Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

17:19 - INGAT!! ASN Pelalawan Dila...
17:16 - Bupati Pelalawan Harapkan ...
16:29 - Hari Ini, Bupati Harris Bu...
08:56 - Gara-gara Perbaikan Jalint...
18:15 - Juni, Disdik Pelalawan Bak...
12:31 - Pemkab Pelalawan Diminta T...
18:29 - Masuki Bulan Suci Ramadan,...
10:22 - Wujudkan Masyarakat Sehat ...
08:54 - Satpol PP Pelalawan: Selur...
06:45 - Kebhinekaan Tercermin Dala...
16:24 - IKDD PT RAPP Taja Kegiatan...
18:43 - Tingkatkan Perekonomian, ...
15:55 - Agar Jadi Contoh, Pelalawa...
06:42 - Diskominfo Pelalawan Ikuti...
17:03 - Ketua PKK: Anak-anak Pelal...
17:47 - Curangi Pemakaian Listrik,...
16:56 - Metro Riau dan Halloriau.c...
08:55 - 9-23 Mei, Polres Pelalawan...
11:44 - Lazis IMRA PT RAPP Kembali...
16:22 - 8.000 Blanko Tiba di Pelal...
 
Pemkab Pelalawan Sudah Bayarkan Tunggakan Proyek 2016
Rabu, 21/12/2016 - 17:04:54 WIB

PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten Pelalawan akhirnya akan membayarkan tunggakan proyek 2016 yang belum terbayar. Meski sampai saat ini besaran nilai proyek yang akan dibayarkan masih dihitung, namun kepastian pembayaran yang akan menggunakan Dana Alokasi Khusus - Dana Reboisasi (DAK-DR) sudah bisa digunakan.

"Ya, kita akan bayarkan memakai dana Reboisasi sesuai dengan progress pekerjaannya. Pijakan hukum kita akan membayarkan tunggakan itu adalah Peraturan Kemenkeu 187 Pasal 113 a," terang Kabag Keuangan Setda Pelalawan, Hanafi.

Hanafi menjelaskan dalam PMK 187 Pasal 113 a itu dijelaskan Dalam hal Daerah mengalami kesulitan likuiditas sebagai akibat dari realisasi penerimaan daerah tidak mencukupi untuk mendanai kegiatan yang sudah ditetapkan dalam APBD, maka Pemerintah Daerah dapat memanfaatkan sisa dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa yang sudah ditentukan penggunaannya.

"Tapi di APBD 2017, anggaran Dana Reboisasi itu akan kita anggarkan kembali," katanya.

Dikatakannya, anggaran dana reboisasi sebesar 182 Milyar ini memang sejak tahun 2009 mengendap di Kas Daerah Pelalawan. Dana ini tak bisa digunakan oleh SKPD bersangkutan karena tak sesuai dengan aturan hukumnya.

"Kita tak berani menggunakannya, kalau dipaksa bisa menjadi persoalan hukum," ujar Hanafie.

Pasalnya, lanjutnya, dalam peraturan pemerintah tentang penggunaan DAK-DR, harus diperuntukan bagi lahan atau hutan yang kritis serta mengalami kerusakan.

"Sedangkan di Pelalawan sendiri, tak ada hutan yang dimaksud dalam aturan itu. Soalnya, hutan yang perlu direboisasi itu kebanyakan masuk dalam areal perizinan perusahaan. Tentunya, secara otomatis itu menjadi tanggungjawab perusahaan yang bersangkutan," jelasnya.

Karena hal tersebut, masih kata Hanafie, Pemkab Pelalawan tidak bisa menyentuh dana tersebut. Padahal Pelalawan menerima DAK-DR setiap tahun, sejak tahun 2009 hingga 2016 ini.

"Kalau sekarang dana tersebut bisa kita gunakan untuk pembayaran tunggakan proyek dikarenakan sudah aturan yang merevisi hal tersebut, jadi bisa kita bayarkan. Tapi kita anggarkan kembali di APBD 2017," tukasnya.

Penulis  : Andi Indrayanto
Editor    : Unik Susanti



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Tradisi Baraan di Bengkalis Sarat dengan Nilai-nilai Islami
  • Lapas Bengkalis Temukan Sabu dan Pil Exstasi Saat Razia Sel
  • PLN Riau Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik Hingga H+7 Lebaran
  • Menteri Susi Imbau Masyarakat Ganti Menu Lebaran dari Daging menjadi Ikan
  • Rayakan Idul Fitri, Walikota Pekanbaru Open House selama Dua Hari
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved