Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

10:27 - Peduli Pendidikan, RAPP Be...
17:41 - Pemkab Siak Dorong Setiap ...
20:11 - Dorong Peningkatan Kapasit...
19:54 - Saka Bhakti Husada Kwartir...
18:30 - Siak Patenkan Beras Lokal ...
15:41 - DPRD Siak Harapkan Tak Ada...
13:24 - Bupati Alfedri Diundang Ha...
11:56 - Sempena Haul ke-880 di Ker...
17:29 - Mantap, Dinas Perpustakaan...
20:53 - Tahun Depan Pemkab Siak Da...
17:52 - Satu-satunya di Riau, Bupa...
11:11 - Sempurnakan RTRW Siak, Pem...
20:35 - Pemkab Siak Persiapkan Fes...
18:29 - Bupati Alfedri: LAMR Siak ...
17:56 - Bantu Tata Keuangan Kampun...
20:06 - LAZNas Chevron Resmikan Sa...
20:05 - Camat Minas Resmikan PKBM ...
15:39 - Terungkap Walau Banyak Upa...
12:17 - Jaga Kelestarian Lingkunga...
18:29 - Buka FGD Satu Data Kependu...
 
Masih Trauma, Teman Petani Tewas Diterkam Buaya Sulit Diajak Komunikasi
Jumat, 21/06/2019 - 06:38:00 WIB
Buaya pemangsa manusia yang ditangkap warga di Sungai Lakar, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Buaya pemangsa manusia yang ditangkap warga di Sungai Lakar, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
TERKAIT:
 
  • Masih Trauma, Teman Petani Tewas Diterkam Buaya Sulit Diajak Komunikasi
  •  

    SIAK - Pria dipanggil Moh lebih banyak termenung ketika ditanya kronologis Martoyo alias Keling diterkam buaya di kanal yang mengalir ke Sungai Lakar, Kabupaten Siak. Sejak Rabu pagi, 19 Juni 2019, dia sulit diajak berkomunikasi oleh keluarganya.

    Menurut Camat Sungai Apit Wahyudi peristiwa Keling diterkam buaya pada Selasa malam, 18 Juni 2019, membuat pria berusia 30 tahun itu trauma. Meski demikian, Moh sempat ikut mencari jasad temannya.

    "Setelah ikut mencari korban pada Selasa malam, Rabu paginya dia shock. Sampai sekarang kondisinya begitu juga," kata Wahyudi dikonfirmasi dari Pekanbaru, Kamis petang, (20/6/2019) dikutip dari Liputan6.

    Menurut Wahyudi, Moh terakhir kali bicara ketika diminta masyarakat menunjukkan lokasi Keling hilang mendadak di kanal dekat Sungai Lakar. Padahal waktu itu, hanya sebentar Moh meninggalkan korban.

    Wahyudi menduga Moh syok ketika mengetahui korban diterkam buaya. Moh makin tertekan ketika melihatt bagian tubuh Keling berada di perut buaya yang ditangkap masyarakat.

    "Pengakuan masyarakat, pandangan teman korban kosong, begitu juga jiwanya," ucap Wahyudi.

    Sudah berapa lama Moh dan Keling berteman, Wahyudi tidak mengetahui. Wahyudi hanya dapat informasi keduanya berteman karena pekerjaannya sama, yaitu petani dan buruh bangunan.

    "Kan pada malamnya itu keduanya berniat membangun pondok di ladang untuk masyarakat di sana," terang Wahyudi.

    Sebelum membangun pondok, Moh dan Keling menyeberangi kanal untuk mengambil kayu. Kayu lalu dimasukkan ke kanal dan diikat di pinggirnya supaya mudah dibawa ke seberang.

    Beberapa kayu dihanyutkan tanpa ikatan. Setibanya diseberang, lalu diikat agar mudah dibawa ke lokasi pembangunan pondok.

    "Namun saat itu talinya kurang, maka teman korban naik sebentar untuk mengambil tali," terang Wahyudi.

    Setelah mendapatkan tali, Moh kembali ke kanal tapi tidak melihat Keling. Dia mencari dan memanggil tapi tak ada jawaban. Moh juga masuk ke air tapi pencariannya tak membuahkan hasil.

    Akhirnya, Moh memutuskan naik ke darat, lalu melaporkan ke Ruslan. Kepada penjaga kanal ini, Moh menyebut temannya hilang. Keduanya berusaha mencari tapi Keling tak ditemukan.

    "Barulah diinformasikan ke masyarakat. Pencarian dilakukan hingga dini hari, paginya dilanjutkan lalu ditemukan menjelang malam," sebut Wahyudi.

    Menurut Wahyudi, buaya menyerang manusia sudah beberapa kali terjadi di sana. Dari beberapa kasus itu, Keling merupakan korban pertama yang terenggut nyawanya.

    "Sebelumnya ada tapi masih selamat, baru ini sampai meninggal dunia," imbuh Wahyudi. (*)



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Meriahnya Perayaan HAN di Inhu, dari Salawatan hingga Pemberian Hadiah Ulang Tahun
  • Garuda Tauberes Indonesia, Perusahaan yang Bikin Erick Thohir Tertawa
  • Razia Cipkon Polsek Sukajadi Pekanbaru Sita Miras dan Motor Bodong
  • Pertamina Dumai Gelar Dumai 10 K Energy Run 2019
  • Duh, Banjir di Riau Meluas hingga 5 Kabupaten
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved