Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

14:16 - Sekwan Akui Sudah ‎Surat...
12:29 - Ratusan Anak Rohul Ramaika...
11:54 - Pembahasan RAPBD-P 2019 Ka...
18:46 - Diskes Rohul Catat 1.243 K...
15:53 - PNS Pengadilan Agama Pasir...
16:10 - Seorang Jadi Tersangka, Ti...
15:12 - Asap Kiriman Kabupaten Tet...
21:18 - Ketua Timsel Sebut Akan Se...
17:22 - HUT ke 68, IBI Rohul Gelar...
16:44 - Mahasiswa Kukerta Unri 201...
16:21 - Tim Satgas Karlahut Rohul ...
20:35 - Tim Penilai HKG Provinsi A...
16:49 - MPW PP Riau Jelaskan Terka...
06:08 - Bupati Sukiman Sebut Pembe...
09:18 - Festival Pesona Danau Sipo...
06:07 - 100 Persen Desa Berlistrik...
15:59 - Potong Tumpeng hingga Pemb...
15:34 - Lapas Kelas II B Pasirpeng...
17:44 - 20 PPL akan Dapat Kendaraa...
16:45 - Ini Tanggapan Ketua DPRD d...
15:52 - Polres Rohul Pindah ke Ged...
15:04 - Kwaran Gerakan Pramuka Uju...
08:08 - PT Era Sawita Kepenuhan Di...
14:11 - 14 Pejabat Eselon III dan ...
13:21 - Puluhan Pelajar SD dan SMP...
18:37 - Dampak Kabut Asap, Penderi...
14:18 - Pelayanan Kesehatan Gratis...
13:10 - Gerindra Ajukan‎ Abdul H...
16:35 - Bupati Sukiman Berkurban S...
15:56 - Mobil Hias Meriahkan Pawai...
17:31 - Warga Desa RTB Rohul Geger...
18:19 - Dari Belanja DD, Sekitar 5...
16:46 - TNI dan Polri Tempel Maklu...
19:23 - ‎Turis Jepang Kagum deng...
14:50 - Kembangkan Potensi Pariwis...
09:18 - Korwil Pernefri Visitasi I...
20:14 - Petakan Kawasan Rawan Karl...
18:41 - Mitigasi Karhutla Terus Di...
18:05 - ‎Bupati Sukiman Hadiri R...
16:15 - Siapkan Dana Rp430,29 Juta...
15:51 - Sambut HUT ke-74 RI, Bupat...
15:27 - Meski Hotspot Nihil, BPBD ...
07:46 - Diberi Tanjak Bambu, Wagub...
05:55 - DKPP Rohul Ajak Masyarakat...
05:45 - Polisi Masih Selidiki Terb...
18:18 - Bupati Rohul Buka Bursa In...
17:06 - DPRD Akhirnya Rekomendasi ...
16:12 - Fatahnalia Putra Terpilih ...
15:30 - Pemkab Rohul Raih Pengharg...
06:04 - Sikapi Karhutla, Begini Im...
17:08 - Bupati Sukiman Minta Desa ...
16:40 - Rohul Gelar Rapat Koordina...
14:36 - Sekda Rohul Tinjau Kerusak...
18:09 - Masih Menunggu, Inilah Har...
17:25 - Dorong Masyarakat Bayar PB...
17:14 - Untuk Penuhi Kebutuhan Air...
16:08 - Seleksi UKK Dirut dan Dewa...
05:15 - Cegah Karhutla, Babinsa di...
16:42 - Disparbud Napak Tilas Seja...
14:05 - Cetak SDM Cerdas, Sekda Aj...
 
Waspada, Beruang Madu Kembali Serang Petani saat Sadap Karet di Rohul
Senin, 01/07/2019 - 06:03:07 WIB
Ilustrasi Beruang Madu.
Ilustrasi Beruang Madu.
TERKAIT:
 
 

PASIR PANGARAIAN - Kembali terjadi, Beruang Madu serang warga di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Kali ini  korbannya petani karet warga Desa Sungai Salak, Kecamatan Rambah Samo.

Konflik beruang dengan masyarakat sebelumnya juga sudah pernah terjadi. Bahkan sudah memakan korban jiwa seorang wanita petani karet warga Dusun Sungai Deras Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah meregang nyawa setelah bagian kepalanya terkena cakaran Beruang Madu. 

Penyerangan beruang kali ini sama dengan saat itu, dimana  petani tengah menyadap karet di kebunnya.

Diakui Kepala desa Sungai Salak, Haryanto, seorang warganya diserang hewan buas jenis Beruang Madu, mengakibatkan kakinya luka robek dan mendapatkan jahitan dari tim medis. 

Haryanto juga mengatakan, saat ini warganya yang bernama Sapri sudah mendapatkan penanganan dari tim medis.

"Awal kejadian Beruang Madu yang menyerang Sapri, di saat dia sedang  menyadap karet di kebunnya pada Kamis (27/6/19). Ketika itu Sapri tengah menyadap getah karet dengan membawa anak dan‎ istrinya Rika," jelasnya, Minggu (30/6) malam. 

Namun di saat tengah menyadap pohon karet, tiba-tiba istri dan anaknya berteriak-teriak minta tolong ke sang suami, karena dikejar seekor beruang. 

Seketika itu, Sapri yang mendengar serta mengetahui istri dan anaknya dikejar oleh beruang, bergegas menuju istri dan anaknya yang dikejar beruang. Ketika itu Sapri menggantikan posisi istri yang dikejar beruang hingga ia mengalami luka di bagian kaki.

"Dari keterangan Sapri ke saya, di saat anak dan istrinya yang dikejar beruang, Sapri mendatangi dan mengejar beruang, sehingga kakinya sempat terkena serangan beruang, namun saat itu beruang kabur," ungkapnya.

Kades menyatakan, anak dan istri Sapri tidak mengalami luka, namun masih takut untuk pergi ke ladang menyadap karet pasalnya hingga saat ini beruang tersebut belum berhasil ditangkap.

‎Kini warga, ucap Kades, masih takut untuk melaksanakan aktivitas di kebun, karena beruang madu masih belum bisa ditangkap oleh BKSDA Provinsi Riau hingga kini. 

"Saya imbau ke warga untuk berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas di kebun, jangan pergi ke kebun seorang diri, kalau bisa bawa teman atau rekan karena berbahaya, beruang madunya belum ditangkap. Kalau mau pergi juga bawa rekan atau keluarga, dan jangan bawa istri atau anak kecil ke ladang karena sangat berbahaya," harapnya.

Penulis : Feri Hendrawan
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Sekwan Akui Sudah ‎Surati Parpol Terkait Pelantikan Anggota DPRD Rohul Terpilih
  • HUT Yamaha Alfa Scorpii, Indra Surya: 32 adalah Usia Dewasa, Mari Tingkatkan Integritas
  • Harga Cabai Merah di Pekanbaru Berangsur Turun
  • Tidak hanya Bapak-Bapak, Ibu-ibu di Tapung Juga Dapat Program DMPA PT PSPI-APP Sinar Mas Cegah Karhutla
  • Musim Kemarau Riau Berlangsung hingga Sepetember, Malam Nanti Ada Potensi Hujan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved