Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

21:18 - Ketua Timsel Sebut Akan Se...
17:22 - HUT ke 68, IBI Rohul Gelar...
16:44 - Mahasiswa Kukerta Unri 201...
16:21 - Tim Satgas Karlahut Rohul ...
20:35 - Tim Penilai HKG Provinsi A...
16:49 - MPW PP Riau Jelaskan Terka...
06:08 - Bupati Sukiman Sebut Pembe...
09:18 - Festival Pesona Danau Sipo...
06:07 - 100 Persen Desa Berlistrik...
15:59 - Potong Tumpeng hingga Pemb...
15:34 - Lapas Kelas II B Pasirpeng...
17:44 - 20 PPL akan Dapat Kendaraa...
16:45 - Ini Tanggapan Ketua DPRD d...
15:52 - Polres Rohul Pindah ke Ged...
15:04 - Kwaran Gerakan Pramuka Uju...
08:08 - PT Era Sawita Kepenuhan Di...
14:11 - 14 Pejabat Eselon III dan ...
13:21 - Puluhan Pelajar SD dan SMP...
18:37 - Dampak Kabut Asap, Penderi...
14:18 - Pelayanan Kesehatan Gratis...
13:10 - Gerindra Ajukan‎ Abdul H...
16:35 - Bupati Sukiman Berkurban S...
15:56 - Mobil Hias Meriahkan Pawai...
17:31 - Warga Desa RTB Rohul Geger...
18:19 - Dari Belanja DD, Sekitar 5...
16:46 - TNI dan Polri Tempel Maklu...
19:23 - ‎Turis Jepang Kagum deng...
14:50 - Kembangkan Potensi Pariwis...
09:18 - Korwil Pernefri Visitasi I...
20:14 - Petakan Kawasan Rawan Karl...
18:41 - Mitigasi Karhutla Terus Di...
18:05 - ‎Bupati Sukiman Hadiri R...
16:15 - Siapkan Dana Rp430,29 Juta...
15:51 - Sambut HUT ke-74 RI, Bupat...
15:27 - Meski Hotspot Nihil, BPBD ...
07:46 - Diberi Tanjak Bambu, Wagub...
05:55 - DKPP Rohul Ajak Masyarakat...
05:45 - Polisi Masih Selidiki Terb...
18:18 - Bupati Rohul Buka Bursa In...
17:06 - DPRD Akhirnya Rekomendasi ...
16:12 - Fatahnalia Putra Terpilih ...
15:30 - Pemkab Rohul Raih Pengharg...
06:04 - Sikapi Karhutla, Begini Im...
17:08 - Bupati Sukiman Minta Desa ...
16:40 - Rohul Gelar Rapat Koordina...
14:36 - Sekda Rohul Tinjau Kerusak...
18:09 - Masih Menunggu, Inilah Har...
17:25 - Dorong Masyarakat Bayar PB...
17:14 - Untuk Penuhi Kebutuhan Air...
16:08 - Seleksi UKK Dirut dan Dewa...
05:15 - Cegah Karhutla, Babinsa di...
16:42 - Disparbud Napak Tilas Seja...
14:05 - Cetak SDM Cerdas, Sekda Aj...
12:29 - Kukerta di Desa Sialang Ja...
17:30 - Sekda Rohul Berharap Masal...
17:05 - Sekda Nyatakan Bursa Inova...
16:26 - Pekan Depan 3 Calon Dirut ...
15:12 - Theo Rapi Ridwan dan Siti ...
17:18 - 2 September, Anggota DPRD ...
16:47 - Dibuka Sekda, PWI Rohul Ta...
 
Tari Burung Kuayang di Ulak Patian Rohul Tercatat Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Jumat, 21/06/2019 - 14:35:46 WIB
Tari Burung Kuayang.
Tari Burung Kuayang.
TERKAIT:
 
 

PASIR PANGARAIAN - ‎Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tengah memverifikasi Tari Burung Kuayang di Desa Ulak Patian, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

Tim verifikasi Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, terdiri Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Indonesia Sulistyo Tirtokusumo, serta Andhini Widyasari dan De Budi Sudarsono Staf Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya.

Kedatangan tim verifikasi disambut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rohul Drs Yusmar MSi di kantornya, Rabu (19/6/2019), didampingi Sekretaris Disparbud Rohul Fajar Sidqy, Kepala Bidang Kebudayaan Fitriani, dan para pegawai.

Staf Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Andhini Widyasari, mengakui kedatangan perwakilan Kemendikbud ke Kabupaten Rohul untuk melakukan verifikasi Tari Burung Kuayang yang diajukan Pemkab Rohul untuk menjadi warisan budaya takbenda nasional di Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan.

"Sekarang ini jadi prioritas nasional, yaitu warisan budaya takbenda Indonesia, jadi dari R salah satunya adalah Tari Burung Kuayang," ungkap Andhini di Kantor Disparbud Rohul, Rabu kemarin.

Adhini mengatakan, verifikasi langsung Tari Burung Kuayang dilakukan setelah melalui pembahasan bersama tim ahli.

"Dari penilaian tim ahli kami di tingkat Nasional dirasa perlu dilakukan verifikasi langsung warisan budaya tak benda ini seperti apa, karena dari datanya mengalami perubahan, dari ritual pengobatan sekarang diangkat menjadi seni pertunjukan," ungkapnya.

Juga diakui Andhini, setiap warisan budaya tak benda yang akan diverifikasi telah tercatat dan dilakukan verifikasi langsung. Sedangkan untuk penetapan baru dilakukan setelah proses penilaian dan verifikasi langsung.

Srbutnya,Tari Burung Kuayang satu-satunya warisan budaya takbenda di Provinsi Riau yang diverifikasi oleh tim dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud selama dua hari ini.

Di Indonesia sambung Andhini, ada lebih dari 600 warisan budaya tak benda yang diajukan dari 34 provinsi‎, namun hanya sekira 200 lebih warisan budaya tak benda yang terseleksi.

Dari lebih 200 warisan budaya tak benda tersebut, ada 15 warisan budaya tak benda di 15 daerah yang dilakukan verifikasi langsung oleh tim, salah satunya Tari Burung Kuayang yang berasal dari Desa Ulak Patian, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rohul.

Nantinya setelah verifikasi langsung, tambah Andhini, tim akan membahasnya lagi bersama tim ahli dan sidang warisan budaya tak benda, dan selanjutnya dilakukan penetapan untuk tingkat Nasional, ditandai dengan penyerahan sertifikat, dalam bentuk perayaan dan seni pertunjukan langsung di Jakarta.

Menurutnya, pencatatan warisan budaya tak benda ini adalah upaya Kemendikbud dalam melakukan pelestarian warisan budaya yang ada di Indonesia, karena semakin lama tergerus dengan budaya-budaya modern dan budaya luar.

"Kita lupa bahwa kita sendiri itu punya warisan‎ budaya yang adiluhung (tinggi mutu) istilahnya yang sangat luar biasa, sangat kaya se-Indonesia, yang berbeda-beda setiap sukunya.

"Kita lebih ke pelestarian supaya ke depannya anak cucu kita atau keturunan kita semuanya mengetahui dan memiliki jadi diri bahwa kita ini Bangsa Indonesia yang memiliki banyak warisan budaya," pungkas Andhini.

Masih di tempat sama, Kepala Disparbud Rohul, Yusmar,‎ mengucapkan terima kasih kepada tim Kemendikbud yang akan melakukan verifikasi langsung salah satu warisan budaya tak benda di daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk ini.

Dikatakannya, bahwa Tari Burung Kuayang memang unik sehingga diajukan ke Kemendikbud. Tarian asal Desa Ulak Patian ini dulunya hanya sebuah ritual pengobatan, namun lambat laun ritual tersebut menjadi budaya pertunjukan.

‎Yusmar mengungkapkan dulunya Tari Burung Kuayang merupakan sebuah ritual pengobatan masyarakat adat, karena belum adanya petugas kesehatan saat itu.

"Jadi ritual pengobatan ini dilakukan saat ada warga yang sakit. Saat itu memang belum ada petugas kesehatan saat ini," ungkap Yusmar, yang pernah menjabat Kabag Humas Setdakab dan Kepala Disdukcapil Rohul.

Yusmar mengaku, sebelum diajukan ke Kemendikbud, melalui Pemprov Riau, Tari Burung Kuayang telah dilakukan proses penelitian.

"Alhamdulillah kita mendapatkan satu calon warisan budaya tak benda dari Kabupaten Rohul yaitu Tari Burung Kuayang‎ yang awalnya sebuah tradisi pengobatan," kata Yusmar.

"Artinya proses pengusulan dari kabupaten melalui provinsi sudah sampai ke pusat, dan Pemerintah Pusat menanggapi dan masuk dalam kategori yang perlu ditinjau ke lapangan," ujarnya.

Menurut Yusmar, dengan dilakukan verifikasi langsung ke Desa Ulak Patian, tentunya tim verifikasi akan melihat langsung bagaimana sebenarnya tradisi yang dulu merupakan tradisi pengobatan sekarang sudah dirubah menjadi tradisi atau pertunjukan.

"Pertama, atau tradisi dulunya (Tari Burung Kuayang) sebenarnya masih dipengaruhi agama Hindu. Yang kedua belum adanya dokter atau bidan pada waktu itu,"‎ ungkapnya lagi.

Yusmar menambahkan Tari Burung Kuayang‎ merupakan suatu tradisi lokal yang sudah turun-temurun. Namun dengan kemajuan dan perkembangan zaman, serta perpindahan masyarakat dari agama Hindu ke Islam, ritual tersebut mulai ditinggalkan.

Setelah adanya pembangunan, masyarakat tempatan mengubah tradisi pengobatan tersebut sebagai tradisi pertunjukan Tari Burung Kuayang dan telah dikenal di tingkat nasional.‎

"Kita berdoa tahun ini Rohul dapat lagi warisan budaya takbenda secara nasional, dalam rangka menambah kekayaan budaya kita," ucap Kepala Disparbud Rohul, Yusmar.‎ (Adv/Pemkab Rokan Hulu)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Rusuh Manokwari, Ini Pesan Damai dari Masyarakat Papua di Riau
  • Pin Emas DPRD DKI Rp1,3 Miliar, Pengamat: Pemborosan
  • Denda Masih Diampuni, Segera Bayar PBB Sebelum 31 Agustus
  • Luas Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau Mencapai 5.345 Hektare
  • Ketua PDPM Rohil Ajak Masyarakat Rajut Kebhinekaan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved