Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

20:56 - LMG Pelalawan Gelar Kirab ...
12:43 - Tahun 2020, UMK Pelalawan ...
13:21 - Pemkab Pelalawan Matangkan...
15:41 - Program School Improvement...
13:51 - Bupati Harris Resmikan Des...
16:40 - DPP PAN Rekomendasi Habibi...
14:26 - Bupati: Eksistensi PWI Diu...
15:55 - Operasi Zebra Siak 2019, y...
15:09 - Tak Ada Titik Api, BPBD Pe...
18:31 - Cegah Karhutla, Polres Pel...
15:52 - Sambangi Kantor PWI Pelala...
17:31 - Bupati HM Harris Gelar Rap...
18:15 - PT RAPP Raih Stand Terbaik...
18:29 - Bupati Pelalawan Beri Peng...
17:16 - Tak Ingin Karhutla Terulan...
16:02 - SMKN 1 Pangkalankerinci Pa...
15:04 - Bupati Harris Terima Pengh...
16:40 - Tingkatkan Perputaran Ekon...
15:24 - Malam Ini, Sempena HUT Pel...
17:51 - Peringatan Hari Batik Nasi...
 
Tak Ada Titik Api, BPBD Pelalawan Waspadai Asap Kiriman dari Tetangga
Jumat, 18/10/2019 - 15:09:53 WIB
Kabut asap Pelalawan beberapa waktu lalu.
Kabut asap Pelalawan beberapa waktu lalu.
TERKAIT:

PELALAWAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Riau mewaspadai asap kiriman dari daerah lain yang saat ini masih terdapat titik api hingga Oktober ini.

Pasalnya, dua hari terakhir Pelalawan dilanda kabut asap tipis yang menguasai angkasa dan mempengaruhi pandangan mata.

Padahal hotspot maupun firespot di Pelalawan tidak ada terpantau dan bahkan lahan yang terbakar telah satu bulan padam total.

"Melihat dari arah angin, kita mewasdai asap kiriman dari daerah tetangga. Angin berhembus dari selatan ke utara yakni Pelalawan dan sekitarnya," kata Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Jumat (18/10/2019).

Hadi Penandio menjelaskan di tribun, hotspot dan firespot banyak terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Kemudian di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel) juga masih terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Alhasil asap yang dihasilkan dari Karhutla terbawa angin ke utara.

Di Pelalawan, tambah Hadi, intensitas turunnya hujan semakin tinggi setiap hari. Dari pantauan satelit BMKG, potensi terjadinya hujan di Pangkalan Kerinci dan sekitarnya setiap hari tetap ada.

Disisi lain, hotspot sudah jarang terdeteksi dan jikapun ada terdeteksi tingkat confidence di bawah 70 persen.

"Artinya hotspot kita nihil dan hujan turun, kalau ada asap berarti asap kiriman," tegasnya. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • KONI Riau Evaluasi Persiapan Atlet Jelang PON 2020
  • Soal Penurunan Passing Grade CPNS 2019, BKN: Tak Mau Jeblok
  • Alexander Paparkan Kecanggihan Alat Pemadam Karhutla dari Rusia yang Diserahkan BNPB ke Riau
  • Berkas Kasus Karhutla PT SSS sudah P21, Polda Riau segera Limpahkan​ ke Kejaksaan
  • Mitsubishi Targetkan Xpander Cross Terjual 1.500 Unit Per Bulan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved