Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

10:21 - Kunjungi Techno Park Pelal...
15:14 - Realisasi Anggaran Pemkab ...
11:36 - Batik Bono segera Tingkatk...
10:39 - Kota Pangkalan Kerinci Rai...
11:12 - Sempat Dirawat di Puskesma...
08:38 - Kukuhkan IKLAS Pelalawan, ...
12:47 - Wabup Zardewan Berharap An...
15:35 - Dorong Pembangunan, Dua De...
09:29 - Wabup Hadiri MOU Kemensos ...
17:13 - Pemkab Pelalawan Ambil Lan...
14:58 - Blanko e-KTP Kosong di Pel...
14:41 - 2018, Zakat yang Terkumpul...
14:29 - Dibanding 2017, Izin yang ...
12:29 - DPM-PTSP Pelalawan Terapka...
11:21 - Harris: Masyarakat Harus J...
15:50 - Sepanjang Tahun 2018, Izin...
13:39 - Januari Hotspot Sudah Munc...
15:46 - Meski di Tengah Kota Kerin...
17:05 - Atas Program Proklim, Pemk...
16:34 - Lihat Kondisi Bhabinkamtib...
 
Tunggu Sertifkasi Halal MUI, Pemkab Pelalawan Tunda Pemberian Vaksin MR
Jumat, 03/08/2018 - 19:37:23 WIB
Sekdakab Pelalawan, Drs HT Mukhlis.
Sekdakab Pelalawan, Drs HT Mukhlis.
TERKAIT:

PELALAWAN - Polemik pemberian suntikan vaksin Measless Rubella (MR) di Kabupaten Pelalawan bagi anak-anak meski belum ada sertifikasi halal dari MUI Pusat, Pemkab Pelalawan langsung menindaklanjuti dengan menggelar rapat bersama unsur-unsur terkait. Rapat tersebut mengambil kesepakatan untuk melakukan penundaan sementara pelaksanaan kegiatan vaksinasi MR di daerah ini.

Hal ini disampaikan oleh Sekdakab Pelalawan, Drs HT Mukhlis, sekaligus pimpinan rapat di pertemuan tersebut dalam pers release-nya, Jum'at (3/8/2018). Menurut Sekda, penundaan sementara ini sampai ada fatwa/keputusan/kebijakan dari MUI Pusat terkait hal ini.

"Ya, kita lakukan penundaan sementara sampai ada kejelasan dari MUI Pusat soal pemberian suntikan MR ini," katanya.

Sekda menjelaskan namun penundaan ini hanya berlaku sampai dengan tanggal 10 Agustus saja. Artinya, jika sampai dengan tanggal tersebut belum ada fatwa/keputusan/kebijakan dari MUI maka pemberian vaksinasi MR akan dilanjutkan. Namun dengan memberikan pilihan bagi masyarakat yang menolak dengan menandatangani Surat Pernyataan.

"Dalam rapat kita tadi bersama Ketua MUI, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Kadisdik, Kadiskes dan unsur terkait lainnya, kita juga sepakat mendukung pemberian vaksinasi MR bagi anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun mengingat dampak cacat bawaan yang disebabkan Rubella," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, peserta rapat juga sepakat bahwa memang vaksin yang digunakan itu belum memiliki sertifikasi halal dari LP POM MUI Pusat. Namun jangan disalah artikan bahwa produk tersebut haram karena vaksin yang sama juga digunakan di negara-negara lain termasuk Negara Islam.

"Kita harapkan dengan adanya penundaan sementara ini maka polemik soal pemberian vaksin MR yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, tak berkepanjangan," tukasnya. 

Penulis: Andy Indrayanto
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Fitri Fita Nilai Pemekaran Desa dan Kelurahan di Kuansing Semakin Sulit Terwujud
  • Diskes Kuansing Targetkan 2020 Seluruh Puskesmas Terakreditasi
  • Pejabat Eselon III dan IV Tinggal Dilantik
  • Puskesmas Lubuk Jambi Kuansing Raih Akreditasi Utama Kementerian Kesehatan RI
  • Banyak Temuan, Polisi Dalami Dugaan Korupsi di Dinas PUPR Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved