Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

11:00 - Bupati Pelalawan Terima Pe...
18:11 - Disnak Pelalawan Wakili Ri...
15:47 - Diskes Pelalawan Canangkan...
17:53 - Peringati Hari HIV/AIDS Se...
18:42 - 12 Puskesmas di Pelalawan ...
16:19 - Sempat Diundur, Penyerahan...
09:22 - Preventif Hadapi Pancaroba...
18:01 - Dana BOS Tahap Empat di Pe...
06:22 - Ini Jawaban Sekda Kuansing...
15:57 - BPBD Pelalawan Terus Panta...
20:10 - Perayaan HUT PGRI dan HGN ...
07:33 - Bupati Optimis 2019 Pelala...
16:13 - Gali Potensi Pemuda, Karan...
14:41 - Rasionalisasi Anggaran, UL...
19:13 - Listrik Kerap Padam di Pan...
17:08 - KUA-PPAS Pelalawan 2017 Di...
16:37 - UMK Pelalawan 2017 Ditetap...
16:26 - Nasib Honorer Pemkab Pelal...
16:14 - Pemkab Pelalwan segera Lak...
15:25 - Gesa Pembahasan, APBD Pela...
 
Advertorial Pemkab Pelalawan
Tahun Ini, Pemkab Pelalawan Programkan 155 Unit Bedah Rumah
Selasa, 05/05/2015 - 15:27:53 WIB
<font size="2">Bupati Pelalawan bersama Masyarakat dan kepala SKPD melakukan peninjauan pembangunan rumah di desa Segati kecamatan Langgam. </font>
Bupati Pelalawan bersama Masyarakat dan kepala SKPD melakukan peninjauan pembangunan rumah di desa Segati kecamatan Langgam.
TERKAIT:
 
  • Nasib Honorer Pemkab Pelalawan Diujung Tanduk
  • Pemkab Pelalwan segera Lakukan Mutasi, Ini Jadwalnya
  • Pasar Modern Sorek bak Rumah Hantu
  •  

    Saat ini, guna mewujudkan Indonesia sejahtera dan bermartabat, salah satunya dengan memberikan keringanan bagi masyarakat yang hidupnya kurang mampu khususnya dibidang ekonomi. Kebutuhan pokok seperti sandang pangan dan papan bagi mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan menjadi permasalahan besar bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan itu.

    Pasalnya, untuk saat ini bagi masyarakat yang hidupnya pas-pasan hanya bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka kebanyakan hanya sebatas sandang dan pangan saja sementara untuk kebutuhan papan atau yang sering disebut rumah untuk tempat tinggal mereka terkadang tidak terpenuhi.

    Padahal salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap orang adalah rumah. Hal ini karena rumah memiliki fungsi yang sangat besar bagi individu dan keluarga tidak juga mencakup aspek fisik. Tetapi juga mental dan sosial.

    Untuk menunjang fungsi rumah sebagai tempat tinggal yang baik, maka harus dipenuhi syarat fisik yaitu aman sebagai tempat berlindung, secara mental memenuhi rasa kenyamanan dan secara sosial dapat menjaga privasi setiap anggota keluarga, menjadi media bagi pelaksanaan salah satu kebutuhan dasar berupa rumah yang layak huni yang diharapkan mencapai keutuhan keluarga.

    Semua warga pastinya berharap hidup layak seperti yang lainnya, namun usaha sudah dilakukan tapi untuk mewujudkan cita-cita itu ternyata tidak gampang seperti membalikan tangan karena untuk membangun sebuah hunian yang layak ternyata dibutuhkan banyak modal.

    Bupati Pelalawan HM Harris saat melihat kondisi bangunan Rumah Layak Huni di bagian dalam ruangan.

    Itulah yang menjadi penyebab utama bagi mereka yang tidak bisa merealisasikan untuk membangun sebuah tempat tinggal karena banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi sehingga untuk membangun rumah sepertinya bagi masyarakat yang kurang mampu jauh dari angan-angan mereka.

    Namun bagi Pemkab Pelalawan sendiri, salah satu cara guna mengurangi angka kemiskinan serta rumah tangga miskin memiliki rumah yang layak untuk ditempati, Pemkab Pelalawan tahun ini akan membangun Rumah Layak Huni (RHL) sebanyak 155 unit yang tersebar di Kabupaten Pelalawan. Para penerima RHL ini diusulkan dari tingkat desa kemudian ke Kecamatan.

    "Nah nanti dari camat, kita dari Dinsos akan turun mensurvei apakah orang itu layak atau tidak menerima program RHL ini," terang Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial, Drs Fakhrizal, melalui Kasie Sarana & Prasarana Dinsos Sosial, Sopyan, di ruangannya.

    Sopyan menjelaskan bahwa di tahun 2015 ini, Dinas Sosial kembali melaksanakan bedah rumah sebanyak 155 unit di 12 kecamatan. Namun untuk pembangunannya ini akan dilaksanakan setelah APBD Perubahan karena dana ini dianggarkan dalam APB-P tahun 2015 ini. Pasalnya, di tahun 2014 lalu, Kabupaten Pelalawan yang telah menganggarkan 250 unit untuk bedah rumah semuanya dibatalkan dikarenakan adanya Surat Edaran dari Menkeu terkait Bansos.

    Kadis Kesos Drs Fakhrizal melihat kondisi bangunan.

    "Jadi tahun 2014 itu, kita tak ada melakukan bedah rumah, semuanya dibatalkan. Padahal rencana kita akan melakukan bedah rumah sebanyak 250 unit," katanya.

    Karena di tahun 2014 tak jadi, sambungnya, maka kita anggarkan lagi di tahun 2015 ini. Tapi untuk tahun ini, kita anggarkan di APBD-P tahun 2015. Dengan jumlah 155 unit bedah rumah yang akan dilakukan, maka total pagu anggarannya sebesar Rp 4,6 Milyar dengan rincian setiap rumah sebesar Rp 30 juta.

    Untuk bedah rumah sebanyak 155 unit itu sendiri, rinciannya Kuala Kampar mendapatkan 24 unit, Langgam 13 unit, Bandar Petalangan 13 unit, Pangkalankerinci 11 unit, Pangkalankuras 12 unit, Teluk Meranti 17 unit, Kerumutan 10 unit, Bunut 13 unit, Pangkalanlesung 12 unit, Ukui 12 unit, Bandar Seikijang 9 unit dan Pelalawan 9 unit.

    "Jadi tahun ini totalnya ada 155 unit bedah rumah yang akan kita lakukan," katanya.

    Jumlah sebanyak itu, sambungnya, diberikan kepada warga yang dinilai dan diseleksi serta berhak menerimanya adalah warga yang kurang mampu hasil seleksi dari desa masing-masing dan memiliki tanah yang akan dibangun ditanah mereka. Tujuan dari pelaksanaan tersebut  menurut Fakhrizal yakni tersedianya acuan operasional pelaksanaan kegiatan bedah rumah sebagai pedoman bagi OMS (Organisasi masyarakat setempat) dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan bedah rumah di masing-masing desa/kelurahan.

    "Selain itu, terwujudnya kesamaan pemahaman kegiatan pelaksanaan pembangunan bedah rumah walaupun bahan yang digunakan tidak sama," katanya.

    Survey akhir Bedah Rumah di Lubuk Terap.

    Sedangkan maksud pelaksanaan kegiatan bedah rumah ini yaitu agar tersedianya pelayanan kegiatan pembangunan bedah rumah bagi keluarga miskin, adanya kenyamanan bagi keluarga miskin untuk menempati rumahnya, terangkatnya harkat dan martabat keluarga masyarakat miskin, timbulnya kemampuan keluarga dalam melaksanakan peran dan fungsi keluarga terhadap pendididkan, serta meningkatkan kualitas kesehatan dilingkungan pemukiman keluarga miskin dan meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat miskin.

    "Yang kegiatan ini sendiri mengacu pada landasan hukum yang berlaku baik dalam Undang-undang dasar 1945 pasal 27 ayat (2), pasal 33 dan 34, peraturan pemerintah, Perpres, Permensos dan peraturan lainnya," ungkapnya.

    Masih kata Fahrizal, miskin adalah orang, keluarga, kelompok atau masyarakat yang tidak mempunyai ataupun mempunyai sumber mata pencaharian yang tidak tetap dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi kemanusiaan. Sedangkan Fakir miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan atau orang yang mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan.

    Sementara itu, rumah tidak layak huni adalah tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan, keamanan dan sosial. Sedangkan Bedah rumah merupakan rumah atau bangunan yang ditempati masyarakat miskin yang kondisinya sangat memprihatinkan dibangun atau direhabilitasi sesuai dengan realisasi dan yang tersedia.

    Disinggung soal monitoring dan evaluasi kegitana ini, Sopyan menjelaskan bahwa masyarakat yang telah mendapatkan program ini mengaku seperti mendapat berkah yang tidak disangka-sangka karena mereka tidak pernah terpikir kalau mereka akan mendapatkan sebuah rumah yang layak huni karena selama ini bagi mereka bisa hidup tepenuhi kebutuhan makan saja sudah bersyukur apalagi mendapat bantuan sebuah rumah dari pemerintah daearah.

    Dalam pelaksanan pengerjaannya nanti, lanjutnya, diserahkan pada Organisasi Masyarakat Setempat (OMS). Dan juga tentunya program ini ada konsultan yang merancangnya agar hasilnya lebih bisa maksimal. Dan ada beberapa kriteria bagi masyarakat yang layak untuk mendapatkan program bantuan bedah rumah.

    "Dan untuk kriteria masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan bedah rumah ini benar-benar diseleksi dengan ketat," tandasnya.

    Pendataan bagi penerima program bedah rumah ini, lanjutnya, dimulai dari tingkat RT/RW kemudian dilanjutkan ke tingkat Kelurahan. Setelah itu, kemudian akan dilanjutkan ke tingkat kecamatan. Sedangkan hasil dari kecamatan nantinya akan diteruskan ke pihak Dinas Sosial. Sesudah itu, Dinas Sosial Pelalawan akan kembali melakukan cek lapangan berdasarkan data yang diperoleh dari kecamatan sebelum dilaksanakannya program tersebut.

    Ditambahkannya, sampai saat ini, program sosial seperti ini merupakan bagian dari program yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat di pedesaan. Sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini maka masyarakat yang hidup di pedesaan dan yang tak mampu dapat hidup lebih layak lagi" Apalagi permasalahan kesejahteraan masyarakat hingga saat ini harus mendapatkan perhatian yang serius," pungkasnya. (Adv)




    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • BEM se Riau Demo Gedung Daerah Tuntut KPK Usut Korupsi Tersistem di Daerah Ini
  • Tempat Nongkrong Asyik dengan Harga Terjangkau di Pekanbaru ? Hanya di Sis And Bro Coffie !
  • Dukung Pemberantasan Korupsi, Andi Putra Hadiri Peringatan HAKI di Pekanbaru
  • Riau Nihil Penghargaan Rembuk Integritas Nasional, Gubri: Mudah-Mudahan Tahun Depan
  • All New Sienta Raih Predikat Product of The Year 2016
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved