Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

14:12 - Jalan Lintas Timur Macet P...
17:07 - Pendidikan Dasar di Pelala...
14:53 - Progam Bank Sampah; dari S...
16:09 - Bantuan Bibit Jeruk dari K...
15:37 - Stand RAPP di Riau Expo 20...
12:28 - Buka MTQ XVII Tingkat Kabu...
13:51 - HM Harris: Wisudawan AKNP ...
15:07 - Puluhan Ribu Bibit Ikan Di...
12:32 - Polisi Amankan Satu Bal Ga...
15:23 - Marzum Ketua Umum IKMR RAP...
15:07 - Pelepasan Wisuda Angkatan ...
11:02 - Kabar Gembira untuk Mahasi...
17:14 - Bawaslu Masih Cari Unsur P...
17:22 - Dibuka Bupati Harris, IKMR...
15:08 - Karyawan RAPP Jogging Bers...
14:26 - Perdana di Riau, Pondok Pe...
13:00 - Tiwa dan Suhardi Atlet Par...
14:20 - Usia 19 Tahun, Banyak Pemb...
10:44 - RAPP Stand Terbaik Pelalaw...
16:57 - Ribuan Masyarakat Padati T...
 
Tunggu Sertifkasi Halal MUI, Pemkab Pelalawan Tunda Pemberian Vaksin MR
Jumat, 03/08/2018 - 19:37:23 WIB
Sekdakab Pelalawan, Drs HT Mukhlis.
Sekdakab Pelalawan, Drs HT Mukhlis.
TERKAIT:

PELALAWAN - Polemik pemberian suntikan vaksin Measless Rubella (MR) di Kabupaten Pelalawan bagi anak-anak meski belum ada sertifikasi halal dari MUI Pusat, Pemkab Pelalawan langsung menindaklanjuti dengan menggelar rapat bersama unsur-unsur terkait. Rapat tersebut mengambil kesepakatan untuk melakukan penundaan sementara pelaksanaan kegiatan vaksinasi MR di daerah ini.

Hal ini disampaikan oleh Sekdakab Pelalawan, Drs HT Mukhlis, sekaligus pimpinan rapat di pertemuan tersebut dalam pers release-nya, Jum'at (3/8/2018). Menurut Sekda, penundaan sementara ini sampai ada fatwa/keputusan/kebijakan dari MUI Pusat terkait hal ini.

"Ya, kita lakukan penundaan sementara sampai ada kejelasan dari MUI Pusat soal pemberian suntikan MR ini," katanya.

Sekda menjelaskan namun penundaan ini hanya berlaku sampai dengan tanggal 10 Agustus saja. Artinya, jika sampai dengan tanggal tersebut belum ada fatwa/keputusan/kebijakan dari MUI maka pemberian vaksinasi MR akan dilanjutkan. Namun dengan memberikan pilihan bagi masyarakat yang menolak dengan menandatangani Surat Pernyataan.

"Dalam rapat kita tadi bersama Ketua MUI, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Kadisdik, Kadiskes dan unsur terkait lainnya, kita juga sepakat mendukung pemberian vaksinasi MR bagi anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun mengingat dampak cacat bawaan yang disebabkan Rubella," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, peserta rapat juga sepakat bahwa memang vaksin yang digunakan itu belum memiliki sertifikasi halal dari LP POM MUI Pusat. Namun jangan disalah artikan bahwa produk tersebut haram karena vaksin yang sama juga digunakan di negara-negara lain termasuk Negara Islam.

"Kita harapkan dengan adanya penundaan sementara ini maka polemik soal pemberian vaksin MR yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, tak berkepanjangan," tukasnya. 

Penulis: Andy Indrayanto
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Proyeksi RAPBD Meranti 2019 Sebesar Rp 1,6 T, Pemkab Tetap Kedepankan Skala Prioritas
  • Bunuh Sepupunya Sendiri, Arab Saudi Hukum Mati Pemuda Anggota ISIS
  • Wapres Sebut Passing Grade Tes CPNS Tak Perlu Diturunkan, Tapi Yakinkan Tak Ada Formasi Kosong
  • Insiden Tembok Roboh, Disdik Pekanbaru Bakal Panggil Pihak Sekolah
  • Dorong Pengelolaan APBN di Riau, Kanwil Perbendaharaan Gelar FGD
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved