Pendidikan
BREAKING NEWS :
Trump ke Erdogan 'Jangan Bodoh!', Suratnya Dilempar ke Tong Sampah
 
Agar Siswa Hasilkan Gagasan Sendiri, 194 Guru Riau Dilatih Tanoto Foundation
Selasa, 03/09/2019 - 14:29:01 WIB
 Pelatihan fasilitator daerah dan LPTK Modul II yang dilaksanakan di Hotel Grand Labersa.
Pelatihan fasilitator daerah dan LPTK Modul II yang dilaksanakan di Hotel Grand Labersa.
TERKAIT:

PEKANBARU - Untuk mengembangkan pembelajaran yang berkualitas, guru perlu memfasilitasi siswa belajar melakukan penyelidikan dan penemuan hasil dari proses pembelajaran di kelas.

Capaian keberhasilan siswa tidak hanya diperoleh pada saat mencapai nilai tertinggi, namun siswa juga mampu mengungkapkan gagasan dari pemikirannya sendiri sebagai imbas dari pembelajaran berkualitas yang dilakukan guru.

Hal tersebut mengemuka ketika Tanoto Foundation melatih 194 guru, kepala sekolah, pengawas, dan dosen LPTK Universitas Riau dan UIN Sulthan Syarif Kasim modul II Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran), mulai 3 September sampai 5 September 2019.

Pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Grand Labersa tersebut mempersiapkan para fasilitator daerah dan dosen untuk melatih kembali para guru, kepala sekolah dan pengawas di sekolah dan madrasah mitra di empat Kabupaten/Kota, yaitu Kota Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Siak, dan Bengkalis, serta mitra LPTK dalam mengimplementasikan materi modul II.

Selain ke-4 kabupaten mitra dan dosen LPTK, Tanoto Foundation juga melatih fasilitator lokal Program STEP dan sekolah dampingan School Improvement Program dari APRIL.

“Kita memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam menerapkan pembelajaran yang menitikberatkan pada penyelidikan dan penemuan seperti gagasan secara mandiri oleh siswa di kelas. Pelatihan ini juga mengintegrasikan peningkatan program pengembangan budaya baca di sekolah, dan manajamen sekolah yang mendukung keberhasilan pembelajaran,” kata Program Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation Stuart Weston, Selasa (3/9/2019).

Sementara itu, Kepala Pelatihan Guru dan Sekolah Tanoto Foundation, Ujang Sukandi mengatakan bahwa kualitas hasil belajar siswa sangat bergantung pada kualitas proses pembelajaran yang kuncinya dimainkan guru.

“Pelatihan ini menjadi penting bagi guru dan dosen karena pelatihan ini lebih berfokus pada pembahasan 'ruh' pembelajaran masing-masing mata pelajaran, Keterampilan dan proses apa yang mesti dikembangkan dalam masing-masing mata pelajaran tersebut. Dengan 'ruh' dan pemodelan pembelajaran yang diikuti peserta, peserta diharapkan dapat merancang pembelajaran yang baik untuk topik-topik lain,” tutur Ujang.


Ujang berharap, setelah mengikuti pelatihan modul II ini, siswa akan mengalami pembelajaran yang memungkinkan mereka membangun sendiri gagasan mereka. “Penyelidikan dan penemuan siswa hendaknya diapresiasi oleh guru, dan kalaupun hasilnya tidak seperti yang diharapkan, tidak perlu disalahkan, melainkan ditanya, apa kira-kira yang menyebabkan hasilnya seperti itu, tidak disalahkan,” ungkapnya.

*Berpraktik Mengajar*


Setelah peserta dilatih mempraktikkan pembelajaran aktif, manajemen sekolah dan budaya baca, pada hari ke tiga peserta pembelajaran diwajibkan berpraktik mengajar di kelas berdasarkan perencanaan yang disusun selama pelatihan.

"Semua wajib berpraktik mengajar untuk mendapatkan pengalaman konkret dalam mengimplementasikan gagasan yang diperoleh dalam pelatihan,” kata Koordinator Provinsi Tanoto Foundation Riau Dendi Satria Buana.

Pada praktik mengajar ini, guru dan dosen akan berkolaborasi dalam menerapkan rencana pembelajaran yang dibuat bersama dan mengevaluasi apa yang berhasil dan apa yang masih perlu diperbaiki lebih lanjut.

*Manajemen untuk Keberhasilan Pembelajaran*


Untuk fasilitator manajemen berbasis sekolah, mereka mendapatkan materi kaji ulang pembelajaran hasil pelatihan modul I.

Selain itu, di modul II ini peserta mendapatkan materi kepemimpinan dalam pembelajaran,  pengelolaan program budaya baca, dan menyusun transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sekolah.

“Materi ini untuk memfasilitasi sekolah dalam mengembangkan manajemen yang mendukung keberhasilan pembelajaran. Ketika para fasilitator melatih dan mendampingi dalam pelatihan sekolah, kepala sekolah, guru, komite sekolah dapat bekerja sama dalam mengimplementasikan manajemen yang mendukung keberhasilan pembelajaran,” kata Dendi Satria Buana.

Penulis : Delvi Adri
Editor : Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Trump ke Erdogan 'Jangan Bodoh!', Suratnya Dilempar ke Tong Sampah
  • Daihatsu Day Siapkan Promo Spesial, Astra Daihatsu Siap Layani Konsumen Hari Ini
  • Ketua DPRD Dukung Provinsi Riau Pesisir
  • UU Baru sudah Berlaku, Anehnya, KPK Belum Terima Dokumen Resminya
  • Warga Riau Berbondong-bondong Urus Pemutihan Denda Pajak
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Wagubri Buka Pelatihan Jurnalistik Sekolah di SMAN 1 Pekanbaru
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved