koramil 03 Siak Gelar Sosi...
19:48 - RAPP Sponsori Kegiatan Har...
16:36 - Tari Zapin Siak Ditetapkan...
15:03 - Sekolah dan Madrasah Siak ...
14:35 - Siang Ini, Bupati Siak Alf...
20:35 - Tunjukkan Kepedulian kepad...
14:42 - Jadi Pembicara Diskusi For...
14:45 - Tak Lolos Jadi Anggota Leg...
12:20 - Ketiga Kalinya, Pemkab Sia...
21:39 - Masih Tetap Beroperasi, In...
18:15 - HUT ke-31 Astra Agro Lesta...
15:03 - Apel Siaga PT Kimia Tirta ...
11:00 - Ternyata Benar Green Hotel...
 
30 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Siak, Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman
Jumat, 26/07/2019 - 15:41:12 WIB
Lahan terbakar di Koto Gasib Siak, Foto: Antara
Lahan terbakar di Koto Gasib Siak, Foto: Antara
TERKAIT:
 
  • 30 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Siak, Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman
  •  

    SIAK - Tim gabungan menyatakan terus melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut seluas sekitar 30 hektare, yang terbakar di Desa Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak.

    "Di hari ketujuh ini kegiatan pendinginan lanjutan oleh petugas pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah klaster Koto Gasib dan Siak bersama Manggala Agni," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak, Syafrijal di Siak, Jumat (26/7/2019) dikutip dari Antarariau.

    Pendinginan, lanjutnya juga dibantu TNI/Polri dan Masyarakat Peduli Api setempat. Secara keseluruhan lebih kurang sudah 30 hektare yang terbakar yang sebagian besar di lokasi perusahaan perkebunan sawit.

    Petugas Manggala Agni di lapangan, Ezwin Eko Sutarma mengatakan lahan yang terbakar adalah tanah gambut yang cukup dalam. Kedalamannya itu mencapai tiga sampai empat meter sehingga harus benar-benar dipadamkan sampai bawah tanah.

    Untuk melakukan pemadaman lanjutnya kendala utama yakni air. Pasalnya embung yang sangat kecil sehingga satu kali sedot sudah habis. Akibatnya petugas harus bekerja pindah pindah mencari sumber air kira-kira sehari tiga kali.

    "Personel Manggala Agni 10 orang menggunakan dua mesin, satu mesin 'max' dan dua memakai 'ministriker'," ujarnya.

    Akibat adanya kebakaran kondisi di Siak pada Kamis pagi (25/6) lalu sempat kabur meskipun belum dipastikan apakah itu kabut asap. (*)



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Satu Juta Lebih Warga Riau Tak Punya Jaminan Kesehatan
  • Prabowo Benarkan akan Bantu Presiden di Bidang Pertahanan, Jadi Menhan?
  • Pemerintah Punya Komitmen Besar Tingkatkan SDM, 74 Penerima Beasiswa Bidik Misi Ikuti Pembinaan
  • Presiden Erdogan Tuduh Negara-negara Barat Dukung Teroris di Suriah
  • Wawako Dumai Ajak Perusahaan Tanam Mangrove Cegah Abrasi
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved