Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

08:52 - Kapolres Pelalawan Apresia...
19:06 - Setelah Batik Andalan, Kin...
14:57 - Dukung Pelestarian Adat Me...
22:20 - Jelang Ramadan, Jamaah Wir...
09:31 - PT RAPP Serahkan Bantuan S...
12:09 - KNPI Kerumutan Gelar Trip ...
10:41 - Sambut Ramadan, Anak-anak ...
10:32 - Baru 381 Calon Jamaah Haji...
14:33 - Pemkab Pelalawan akan Tera...
16:22 - Peringati Hari Buruh, Aspe...
15:22 - Putra-putri Pelalawan Dido...
15:51 - Tak hanya Cegah Karhutla, ...
22:51 - Tengku Azmun Titip Sama An...
17:39 - Wabup Pelalawan Tinjau Pel...
18:34 - IWARA Konsisten Jalani Pro...
17:54 - Madu Foresbi Asli dari Poh...
16:24 - Tak Ada Izin Beroperasi di...
13:22 - Dibuka Wakil Bupati Pelala...
17:01 - Indomaret di RSUD Selasih ...
14:28 - Keppres Belum Keluar, Keme...
 
Soal Kasus Perbudakan, PT Arara Abadi 'Lepas Tangan'
Minggu, 02/06/2013 - 18:43:10 WIB
Delapan remaja mengaku diperbudak saat bekerja sebagai pengisi polyback pembebibitan Akasia di Pulau Muda Pelalawan Riau.<b>FOTO: Kompas.com</b>
Delapan remaja mengaku diperbudak saat bekerja sebagai pengisi polyback pembebibitan Akasia di Pulau Muda Pelalawan Riau.FOTO: Kompas.com
TERKAIT:

PANGKALAN KERINCI - Kasus perbudakan kembali terjadi. Kali ini menimpa delapan remaja asal Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Delapan remaja ini bekerja sebagai buruh pengisi polyback pembibitan akasia PT Arara Abadi di Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten.

Humas PT Arara Abadi Musrizal Yatim yang dikonfirmasi wartawan, membantah pihaknya yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini. Pasalnya, kedepalan buruh itu bekerja dibawah CV Tunas Nauli Basa yang merupakan rekanan PT Arara Abadi.

"Kita melakukan tender soal rekrut kerja di Pulau Muda untuk pembibitan akasia dan dimenangkan oleh CV. Tunas Nauli Basa,
lalu kita buat kontrak kerja. Tentunya kita tidak mengetahui sampai sistem kerja mereka, baik perekrutannya ataupun gajinya. Intinya
ini tanggung jawab CV.Tunas Nauli Basa yang direkturnya Ali Badra Harahap," katanya, Minggu (2/6/2013).

Karena itu, PT Arara Abadi katanya menyerahkan kasus perbudakan ini kepada pihak berwajib. Mengingat kasus ini terjadi diluar tanggungjawab perusahaannya.

"Jadi kita telah menyerahkan masalah ini ke Polres Pelalawan. Pihak kita sangat membantu pihak berwajib untuk menyelidiki masalah
ini," tandasnya.

Saat diminta nomor HP direktur CV. Tunas Nauli Basa yakni Ali Badra Harahap, Musrizal Yatim menyatakan bahwa nomor HP direktur tidak ada di ponselnya.

"Nomor beliau tidak ada pada saya, tapi tetap kami akan panggil beliau dan direksi perusahaan mereka untuk memberikan keterangan kepada kita. Inikan sudah mencemarkan nama baik kita, karena kita sendiri mempunyai kontrak kerja sama dengan mereka," ungkapnya.

Terpisah, saat hal ini dikonfirmasi ke Kasat Reskrim Pelalawan AKP Bimo Ariyanto melalui selulernya tidak dijawab namun memberikan

pesan bahwa akan kembali menghubungi media ini. Namun hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim belum juga menghubungi. (andy/MRnetwork)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Satu Tahanan Jaksa Kabur di PN tanpa Ada Hambatan
  • Living Word Hadir di Pekanbaru dengan Konsep Berbeda
  • Telkomsel Operasikan 8.829 BTS 4G dan 18 BTS Mobile di Pamasuka
  • Para Kades dan BNPB Apresiasi Program Desa Bebas Api RAPP di Meranti
  • Kapolres Pelalawan Apresiasi Momentum 'May Day' Riau Komplek PT RAPP
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved