Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

20:32 - Penjaringan Balon Bupati d...
16:46 - Arfizal Anwar Juru Kunci K...
16:00 - Sekda Rohul Bangga Kegiata...
06:15 - Bupati Sukiman Ajak Masyar...
17:50 - Berbatasan Langsung dengan...
14:40 - Sukiman Kembalikan Formuli...
13:36 - Jelaskan Tujuan Bawa Air S...
13:19 - Aparat Akan Cek Izin Senja...
16:59 - Satgas Satria Kresna Dikuk...
15:49 - Bupati Bangga Keberadaan B...
17:33 - Bupati Sukiman Bangga Desa...
14:41 - Bupati Rohul Janji Perbaik...
17:51 - Bupati Rohul Lantik dan Ku...
19:29 - Gustian Riau Orang Pertama...
13:31 - Pengurus PMI Kecamatan Pen...
19:57 - Disos P3A Sosialiasi TPPO,...
19:29 - Masuk Komisi VIII DPR RI, ...
15:28 - Bupati Rohul Tebar Benih I...
19:32 - ‎Dinsos P3A Rohul Sosial...
16:53 - Seragamkan Pengelolaan Ase...
16:11 - Selama Sepekan Operasi Zeb...
15:51 - Kena Pangkas, Kuota Pupuk ...
20:15 - Dinas TPH Sosialisasi Peng...
16:05 - Pemkab Rohul Raih LKPD WTP...
17:00 - TP PKK Rambah Samo Jadi Du...
16:13 - Peringati Sumpah Pemuda, B...
18:53 - Hari Santri Nasional ke-4 ...
09:10 - Bupati Sukiman Buka Musanc...
19:02 - Sekda Rohul Akui segera Um...
16:06 - Dalam Hajatan Akbar, LAMR ...
17:26 - Calon Dirut dan Dewan Peng...
16:25 - 5.359 Murid PAUD di Rohul ...
21:42 - Begini Tanggapan Sekda Ter...
18:37 - Tim Hoki Putri Rohul‎ Di...
16:08 - Sekda Rohul Minta OPD Susu...
18:30 - 32 Anak Dapat Pelatihan Ko...
14:52 - Sekda Imbau Kepala OPD Tur...
15:05 - Majelis Hakim Kabulkan Gug...
14:16 - BLP Barang/Jasa Setdakab R...
11:57 - Demi Negeri Seribu Suluk, ...
21:59 - Antisipasi Kamtibmas, Pols...
21:26 - Klaim Bekas Perladangan, W...
16:41 - RPH Pasir Pangaraian Sudah...
16:03 - Penghapusan Denda Pajak, W...
17:46 - Review Data Penyusunan FIS...
15:06 - Disnakbun Rohul Kembali Ba...
19:59 - Siapkan 475 Unit Rumah Lay...
19:44 - Pengalaman di Birokrasi, P...
18:00 - Tanggulangi Stunting, DKPP...
19:13 - Bupati Rohul Lantik 5 Angg...
12:33 - SK Pengangkatan 275 CPNS P...
12:27 - 249 CPNS Pemkab Rohul Golo...
10:33 - Wagubri Mengaku Bangga den...
09:37 - Dalam Perawatan RSUD Rohul...
17:58 - Empat Qori Asal Rohul Raih...
17:22 - Pertemuan Rutin, Kadivpas ...
15:35 - Saat Hadiri Pengajian Akba...
18:06 - Kini Warga Bisa Lakukan Se...
15:39 - Hadiri Hari Jadi ke-21 Des...
18:07 - Bupati Tutup Event JRR ke-...
 
PT Era Sawita Kepenuhan Dijatuhi Sanksi Paksaan Pemerintah, Diduga Cemari Sungai Muara Kuku Rohul
Rabu, 14/08/2019 - 08:08:06 WIB
Rapat di DLH Rohul terkait pencemaran limbah perusahaan PKS PT Era Sawita.
Rapat di DLH Rohul terkait pencemaran limbah perusahaan PKS PT Era Sawita.
TERKAIT:
 
 

PASIR PANGARAIAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) jatuhkan sanksi paksaan pemerintah ke manajemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Era Sawita, atas dugaan pencemaran lingkungan.

Itu diungkap dalam rapat tindak lanjut dugaan pencemaran Sungai Muara Kuku dilakukan PKS PT Era Sawita berlokasi di Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan, di aula rapat Kantor Dinas LH Rohul, Selasa (13/8/2019).

Dari Rapat dimediasi, pihak Dinas LH Rohil, juga dihadiri perwakilan manajemen PT Era Sawita, Kepala Desa Kepenuhan Barat Tana, dan perwakilan pesantren.

‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rohul Drs Hen Irpan MSi, melalui Kabid Penataan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas LH Rokan Hulu, Muzayyinul Arifin, ST, MSi, mengatakan rapat dilaksanakan setelah hasil uji sample limbah dari Laboratorium Dinas diketahui.

Arifin‎ mengaku, dari hasil rapat ada benang merah, bahwasanya sumber limbah dari tandan kosong (Tankos) diduga dari PKS PT Era Sawita.

Ditegaskannya, rapat akan dilanjutkan sampai waktu belum ditentukan. Karena pengadu sendiri, dalam hal ini Zulkifli Said selaku pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nizamuddin, sedang menunaikan ibadah haji.

Sementara itu, pihak Pemerintah Desa Kepenuhan‎ Barat sendiri, kata Arifin, akan melakukan musyawarah dahulu, antara Kades dengan ninik mamak dan tokoh agama, sehingga belum menentukan tuntutannya.

"Dinas LH Rohul sudah melakukan upaya pembinaan dengan akan mengeluarkan sanksi administrasi paksaan pemerintah," jelas Arifin usai rapat di kantornya, Selasa (13/8) sore.

Diakui  Arifin, sejumlah poin yang harus segera dilaksanakan oleh Manajemen PKS PT Era Sawita‎, mencegah terulangnya pencemaran lingkungan di aliran Sungai Muara Kuku.

Seperti, perbaikan kolam Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), menyelesaikan Tankos yang menumpuk yang selama ini dinilai tidak terkoordinir dengan baik, sehingga terindikasi sebagai penyebab pencemaran lingkungan di aliran sungai.

Kemudian, PKS PT Era Sawita juga harus segera melakukan perbaikan paritan-paritan di‎ line aplikasi, karena dinilai aplikasinya‎ tidak dimanfaatkan secara baik sesuai izin.

"Misalnya mereka punya izin 102 hektar, ternyata mereka cuma mengalirinya hanya 25 hektar, jadi tidak maksimal dan air limbahnya," ungkap Arifin.

"Kita hanya bisa memberikan berupa pembinaan, kita serahkan kepada pengadu dalam hal ini, seperti yang sudah kita sampaikan (ke masyarakat) bisa melalui jalur pengadilan, bisa di luar pengadilan," tambahnya.

Jelas Arifin, bila tuntutan diselesaikan melalui jalur pengadilan tentunya prosesnya cukup panjang. Dinas LH Rokan Hulu‎ sendiri menyarankan ke pihak Ponpes Nizamuddin dan Pemdes Kepenuhan Barat untuk menyelesaikan di luar pengadilan.

"Bila mau di luar di pengadilan silahkan, misalnya dengan mengajukan tuntutan berupa kompensasi ganti rugi," ujarnya.

Arifin menambahkan ada indikasi kuat‎ limbah yang mengalir di Sungai Muara Kuku, hingga menyebabkan banyak ikan mati karena sudah melebihi baku mutu limbah.‎

"Masih panjang pembuktiannya, kita lebih menyarankan di luar pengadilan saja. Tapi kalau ada memang aparat hukum yang bisa menindaklanjuti melalui jalur hukum ya silahkan," ucap Arifin.

Kemudian, Kades Kepenuhan Barat Tana, mengatakan Pemerintah Desa belum mengambil sikap atas dugaan pencemaran terjadi di aliran Sungai Muara Kuku.

Tana menga‎ku Pemdes Kepenuhan Barat masih perlu melakukan musyawarah mufakat dengan ninik mamak dan tokoh agama, pihak kecamatan, serta masyarakat, apa langkah yang akan dilakukan.

Walau demikian, Tana‎ mengharapkan tidak terulang lagi pencemaran lingkungan di aliran Sungai Muara Kuku. Sebab sungai ini dijadikan tempat aktivitas santri Ponpes Nizamuddin‎, seperti mandi, mencuci, termasuk untuk usaha kolam ikan.

Penulis : Feri Hendrawan
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Begini Respon Wakil Walikota Pekanbaru atas Kasus Bullying Siswa di Sekolah
  • Pengangguran Ini Nekat Bercocok Tanam Ganja di Depan Rumah, Polisi Hati-hati saat Penangkapan
  • PT SRL Bakal Beri Reward 100 Juta untuk Desa Bebas Api
  • Nge-Prank Jadi Pocong Dini Hari, Bocah 13 Tahun Malah Diangkut Polisi
  • Gengster Paling Ditakuti Justru yang Terdepan Bantu Korban Tsunami, Ini 7 Fakta Unik Yakuza
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved