Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

17:36 - IWARA Gelar Seminar Cegah ...
16:02 - Wakil Bupati Pelalawan Res...
17:45 - Semangat Kartini Inspirasi...
15:54 - Berbagai Kegiatan Tambah K...
15:19 - Dukung Inovasi Biji Karet ...
12:17 - Pondok Tahfidz Nurul Quran...
05:43 - Siswa SDN 06 Desa Sering, ...
20:56 - Bantuan Kursi dan Meja dar...
16:57 - Kemenristekdikti Beri Bant...
16:10 - Mewujudkan Ketentraman dan...
15:30 - Bupati Harris Hadiri Pengu...
14:38 - Ratusan Warga Pangkalan Ke...
17:06 - Pertamina EP Asset 1 Lirik...
15:32 - PT RAPP Borong 2 Pengharga...
14:51 - Lepas Jalan Santai HPN Pel...
18:18 - RAPP Terima Piagam Penghar...
17:44 - Bupati Buka Musrenbang RKP...
16:37 - Berkunjung ke RTC RAPP, LM...
12:12 - Kasihan, Harimau Sumatera ...
15:47 - Terima Rumah Layak, Andini...
 
Buntut dari Pelarangan Salat, Ini Sanksi yang Diterima Cafe The First Stop
Kamis, 28/02/2019 - 19:18:15 WIB
Saat musyawarah untuk mengambil kata sepakat terhadap persolan Cafe The First Stop.
Saat musyawarah untuk mengambil kata sepakat terhadap persolan Cafe The First Stop.
TERKAIT:

PELALAWAN - Melalui mufakat musyawarah yang dihadiri antara unsur lembaga dan Ormas Islam di antaranya Polres Pelalawan, FPK, FKUB, MUI dan Tokoh Masyarakat dan Pemilik Cafe, akhirnya Kamis (28/2/2019) diambil kata sepakat.

Kesepakatan yang diambil bahwa cafe bernama The First Stop yang terletak di Jalan Lintas Timur harus tutup sementara selama dua hari yakni Kamis dan Jumat (28-29/2/2019). Tak hanya itu, pemilik cafe juga dalam 1x24 jam diharuskan untuk membangun musola di area cafe. 

"Alhamdulillah, pemilik cafe tak membantah atas apa yang dia lakukan yakni melarang karyawannya solat, dan juga dia memiliki itikad baik untuk membangun tempat solat di area cafe agar tak terulang lagi kejadian kemarin, " terang Dedi Azwandi yang merupakan perwakilan dari Rumpun Melayu Bersatu pada halloriau, Kamis (28/2/2019).

Dedi menjelaskan dari peristiwa tersebut ternyata banyak hikmah yang didapat. Pasalnya, terungkap juga bahwa usaha tersebut belum melengkapi izin yang diperlukan untuk membuka suatu usaha. Tak hanya itu, cafe tersebut juga belum memiliki setifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

"Tapi alhamdulillah, Bang, pemilik cafe mau bekerjasama dan memiliki itikad baik untuk mengurus semua perizinannya," tandasnya. 

Lanjutnya, semua pihak di Kabupaten Pelalawan tak ada niat untuk mempersulit orang yang ingin berusaha. Namun seyogyanya mereka juga harus mengikuti semua peraturan yang ditetapkan Pemkab Pelalawan. 

"Ya jangan seenaknya saja mau berusaha tapi tak mau mengikuti peraturan yang ditetapkan Pemkab Pelalawan," tegasnya. 

Tambahnya, untuk masalah solat sendiri dirinya juga mengharapkan agar hal ini bisa menjadi pelajaran bagi tempat usaha lain untuk menyediakan area solat bagi karyawannya. Sehingga diharapkan kejadian pelarangan solat di cafe the First Stop itu tak terulang lagi.  

Penulis : Andi Indrayanto
Editor : Fauzia

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Diserang Kelompok Kogoya, Dua Prajurit TNI di Nduga Mendertita Luka Tembak
  • Jelang Ramadan dan Lebaran 2019, Smartfren Uji Kesiapan Jaringan
  • Pertama di Riau, Kepulauan Meranti Raih WTP Tujuh Kali Berturut-turut
  • Pantau Isu Pokok Usai Pemilu, Pemkab Siak Gelar Rakor Kewaspadaan Dini 2019
  • 700 Warga Meranti Ikuti Diklat Pemberdayaan Manusia Gratis
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved