Tendang Petugas LP Pekanbaru
Golkar Minta SBY Pecat Wamenkumham
Selasa, 03 April 2012 - 19:06:39 WIB
 |
| Agun Gunajar Sudarsa |
TERKAIT:
JAKARTA-Politikus Partai Golkar Agun Gunajar Sudarsa meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memecat Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana karena telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru Darso Simanjuntak saat melakukan inspensi mendadak ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pekanbaru, Senin (2/4) dinihari. Sebagai seorang Wamen, Pakar Hukum dan Guru Besar Hukum, Denny Indrayana menurut Agun tidak sepatutnya melakukan cara yang dianggap melecehkan petugas Lapas.
''Saya meminta Presiden SBY mengambil tindakan tegas untuk segera memecat Denny sebagai Wamenkumham. Tindakan Denny menampar dan ajudannya menendang petugas Lapas menurut saya tidak pantas dilakukan oleh seorang pakar hukum, guru besar hukum dan wakil mentri hukum dan HAM. Tindakan ini tidak bisa dibiarkan tanpa ada konsekuensi,'' ujar Agun di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/4).
Peristiwa penganiayaan Wamen tersebut tejadi pada Senin (2/4) dinihari ketika bersama ajudannya didampingi aparat BNN yang berpakaian serba hitam dan berpenutup muka ingin mengambil tiga arapidana pencucian uang yang diduga menggunakan narkoba pada dini hari tadi.
"Pada jam 02.00 WIB, Wamenkumham didampingi petugas dengan topeng. Dalam keadaan pintu tertutup, Wamen loncat ke pintu gerbang. Dia gedor minta dibuka. Lalu dibuka diintip dari pintu dia teriak ini Wamen. Dia tidak membuka pintu karena ada protap harus hubungi kalapas, " kata Ketua Komisi II DPR RI itu
Mendapat penolakan Denny pun marah dan terjadi perang mulut. Denny pun menampar Darso dan ajudannya menendang petugas Lapas lainnya."Terus menanyakan kamar 3 orang tersebut. Kemudian diantar ke pemegang kunci oleh petugas yang punya kunci, namanya Maslan, ini sempat dipegang kerahnya oleh ajudan, " kata Agun.
Agun berpendapat langkah Denny yang kerap melakukan sidak, dinilai berbagai pihak sebagai tindakan over acting. ''Saya juga merasa tindakan ini over acting, masak menjemput 3 orang saja dan satu orang petugas yang katanya memfasilitasi ketiga napi ini harus membawa pasukan seperti itu,'' ujarnya.(Bams)
Komentar (3 Komentar)
@ taufiq deny rumongso, 04 April 2012 | 10:17:38 WIB Ketahuan belangnya si prof ini tidak pernah jadi aktifis, dengan jabatan wamenkumham ia sok kuasa. Jadi ngibul kalau ia pernah jadi advokat paling cuma magang beberapa bulan.
Paling cocok ia diadili baru dipecat,semua aktifitasnya over acting kalau rapat suka bisikin menterinya,seolah ia yang kuasa.
@ si ipir, 05 April 2012 | 10:19:34 WIB wahai teroris, perampok, gerakan pengacau keamanan. saya kasih tahu anda kalau mau bebasin teman anda di lapas, serbu aja lapas sambil teriak " ini wamen-ini wamen". KARENA SEKARANG ADA S.O.P BARU, di kemenkumham KALAU ADA YANG TERIAK BEGITU TANPA PIKIR PANJANG PETUGAS LAPAS HARUS SEGERA MEMBUKA PINTU LAPAS. oke... :((
@ H.ABD.MUIS,M.Pd, 15 April 2012 | 19:11:33 WIB Saya ini menyampaikan yang netral saja, janganlah kita selalu membesar-besarkan yang kecil atau yang ebsar kalau manusia ini ada silab dan janggal oleh sebab itu mari kita selalu memaafkan kesalahan yang sudah itu untuk yang akan datang kita apalatakkilun
Isi Komentar :