Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

14:26 - Perdana di Riau, Pondok Pe...
13:00 - Tiwa dan Suhardi Atlet Par...
14:20 - Usia 19 Tahun, Banyak Pemb...
10:44 - RAPP Stand Terbaik Pelalaw...
16:57 - Ribuan Masyarakat Padati T...
17:28 - DMPA Arara Abadi APP Sinar...
13:00 - Dibuka Bupati, PT RAPP Kem...
15:31 - Buka BID Tingkat Kabupaten...
17:04 - Masyarakat Desa Pekan Tua ...
17:20 - Dana BOS Belum Cair, Sekol...
15:32 - PT SAU Berikan Bantuan ke ...
16:23 - Cetak e-KTP di Pelalawan T...
16:51 - Warga Riau Kompleks Dukung...
12:39 - Anggota PGRI Diminta Dukun...
15:11 - Tersembunyi dari Langgam, ...
16:32 - RAPP Gelar Pelatihan Pembu...
07:53 - Solidaritas Riau Kompleks ...
16:43 - Rayakan Idul Adha, IMRA Ri...
15:18 - Warga Riau Kompleks RAPP L...
08:02 - PT RAPP Hadiri Pembentukan...
 
Bangun Usaha di Pelalawan Tak Mudah, Kini Pemilik PT Arta Veda Resah
Sabtu, 14/10/2017 - 14:49:58 WIB

PELALAWAN - Membangun sebuah usaha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi membangun bisnis yang besar. Warga Pelalawan asal Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan ini sempat tidak optimis membangun usahanya yang saat ini bernama PT Arta Veda yang bergerak di bidang pembibitan akasia yang memperkerjakan sekitar 500 orang.

Abu Mansyur Matridi mengatakan awal merintis usaha, ia mengaku mengalami kerugian besar. Namun ia dirangkul menjadi mitra bina PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Sejak itu, ia banyak belajar untuk mengelola perusahaan yang ia dirikan.

"RAPP sangat serius dalam membimbing para mitra binanya. Perusahaan ini tidak membiarkan para mitra binanya mengalami kerugian. RAPP menginginkan bisa berkembang bersama-sama,'' kata Ridi, sapaan akrabnya.

Namun, belakangan ini, ia resah dengan isu dicabutnya izin operasional PT RAPP dari media massa. Bahkan, para karyawannya yang merupakan warga Pelalawan juga sampai mengubungi Ridi untuk memastikan apakah benar kabar tersebut. 

"Mereka ada yang sampai datang ke kantor, ada yang menelpon saya. Apakah berita itu benar, mereka cemas kehilangan pekerjaannya. Jujur, saya sendiri bisa mengalami kerugian milyaran rupiah," ujar Ridi.

Dituturkan Ridi, para karyawan cemas karena mereka takut akan kehilangan pekerjaan. Mereka bingung akan bekerja dimana dan bagaimana menafkahi keluarga dan anak-anak mereka.

"Banyak orang yang menggantungkan hidupnya di industri ini. Bukan segelintir orang, tapi ratusan orang," kata Ridi.

Penulis: Andy Indrayanto
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • 100 Sembako Disalurkan, BRK Pasir Pangaraian Peduli Korban Banjir‎ Rohul
  • HUT ke-18 Desa Sialang Jaya, Camat Rambah Buka Open Turnamen antar Desa se-Dapil I
  • Diduga Catut Nama Kapolda Riau, 12 Pengusaha Pengrajin Kapal di Rohil Tertipu Rp 60 Juta
  • Hadiri Undangan Masyarakat, Andi Cahyadi Tabur 6 Ribu Bibit Ikan di Sikijang LTD
  • Dukung Transformasi Digital di Indonesia, Telkomsel MSIGHT Perkenalkan Layanan Telco Big Data
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved