BREAKING NEWS :
Wawako Dumai Hadiri Musrenbangnas di Jakarta
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA

16:38 - Wan Thamrin Hasyim Terpili...
17:10 - Kemendagri Gelar Asistensi...
22:57 - Tinjau Pasar Ikan di Inhil...
09:19 - Penasaran dengan Budaya Me...
17:29 - Pembangunan Flyover Ska Op...
15:47 - Sekdaprov Riau Hadiri Jiha...
17:05 - Gubernur Riau Serahkan LPP...
16:12 - Pemprov Riau Targetkan Kun...
11:11 - Tiba di Riau, Ibu Negara d...
05:59 - Beri Contoh ke Masyarakat,...
12:14 - Gubri: Selain Migas Riau J...
11:45 - Solusi Rekrutmen Naker, Gu...
12:21 - BKKBN Terima Penghargaan S...
14:23 - BKKBN Riau Bertekad Bebas ...
09:29 - Produk Kerajinan Ibu-ibu T...
06:29 - Arsyadjuliandi Rachman Ser...
08:14 - Gubri Tegaskan ASN Pemprov...
10:50 - Apel Siaga, Gubri Klaim An...
08:49 - Menpar Tetapkan Bono sebag...
09:12 - Demi Riau yang Lebih Baik,...
 
Menpar Tetapkan Bono sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia
Jumat, 03/02/2017 - 08:49:15 WIB
Gubernur Riau H.Arsyadjuliandi Rachman saat bersama Menteri Pariwisata RI Bapak Arief Yahya di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta.
Gubernur Riau H.Arsyadjuliandi Rachman saat bersama Menteri Pariwisata RI Bapak Arief Yahya di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta.
TERKAIT:

JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya optimis Riau belum terlambat membangun sektor pariwisata. Selain kaya akan tradisi dan budaya, terutama Melayu, kondisi alam Riau sebenarnya juga tidak kalah menarik.

"Saya sangat yakin Riau belum terlambat. Apalagi Riau diuntungkan dengan letak geografis dan budaya yang sama dengan Malaysia," kata Menpar saat menerima kunjungan Gubernur Riau (Gubri) H. Arsyadjuliandi Rachman didampingi Kadis Pariwisata Fahmizal Usman, di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Hanya saja, dari sekian banyak destinasi wisata di Bumi Lancang Kuning, Menpar menyarankan agar terlebih dahulu ditetapkan satu destinasi yang berkelas dunia. Menpar sendiri setuju bila Riau menetapkan Gelombang Bono sebagai destinasi berkelas dunia itu.

"Setiap provinsi harus ada satu dulu yang kita tetapkan sebagai destinasi berkelas dunia. Kalau Sumut menetapkan Danau Toba karena merupakan danau vulkanik terbesar di dunia, Jogja dan Jateng, Candi Borobudur, Sumbar memilih Mandeh sebagai Raja Ampat-nya Sumatera, dan Riau menurut saya, Gelombang Bono," ujarnya yang langsung diamini Gubri dan Kadis Pariwisata Fahmizal.

Gelombang Bono merupakan fenomena alam yang terjadi di Sungai Kampar, Pelalawan. Gelombang Bono bisa mencapai ketinggian 6 meter dan panjang 40 km. Gelombang Bono menjadi perhatian dunia karena terjadi di sungai bukan di laut. Para peselancar dunia pun sudah banyak yang datang ke Sungai Kampar untuk menantang ganasnya Gelombang Bono ini.

Pemerintah Provinsi Riau dengan sigap menyiapkan berbagai infrastruktur agar masyarakat terutama wisatawan mudah menjangkau kawasan Bono. Tahun Anggaran 2017 ini Pemprov Riau akan menuntaskan infrastruktur jalan menuju Teluk Meranti, Pelalawan. 

"Kita sangat serius membangun dunia pariwisata ini. Hampir seluruh OPD kita minta bersinergi mendukung pembangunan pariwisata," sebut Gubri, seraya menambahkan bahwa tahun ini, misalnya, ada sekitar Rp176 miliar anggaran untuk membangun jalan sepanjang 41 km ke lokasi Gelombang Bono.

Jika infrastruktur jalan ini nanti selesai, maka wisatawan hanya perlu waktu 1,5 sampai dengan 2 jam ke destinasi Gelombang Bono. "Begitu jalan ini selesai, maka jarak tempuh dari Pekanbaru hanya 1,5 jam atau paling lama 2 jam," terang Gubri.

Sesuai penjelasan Menpar, suatu destinasi berkelas dunia, untuk sampai ke sana tidak boleh lebih dari 2 jam karena akan membuat orang merasa bosan.

Di sekitar wisata Gelombang Bono, juga akan disiapkan kawasan eko wisata atau wisata alam. Selain itu, kawasan Bono juga akan ditetapkan kawasan ekonomi khusus, sehingga dapat memacu perkembangan ekonomi masyarakat.

Selain destinasi wisata bono, Pemprov Riau tentu saja juga serius membangun destinasi yang lain. Seperti Tour de Siak, Festival Pacu Jalur, Bakar Tongkang, Candi Muara Takus, Istana Siak, wisata Pulau Rupat dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Menpar meyakinkan bahwa investasi di bidang pariwisata tidak ada ruginya. "Ini investasi yang paling menguntungkan," tegasnya.

Gubernur Riau H.Arsyadjuliandi Rachman didampingi Kadis Pariwisata Fahmizal Usman Audiensi dengan Menteri Pariwisata RI Bapak Arief Yahya di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Wawako Dumai Hadiri Musrenbangnas di Jakarta
  • Batik Jalur Andalan Siap Menambah Ragam Batik di Tanah Air
  • Dibuka Presiden, Gubri Hadiri Musrenbangnas 2017
  • Terkait Kasus Korupsi Pajak Kendaraan di Dispenda Riau, Satu Tersangka Sudah Ditetapkan
  • Peringati Isra Miraj, DLH Bengkalis Santuni Anak Yatim
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved