Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

17:45 - Semangat Kartini Inspirasi...
15:54 - Berbagai Kegiatan Tambah K...
15:19 - Dukung Inovasi Biji Karet ...
12:17 - Pondok Tahfidz Nurul Quran...
05:43 - Siswa SDN 06 Desa Sering, ...
20:56 - Bantuan Kursi dan Meja dar...
16:57 - Kemenristekdikti Beri Bant...
16:10 - Mewujudkan Ketentraman dan...
15:30 - Bupati Harris Hadiri Pengu...
14:38 - Ratusan Warga Pangkalan Ke...
17:06 - Pertamina EP Asset 1 Lirik...
15:32 - PT RAPP Borong 2 Pengharga...
14:51 - Lepas Jalan Santai HPN Pel...
18:18 - RAPP Terima Piagam Penghar...
17:44 - Bupati Buka Musrenbang RKP...
16:37 - Berkunjung ke RTC RAPP, LM...
12:12 - Kasihan, Harimau Sumatera ...
15:47 - Terima Rumah Layak, Andini...
17:11 - Antisipasi Potensi Konflik...
15:32 - Wabup Zardewan Hadiri Pena...
 
Tunggu Sertifkasi Halal MUI, Pemkab Pelalawan Tunda Pemberian Vaksin MR
Jumat, 03/08/2018 - 19:37:23 WIB
Sekdakab Pelalawan, Drs HT Mukhlis.
Sekdakab Pelalawan, Drs HT Mukhlis.
TERKAIT:

PELALAWAN - Polemik pemberian suntikan vaksin Measless Rubella (MR) di Kabupaten Pelalawan bagi anak-anak meski belum ada sertifikasi halal dari MUI Pusat, Pemkab Pelalawan langsung menindaklanjuti dengan menggelar rapat bersama unsur-unsur terkait. Rapat tersebut mengambil kesepakatan untuk melakukan penundaan sementara pelaksanaan kegiatan vaksinasi MR di daerah ini.

Hal ini disampaikan oleh Sekdakab Pelalawan, Drs HT Mukhlis, sekaligus pimpinan rapat di pertemuan tersebut dalam pers release-nya, Jum'at (3/8/2018). Menurut Sekda, penundaan sementara ini sampai ada fatwa/keputusan/kebijakan dari MUI Pusat terkait hal ini.

"Ya, kita lakukan penundaan sementara sampai ada kejelasan dari MUI Pusat soal pemberian suntikan MR ini," katanya.

Sekda menjelaskan namun penundaan ini hanya berlaku sampai dengan tanggal 10 Agustus saja. Artinya, jika sampai dengan tanggal tersebut belum ada fatwa/keputusan/kebijakan dari MUI maka pemberian vaksinasi MR akan dilanjutkan. Namun dengan memberikan pilihan bagi masyarakat yang menolak dengan menandatangani Surat Pernyataan.

"Dalam rapat kita tadi bersama Ketua MUI, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Kadisdik, Kadiskes dan unsur terkait lainnya, kita juga sepakat mendukung pemberian vaksinasi MR bagi anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun mengingat dampak cacat bawaan yang disebabkan Rubella," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, peserta rapat juga sepakat bahwa memang vaksin yang digunakan itu belum memiliki sertifikasi halal dari LP POM MUI Pusat. Namun jangan disalah artikan bahwa produk tersebut haram karena vaksin yang sama juga digunakan di negara-negara lain termasuk Negara Islam.

"Kita harapkan dengan adanya penundaan sementara ini maka polemik soal pemberian vaksin MR yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, tak berkepanjangan," tukasnya. 

Penulis: Andy Indrayanto
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Warga Terindikasi DBD, Dinkes Meranti Lakukan Fogging
  • Tim Korwil KPK Minta Provinsi Riau Serius Upayakan Pencegahan Korupsi
  • Bupati Pantau Pelaksanaan UNBK Jenjang SMP
  • Peringatan Hari Bumi, XL Axiata-KKP Bersihkan Pantai dan Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara
  • Rustam Effendi Buka Peluang Anggota Dewan Kuansing Tak Terpilih Daftar di LSM
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved