Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

14:12 - Jalan Lintas Timur Macet P...
17:07 - Pendidikan Dasar di Pelala...
14:53 - Progam Bank Sampah; dari S...
16:09 - Bantuan Bibit Jeruk dari K...
15:37 - Stand RAPP di Riau Expo 20...
12:28 - Buka MTQ XVII Tingkat Kabu...
13:51 - HM Harris: Wisudawan AKNP ...
15:07 - Puluhan Ribu Bibit Ikan Di...
12:32 - Polisi Amankan Satu Bal Ga...
15:23 - Marzum Ketua Umum IKMR RAP...
15:07 - Pelepasan Wisuda Angkatan ...
11:02 - Kabar Gembira untuk Mahasi...
17:14 - Bawaslu Masih Cari Unsur P...
17:22 - Dibuka Bupati Harris, IKMR...
15:08 - Karyawan RAPP Jogging Bers...
14:26 - Perdana di Riau, Pondok Pe...
13:00 - Tiwa dan Suhardi Atlet Par...
14:20 - Usia 19 Tahun, Banyak Pemb...
10:44 - RAPP Stand Terbaik Pelalaw...
16:57 - Ribuan Masyarakat Padati T...
 
Tak Bersedia Divaksin, Diskes Pelalawan Minta Orang Tua Buat Surat Penolakan Sementara
Kamis, 02/08/2018 - 14:53:21 WIB

PELALAWAN - Terkait adanya surat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pelalawan yang menyatakan untuk dilakukan penundaan pemberian vaksin MR pada anak-anak sekolah dan masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, dr Endit RP mengapresiasi hal tersebut.

Tapi menurutnya, pihaknya tetap akan melaksanakan pemberian vaksin MR sepanjang belum ada surat penghentian pemberian vaksin dari Kementerian Kesehatan.

"Kita dari Kesehatan tetap akan melaksanakan pemberian vaksin MR pada anak-anak dan masyarakat sepanjang belum ada surat penghentian dari Kemenkes," tegas Kadiskes Pelalawan, dr Endit RP, pada media ini via selulernya, Kamis (2/8/2018).

Endit menjelaskan bahwa sepanjang belum ada surat penundaan dari Kemenkes maka pihaknya tetap akan melanjutkan program ini, karena bukan hanya masyarakat muslim saja yang harus diberikan vaksin tapi non muslim juga. Namun yang harus digarisbawahi bahwa pemberian vaksin MR tidak ada paksaan apapun. Artinya, jika ada orangtua yang melarang anaknya atau ada sekolah yang tak mau dilakukan pemberian vaksin, pihaknya pun tak akan memaksa.

"Jika ada orangtua yang tak anaknya diberi vaksin, kami takkan memaksa. Tapi kami menginginkan jika ada orangtua yang anaknya tak mau diberi vaksin, kami meminta agar orangtua tersebut membuat surat yang menyatakan anaknya untuk sementara waktu tak diberikan vaksin MR sampai ada keputusan yang menyatakan vaksin tersebut bersertifikat halal," ungkapnya.

Disinggung soal alasan keharusan pemakaian surat dari orangtua yang menolak anaknya diberi vaksin, Endit menjelaskan jika tak ada surat pemberitahuan dari orangtua, pihaknya takkan mengetahui apakah orangtua mau atau tidak anaknya diberi vaksin. Surat pemberitahuan dari orangtua yang menolak juga menandakan bahwa pihaknya tetap bekerja untuk tetap memberikan vaksin.

"Saya juga sudah instruksikan ke seluruh Kapus yang ada di Pelalawan untuk tidak melakukan pemaksaan pemberian vaksin pada anak yang orangtuanya menolak. Tak ada pemaksaan, tapi kami hanya menganjurkan. Kalau mereka menolak, itu hak mereka sebagai masyarakat namun yang jelas kami telah melaksanakan tugas sebagai tenaga kesehatan," ujar Endit yang mengakui sudah ada sejumlah orangtua yang menolak anak-anaknya diberi vaksin.

Ditanya soal tidak akan tercapainya target < 95 persen pemberian vaksin MR pada masyarakat di Kabupaten Pelalawan, Endit mengatakan bahwa target tersebut tetap akan dikejarnya namun tanpa ada pemaksaan di dalamnya. Artinya, pemberian vaksin MR ini benar-benar lahir dari kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberian vaksin bagi anak-anak.

"Intinya, jika ada orangtua yang menolak maka buat surat saja. Kita tidak akan lakukan pemaksaan apalagi mewajibkan anak-anak diberi vaksin jika orangtua tidak setuju," tukasnya.

Penulis : Andy Indrayanto
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Proyeksi RAPBD Meranti 2019 Sebesar Rp 1,6 T, Pemkab Tetap Kedepankan Skala Prioritas
  • Bunuh Sepupunya Sendiri, Arab Saudi Hukum Mati Pemuda Anggota ISIS
  • Wapres Sebut Passing Grade Tes CPNS Tak Perlu Diturunkan, Tapi Yakinkan Tak Ada Formasi Kosong
  • Insiden Tembok Roboh, Disdik Pekanbaru Bakal Panggil Pihak Sekolah
  • Dorong Pengelolaan APBN di Riau, Kanwil Perbendaharaan Gelar FGD
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved