Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

17:23 - IWARA Taja Program Jumat B...
16:08 - FERT RAPP Bantu Pemadaman ...
16:48 - Ribuan Warga Riau Kompleks...
14:15 - Usai Upacara Bendera, Bupa...
17:50 - RAPP Jalin Silahturahmi de...
22:06 - Usung Konsep Berbagi, PT R...
10:50 - Alumni Penerima Beasiswa T...
16:06 - Kapolda Hadiri Deklarasi A...
08:52 - Kapolres Pelalawan Apresia...
19:06 - Setelah Batik Andalan, Kin...
14:57 - Dukung Pelestarian Adat Me...
22:20 - Jelang Ramadan, Jamaah Wir...
09:31 - PT RAPP Serahkan Bantuan S...
12:09 - KNPI Kerumutan Gelar Trip ...
10:41 - Sambut Ramadan, Anak-anak ...
10:32 - Baru 381 Calon Jamaah Haji...
14:33 - Pemkab Pelalawan akan Tera...
16:22 - Peringati Hari Buruh, Aspe...
15:22 - Putra-putri Pelalawan Dido...
15:51 - Tak hanya Cegah Karhutla, ...
 
Bangun Usaha di Pelalawan Tak Mudah, Kini Pemilik PT Arta Veda Resah
Sabtu, 14/10/2017 - 14:49:58 WIB

PELALAWAN - Membangun sebuah usaha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi membangun bisnis yang besar. Warga Pelalawan asal Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan ini sempat tidak optimis membangun usahanya yang saat ini bernama PT Arta Veda yang bergerak di bidang pembibitan akasia yang memperkerjakan sekitar 500 orang.

Abu Mansyur Matridi mengatakan awal merintis usaha, ia mengaku mengalami kerugian besar. Namun ia dirangkul menjadi mitra bina PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Sejak itu, ia banyak belajar untuk mengelola perusahaan yang ia dirikan.

"RAPP sangat serius dalam membimbing para mitra binanya. Perusahaan ini tidak membiarkan para mitra binanya mengalami kerugian. RAPP menginginkan bisa berkembang bersama-sama,'' kata Ridi, sapaan akrabnya.

Namun, belakangan ini, ia resah dengan isu dicabutnya izin operasional PT RAPP dari media massa. Bahkan, para karyawannya yang merupakan warga Pelalawan juga sampai mengubungi Ridi untuk memastikan apakah benar kabar tersebut. 

"Mereka ada yang sampai datang ke kantor, ada yang menelpon saya. Apakah berita itu benar, mereka cemas kehilangan pekerjaannya. Jujur, saya sendiri bisa mengalami kerugian milyaran rupiah," ujar Ridi.

Dituturkan Ridi, para karyawan cemas karena mereka takut akan kehilangan pekerjaan. Mereka bingung akan bekerja dimana dan bagaimana menafkahi keluarga dan anak-anak mereka.

"Banyak orang yang menggantungkan hidupnya di industri ini. Bukan segelintir orang, tapi ratusan orang," kata Ridi.

Penulis: Andy Indrayanto
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Kesbangpol Inhu Buka Pelatihan Deteksi Dini Bagi Pengurus FKDM
  • Lion Air Jadikan Sulut sebagai Destinasi Populer ke-2 di Indonesia yang Terhubung dengan Tianjin
  • Walau Hari Ini Suhu Riau Panas, Namun Tak Ada Hotspot Terdeteksi
  • Bupati Inhil Lepas Keberangkatan 445 JCH Kloter 3 Embarkasi Batam
  • Miris, Bocah 15 Tahun di Inhu Tertangkap Miliki Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved