Pendidikan
BREAKING NEWS :
Gerakkan Masyarakat Gemar Makan Ikan, Forikan Riau Gelar Rakorda
 
Warga Koto Gasib Keluhkan Mahalnya Harga Buku
Minggu, 22/12/2013 - 14:01:13 WIB

SIAK-Hingga kini masyarakat masih bingung dengan program pendidikan sekolah gratis. Karena masih banyak saja orang tua murid yang anaknya sekolah masih harus diwajibkan membayar buku mata pelajaran dengan harga yang cukup memberatkan, terlebih bagi warga yang memiliki anak sekolah lebih dari satu orang.

Salah satu warga kecamatan Koto Gasib Samsul (33) Minggu (22/12) mengeluhkan anaknya yang masih duduk di Sekolah Dasar Negeri kelas dua itu membeli buku dengan harga yang cukup tinggi yang mana untuk membeli 3 judul mata pelajaran saja harus mengeluarkan biaya puluhan ribu rupiah.

"Saya sangat keberatan pihak sekolah menjual buku kepada anak saya dengan harga cukup mahal padahal masih duduk dikelas 2 SD," ujar Samsul.

Lanjut pria yang bekerja sebagai buruh ini, ia memiliki 3 orang anak yang saat ini sudah 2 yang sekolah dan hal itulah yang membuat ia keberatan.

"Penghasilan yang saya dapat tiap bulanya hanya cukup untuk makan serta kebutuhan rumah tangga lainnya," kata Samsul.

Pria ini menjelaskan bahwa guru-guru sekolah anaknya sering memberikan buku-buku mata pelajaran dan harus dibeli.

"Kalau tidak dibeli, anak saya tidak mau sekolah dan menangis, jadi mau tidak mau saya pun terpaksa membelinya walaupun berat, selain itu pihak sekolah  pun tidak pernah melihat kemampuan setiap wali murid seperti saya," ungkap Samsul.

Terkait hal masih adanya ulah beberapa sekolah yang memperjualbelikan buku kepada anak-anak murid yang memberatkan wali murid. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak  Kadri Yafis ketika dihubungi via selulernya mengatakan bahwa ia mengucapkan terima kasih atas informasinya dan akan melakukan pengecekan serta memberi sangsi kepada kepala sekolah yang bersangkutan.

"Kita interogasi dulu kepala sekolahnya baru diberikan sanksi," sebut Kadri.

Lanjut Mantan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga ini justru bertanya kepada awak media ini dan ingin tau supaya diberikan sanksi.

"Sekolah mana itu? Biar saya berikan sanksi pada kepala sekolah nya," kata nya lagi singkat.

Hanya saja ketika ditanya jenis sanksi yang akan dilakukan, kepala dinas tidak bisa menjelaskan secara spesipik jenis sanksi yang akan dijatuhkan. (Soleman/MRNetwork)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Gerakkan Masyarakat Gemar Makan Ikan, Forikan Riau Gelar Rakorda
  • Jamaah Umrah Terus Padati Bandara SSK II Pekanbaru
  • Lawan Korupsi, Jangan Jadikan Pesantren sebagai Tempat Cuci Uang
  • Terdesak di Timur Tengah, ISIS akan Cari Target Baru
  • Jelang HAKI, KPK Gelar Diskusi Publik Buku "Jihad NU Melawan Korupsi"
  •  
    Komentar Anda :

     
    Potret Lensa
    Duta Museum Riau 2016
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved