Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

17:15 - Gas Elpiji 3 Kg Langka, Ka...
14:57 - Bupati Suyatno Lantik Pimc...
14:26 - Terhalang HPH PT Diamond, ...
11:08 - KPA Kembali Sosialisasikan...
10:28 - Pemkab Rohil Terima Pengha...
10:35 - Bupati Suyatno Apresiasi K...
17:28 - Amankan Pilpeng Serentak, ...
05:38 - Curah Hujan Tinggi, BPBD M...
15:01 - Bupati Suyatno Apresiasi B...
14:57 - Pemkab Rohil Peringati Mau...
16:19 - Wabup Rohil Serahterimakan...
15:44 - DBH Triwulan IV segera Dik...
19:48 - Kategori Wisata, Rohil Rai...
11:54 - Pemkab Rohil Gali dan Pole...
15:26 - Bupati Suyatno Intruksikan...
15:24 - Puluhan Calon Peserta Oper...
12:30 - Dinsos Rohil Verifikasi Ul...
14:58 - Pemcam Pujud Dukung Pemkab...
16:52 - Pemkab Rohil Terus Benahi ...
13:11 - Gaji Bidan PTT Dibayarkan ...
13:34 - Sekda Rohil Lantik 44 Peja...
18:40 - Pelelangan Aset Mobil Mili...
15:38 - Polres Rohil Gelar Pengaji...
14:47 - Diskes Rohil Tekankan agar...
13:17 - Sudah Lama Dambakan Islam,...
11:56 - Perekaman e-KTP di Rohil s...
16:32 - Akhir Tahun Ini, Lion Club...
11:18 - Polres Rohil Gelar Sertija...
15:39 - Tutup TMMD Reguler ke-100 ...
13:23 - Bupati Suyatno Resmikan Po...
16:10 - Bupati Suyatno Terima Pene...
13:10 - Pemkab Rohil Sejahterakan ...
17:17 - Peringati Hari Santri Nasi...
14:12 - Dokter RSUD dr RM Pratomo ...
11:45 - Kodim 0321/Rohil Kebut Pem...
11:59 - Rangkaian HUT ke-67, IDI R...
17:19 - Tingkatkan PAD, Situs Peni...
15:50 - Tiga Sasaran Fisik TMMD Ko...
17:04 - IDI Rohil Ajak Seluruh Dok...
11:44 - Kanker Otak, Ayah 3 Anak d...
14:03 - Bupati Suyatno Pimpin Lang...
15:47 - Bupati Rohil Lantik Pengur...
14:26 - Pemkab Rohil Sejahterakan ...
13:09 - Lepas Peserta Fun Bike, Wa...
13:05 - Hari ke 10 TMMD Rohil, Pra...
12:14 - Bupati Suyatno Terima Ulos...
15:37 - Parit N 15 Dinormalisasi, ...
17:57 - Bupati Rohil Minta Pembang...
13:54 - KPA Rohil Gencarkan Sosial...
10:46 - Prajurit Bersama Warga Roh...
 
Advertorial Pemkab Rohil
Tingkatkan PAD, Situs Peninggalan Sejarah di Rohil Dilabeli Kaca
Selasa, 24/10/2017 - 17:19:46 WIB
Bupati Suyatno berbincang dengan keturunan Kapitan
Bupati Suyatno berbincang dengan keturunan Kapitan
TERKAIT:

BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) akan memoles kembali berbagai situs peninggalan sejarah zaman Belanda sebagai salah satu kota yang banyak menyimpan sejarah. Salah satu situs yang akan dibenahi itu adalah rumah kapitan dan melabeli bekas peninggalan kapitan dengan kaca agar tidak hilang dan rusak.

"Saya sudah melihat langsung salah satu objek wisata yakni eks rumah kapitan. Saya agak tertegun melihat kondisi rumah itu dan sangat merasa prihatin dengan kondisinya. Padahal, jika eks rumah kapitan itu dikembangkan bisa menjadi salah satu objek wisata negeri seribu kubah. Makanya saya langsung berhadapan dengan salah satu keturunan kapitan yaitu Tono, dimana keturunan kapitan itu menyanggupi apa yang menjadi niat baik kita untuk membenahi rumah tua tersebut," Kata Bupati Rohil, H Suyatno Amp.

Untuk membenahi gedung tua milik kapitan dizaman kepemerintahan belanda itu kita tentunya akan melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan pihak keluarganya. "Alhamdulillah pihak keluarganya sudah menyetujui kalau rumah kapitan itu kita benahi untuk dijadikan objek wisata. Kalau tahap awal biarlah hasil dari kunjungan para wisatawan itu dinikmati oleh keluarganya. Bagi kita yang terpenting itu bagaimana daerah kita ini ramai dikunjungi oleh para wisatawan," kata Suyatno.

Ia mengatakan ada beberapa item yang sangat menarik. Pertama adalah alat musik berupa piano buatan belanda. Kemudian yang kedua adalah tempat tidur kapitan, foto-foto kapitan dan keluarga, serta topi kapitan yang saat ini masih ada di Kota Batam, Propinsi Kepri. "Untuk topi kapitan sudah kita hubungi pihak keluarganya dan Insha Allah dalam waktu dekat topi kapitan itu akan dikirim ke Bagansiapiapi untuk dilabeli dengan kaca," ujarnya.

Jika barang-barang peninggalan kapitan itu diserahkan pihak keluarganya kepada Pemkab Rohil, maka akan kita jadikan objek wisata. "Barang-barang peninggalan kapitan itu sudah saya minta Disparpora untuk menjaganya dengan baik. Agar tidak rusak, maka barang-barang bersejarah itu dikurung di dalam kaca agar tidak disentuh oleh pengunjung," ujarnya.
Bupati meninjau Kuburan Keluarga Kapitan.

Terkait renovasi bangunan sebutnya kerusakannya cukup berat dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Makanya nanti bilamana pihak keluarga sudah menyetujui dilimpahkan pengelolaannya ke Pemkab Rohil, maka kita akan meminta dana ke pemerintah pusat untuk merenovasi semuanya itu. Selain dari pada itu, Makam kapitan dan istrinya yang berlokasi di Jalan pahlawan gang Candu (sekarang jalan Putra, red) juga akan dibenahi.

"Jika pengunjung berkunjung kerumah kapitan tentunya juga akan mengunjungi makam kapitan. Makanya kita akan siapkan transportasi becak hias seperti yang ada di negara Malaysia agar wisatawan mudah untuk berkunjung setiap saat," Pungkasnya.

Situs Peninggalan Belanda dan Portugis Terus Digali
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) akan terus menggali kembali berbagai situs peninggalan zaman ke pemerintahan Belanda dan Portugis yang ada di pusat ibukota Bagansiapiapi. Selain mampu meningkatkan Pendapatan Asil Daerah (PAD) di sektor kepariwisataan tentunya juga sebagai salah satu bentuk dan upaya pemerintah daerah untuk mengangkat kembali nama ibukota bagansiapiapi yang memiliki banyak sejarah agar tidak hilang hingga sampai ke anak cucu.

Sebagaimana yang di ketahui dulunya kota bagansiapiapi sangat berjaya dan mendapatkan predikat sebagai kota nomor satu penghasil ikan di indonesia dan nomor dua di dunia setelah negara norwegia. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya bekas besi tiang pelabuhan internasional yang terletak di areal perkantoran Bea Cukai (BC) Pratama Bagansiapiapi yang panjangnya lebih kurang 200 meter. Konon bekas besi tua pelabuhan itu dulunya dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1931.

Selain dari pada itu, kejayaan Kota bagansiapiapi dulunya juga dibuktikan dengan berdirinya Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada tahun 1917 di Bagansiapiapi yang menandakan perekonomian masyarakat pada saat itu sudah maju. Kemudian pada tahun 1946 pelabuhan itu tidak bisa lagi dipergunakan akibat terjadinya pendangkalan laut yang membuat kapal dunia tidak bisa berlayar dan berlabuh di pelabuhan tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Rohil, Drs H Surya Arfan Msi telah melakukan peninjauan ke beberapa tempat situs peninggalan Belanda dan Portugis. Ia berjanji dalam waktu dekat dirinya akan meminta Dispora dan Disdik Rohil untuk mendata dan membenahi berbagai situs peninggalan sejarah yang ada di Rohil, khususnya di Bagansiapiapi.


Sekda melihat Meriah peninggalan Portugis.

"Wisata pokok kita saat ini hanya ritual bakar tongkang, dan wisata bahari pulau jemur. Namun situs peninggalan sejarah yang ada juga memiliki nilai jual dan jika digali dengan maksimal akan mampu menambah PAD. Maka dari itu kita minta disparpora untuk melakukan pendataan dan membenahi situs yang ada secara maksimal," pinta Surya Arfan.

Disebutkan, saat ini bekas pelabuhan internasional yang merupakan pelabuhan ekspor impor dunia saat ini masih ada besinya. Maka dari itu kita berupaya untuk membangkitkan kembali sejarahnya agar anak cucu kita nanti mengetahui kalau Bagansiapiapi dulunya pernah berjaya di mata dunia.

Kemudian yang akan digali sejarahnya adalah Rumah dinas BRI yang telah berdiri sejak tahun 1836, rumah kapitan, dan water leading yang telah dibangun pemerintah belanda pada tahun 1924. "Kalau rumah dinas BRI akan kita jadikan museum dan sejarahnya akan kita gali. Sementara situs lainnya akan kita benahi dengan baik," janjinya.

Selain itu lanjutnya, RSUD Dr RM Pratomo juga akan dijadikan situs bersejarah. Dimana rumah sakit itu dulunya dibangun oleh pratomo yang istrinya orang belanda. "Sebenarnya banyak situs bersejarah di kota bersejarah ini, namun belum kita gali secara masimal. Makanya kita telah bertekat dengan bulat untuk menggali dan membenahi berbagai situs bersejarah di negeri seribu kubah ini agar sejarah tidak terlupakan hingga akhir zaman," tandasnya.

Warisan untuk Anak Cucu
peninggalan belanda maupun peninggalan portugis yang ada di negeri seribu kubah dinilai Selain mampu meningkatkan Pendapatan Asil Daerah (PAD) di sektor kepariwisataan juga sebagai salah satu upaya agar situs yang ada nantinya bisa diketahui oleh anak cucu dimasa mendatang.

"Situs bersejarah terus kita gali dan kembangkan secara bertahap, ini merupakan salah satu bentuk dan upaya pemerintah daerah untuk mengangkat kembali nama Ibu Kota Bagansiapiapi yang menyimpan banyak sejarah agar tidak hilang hingga sampai ke anak cucu," kata Surya Arfan.

Dulunya kota bagansiapiapi sangat berjaya dan mendapatkan predikat sebagai kota nomor satu penghasil ikan di Indonesia dan nomor dua di dunia setelah negara norwegia. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya bekas besi tiang pelabuhan internasional yang terletak di areal perkantoran Bea Cukai (BC) Pratama Bagansiapiapi yang panjangnya lebih kurang 200 meter. Konon bekas besi tua pelabuhan itu dulunya dibangun oleh pemerintah belanda pada tahun 1931.

Selain itu, kejayaan Kota Bagansiapiapi dulunya juga dibuktikan dengan berdirinya Bank Rakyat indonesia (BRI) pada tahun 1917 di bagansiapiapi yang menandakan perekonomian masyarakat pada saat itu sudah maju. Kemudian pada tahun 1946 pelabuhan itu tidak bisa lagi dipergunakan akibat terjadinya pendangkalan laut yang membuat kapal dunia tidak bisa berlayar dan berlabuh di pelabuhan tersebut.

"Wisata kita saat ini hanya ritual Bakar Tongkang, dan wisata baharinya pulau jemur. Namun situs peninggalan sejarah yang ada juga memiliki nilai jual dan jika digali dengan maksimal akan mampu menambah PAD. Maka dari itu kita bersama Disparpora terus melakukan pendataan dan membenahi situs yang ada secara maksimal," terangnya bercerita.

Miliki 5 Cagar Budaya yang Dilindungi
Pemerintah Kabupaten (pemkab) Rokan Hilir (Rohil) memiliki 5 cagar budaya yang telah terdaftar dibalai pelestarian cagar budaya batu sangkar, Propinsi Sumatra Barat (sumbar). Kelima cagar budaya itu telah dilindungi oleh undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.

"Kita telah mendaftarkan sebanyak 30 cagar budaya dibalai pelestarian cagar budaya batu sangkar, namun yang dilindungi itu cuma ada lima cagar budaya," kata Kepala Seksi (Kasi) sejarah kepurbakalaan dan Museum Disparpora Rohil, Zakia Hada.

Kelima cagar budaya itu adlah kelenteng ing hok king, Rumah Kapitan, Gereja Khatolik yang terletak dikota Bagansiapiapi. Kemudian Candi Sintong yang terletak dikecamatan Pujud, dan terakhir adalah situs sedinginan yang terletak dikecamatan Tanah Putih," ujarnya.

"memang kemaren kita mendaftarkan sebanyak 30 cagar budaya, namun yang dilindungi itu hanya lima. Sedangkan 25 lainnya termasuk eks palabuhan sei garam yang terletak diarel kantor bea Cukai juga telah terdaftar di balai pelestarian cagar budaya batu sangkar," terang Zakia.

Agar Cagar budaya yang ada tidak diganggu dan bisa dilestarikan sebagai tempat objek wisata negeri seribu kubah, maka dalam dekat pihaknya akan membentuk Tim yang khusus menangani cagar budaya dan aset sejarah lainnya dirohil. "kita akan bentuk tim, kemudian setiap cagar budaya akan dipasang plang agar lebih diketahui masyrakat," janjinya.

Disambungkan, adapun tim yang nantinya bertugas menangani cagar budaya dirohi itu terdiri dari Disparpora Rohil, Bappeda, Balai Persatuan batu sangkar, akademisi, dosen sejarah kepurbakalaan, serta pihak terkait lainnya, "pungkasnya. (Adv/zal)




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Bhabinkamtibmas Polsek Bantan Bagi Sembako Kepada Masyarakat Kurang Mampu
  • Wakil Bupati Minta Penahanan Tersangka Kadis PUPRPKP Meranti Ditangguhkan
  • Minim Sponsor, Event Triathlon di Pekanbaru Ditunda
  • Tingkatkan Pelayanan pada Masyarakat, Polres Pelalawan Gerakkan Mobil SIM Keliling
  • Ayahanda Meninggal, Suparman Tidak Sempat Bertemu untuk Terakhir Kalinya
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved