Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

17:54 - Madu Foresbi Asli dari Poh...
16:24 - Tak Ada Izin Beroperasi di...
13:22 - Dibuka Wakil Bupati Pelala...
17:01 - Indomaret di RSUD Selasih ...
14:28 - Keppres Belum Keluar, Keme...
11:40 - Tertarik Batik Bono, PKK L...
14:03 - Bupati Harris Minta Eselon...
17:03 - Dua Perusahaan Unit Bisnis...
17:03 - Camat Pelalawan Apresiasi ...
00:02 - Desa Sering dan RAPP Sepak...
17:20 - Warga Kerumutan Minta Cagu...
19:37 - Warga Pelalawan Kesal List...
18:45 - Puan Maharani Ajak Masyara...
15:39 - Dukung Program Pemerintah,...
17:45 - Bupati Pelalawan Pimpin Ap...
10:26 - Pemkab Pelalawan Belum Pas...
05:38 - Bank Riau Kepri Siap Dukun...
16:38 - Bangun Kesadaran Berlalu L...
17:16 - Dekranasda Kampar Belajar ...
16:46 - Bupati Harris Lantik Pejab...
 
Waralaba Menjamur, Pedagang Kecil Makin Tertindas
Minggu, 17/01/2016 - 16:44:03 WIB

PELALAWAN - Menjamurnya usaha waralaba minimarket seperti Alfamart dan Indomaret di Kabupaten Pelalawan dikeluhkan pedagang kecil. Dimana sebagian pedagang Kecil yang berjualan di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci mengeluhkan pendapatan mereka merosot tajam.
   
Salah satu pedagang yang berjualan di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci Ujang mengatakan, semenjak ada waralaba seperti Alfamart dan Indomaret yang sudah menjamur bisnisnya terasa sepi, pendapatan sehari bisa merosot sampai 50 persen. Persaingan bisnis seperti itu menurutnya merugikan dirinya selaku pedagang kecil. Dimana pemilik toko bermodal kecil terpaksa kalah bersaing dengan perusahaan bermodal besar.
   
"Mereka modalnya besar, ambil barang banyak jadi harga bisa ditekan. Otomatis kita yang pedagang modal dikit jadi kalah, tebus barang dari agen saja sudah susah sekarang. Dengan makin banyaknya usaha tersebut, membuat kami merasa tertindas saja," ujarnya.

Ujang juga mengatakan, selain itu, kondisi makin parah dengan jumlah waralaba yang terus tumbuh. Dirinya mengeluhkan waralaba tersebut dibangun dalam lokasi yang berdekatan. Pihaknya sebagai pedagang kecil mengaku kalah modal.

"Di Kecamatan Pangkalan Kerinci saja, dengan jarak yang tak sampai 4 km, ada 20 waralaba minimarket berdiri. Otomatis masyarakat jadi malas belanja ke pasar. Sebab, toko seperti itu hampir menjual semuanya," imbuhnya.
   
Keluhan senada juga diungkapkan pedagang lainnya Sunarto. Ia megeluhkan penghasilan sejak adanya waralaba ini turun. Biasanya omset mencapai kurang lebih 4 juta sekarang bahkan 2 juta pun tidak sampai omset yang didapat, karena sepinya pembeli yang berbelanja ketempat dirinya.
     
"Kalo sudah banyak, kita yang susah karena kalah modal. Dengan makin menjamur usaha Alfamart dan Indomaret di Kecamatan Pangkalan Kerinci, kita berharap agar pemerintah lebih selektif lagi untuk mengeluarkan izin usaha dan menata supermarket (waralaba) yang sudah banyak menjamur," jelasnya.
     
Pantauan media ini di lapangan, ada 20 usaha waralaba seperti Alfamart dan Indomaret yang terdapat di Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Penulis  : Andi Indrayanto
Editor    : Unik Susanti


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • AREBI Ciptakan Broker Profesional
  • Fakultas Hukum UIR-DPN Peradi Didik 50 Sarjana Jadi Advocat
  • Seluruh Lokalisasi Prostitusi di 24 Provinsi Indonesia akan Ditutup
  • DPT Pilgubri Inhu Berkurang dari Jumlah DPS
  • AREBI Riau Matangkan Persiapan Musda 4 Mei
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved