Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

17:54 - Madu Foresbi Asli dari Poh...
16:24 - Tak Ada Izin Beroperasi di...
13:22 - Dibuka Wakil Bupati Pelala...
17:01 - Indomaret di RSUD Selasih ...
14:28 - Keppres Belum Keluar, Keme...
11:40 - Tertarik Batik Bono, PKK L...
14:03 - Bupati Harris Minta Eselon...
17:03 - Dua Perusahaan Unit Bisnis...
17:03 - Camat Pelalawan Apresiasi ...
00:02 - Desa Sering dan RAPP Sepak...
17:20 - Warga Kerumutan Minta Cagu...
19:37 - Warga Pelalawan Kesal List...
18:45 - Puan Maharani Ajak Masyara...
15:39 - Dukung Program Pemerintah,...
17:45 - Bupati Pelalawan Pimpin Ap...
10:26 - Pemkab Pelalawan Belum Pas...
05:38 - Bank Riau Kepri Siap Dukun...
16:38 - Bangun Kesadaran Berlalu L...
17:16 - Dekranasda Kampar Belajar ...
16:46 - Bupati Harris Lantik Pejab...
 
PT PSJ Diduga Caplok Lahan NWR 5 Ribu Hektare
Selasa, 08/08/2017 - 16:59:12 WIB

PELALAWAN - Dalam sidang lanjutan yang menyeret Direktur PT. Peputra Serikat Jaya (PSJ), Sudiyono, menjadi tersangka dalam dugaan kasus penggarapan lahan tanpa izin, makin terungkap jika PT. PSJ melakukan pencaplokan lahan area konsesi yang dimiliki oleh PT. Nusa Wahana Raya (NWR).

Ini terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri Pelalawan dengan agenda menghadirkan 3 (tiga) orang saksi, Selasa (8/8/2017). Direktur NWR, Muller Tampubolon, membeberkan semua secara gamblang soal pencaplokan area konsesi PT NWR yang dilakukan oleh PT. PSJ.

"Dalam dokumen yang ada pada kami tertanggal 3 Juli 2000, bahwa ada lahan di PT NWR yang dimiliki oleh PT. PSJ. Artinya, PT PSJ telah melakukan perambahan lahan dan penanaman sawit di area lahan milik PT NWR," tandasnya.

Padahal, sambung Muller, PT NWR mempunyai bukti yang otentik mengenai lahan yang dimiliki oleh perusahaannya. Penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PT PSJ pada NWR mulai dilakukan di tahun 2000.

"Tapi kami baru melaporkan hal ini ke Kemenhut tahun 2005," ujarnya.

Di tahun 2006, kata Muller, Kemenhut menurunkan tim khusus untuk melakukan verifikasi lahan yang dimiliki oleh PT NWR. Dalam verifikasi tersebut terungkap jika lahan konsesi milik PT NWR yang diduduki oleh PT PSJ seluas 5.416 hektare.

"Dalam persoalan ini, Pemkab Pelalawan juga sudah ikut memverifikasi dan hasil verifikasi tersebut diserahkan ke Dinas Kehutanan Riau untuk ditindaklanjuti," katanya.

Dalam persidangan itu juga, saksi Muller Tampubolon yang menjabat sebagai Direktur PT NWR menyebutkan jika PT. PSJ tidak memiliki izin. Usai mendengarkan keterangan saksi, Majelis Hakim mengagendakan sidang dilanjutkan Selasa depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan para saksi.

Pada kesempatan tersebut, Majelis Hakim juga sempat menanyakan pada terdakwa apakah terdakwa merasa keberatan dengan keterangan saksi. Dan terdakwa dalam hal ini Direktur PSJ, Sudiono,  merasa keberatan dengan keterangan saksi yang menyebutkan bahwa PT PSJ dalam menggarap lahan tersebut tidak memiliki izin.

Penulis : Andi Indrayanto
Editor : Unik Susanti


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • AREBI Ciptakan Broker Profesional
  • Fakultas Hukum UIR-DPN Peradi Didik 50 Sarjana Jadi Advocat
  • Seluruh Lokalisasi Prostitusi di 24 Provinsi Indonesia akan Ditutup
  • DPT Pilgubri Inhu Berkurang dari Jumlah DPS
  • AREBI Riau Matangkan Persiapan Musda 4 Mei
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved