www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Besok, Honda Gelar Showroom Event Serentak di 3 Cabang
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Pengamat Bicara Proyek di Perempatan Tuanku Tambusai: Jangan Ruli Dikejar-kejar, Ini Tidak
Senin, 14/11/2016 - 16:01:03 WIB
PEKANBARU-Pengamat Perkotaan Mardianto Manan ikut mengkritisi pembangunan apartemen dan mall yang berada di perempatan Jalan Tuanku Tambusai atau tepatnya di depan Mall SKA Pekanbaru yang berdampak buruk kepada masyarakat sekitar.

Bahkan menurut penilaian Mardianto, ada permasalah pada perzinan pembangunan apartemen/Mall (Living Word) tersebut, mulai dari Analisis dampak lingkungan (Amdal), Amdalalin serta IMB.

"Kalau Amdal tidak ada, otomatis Amdal Lalin tidak ada, dan otomatis IMB juga tidak ada. Kalau tidak ada IMB diharamkan membangun. Itulah peran kepolisian Satpol PP menghambat itu, yang jadi pertanyaan kenapa tidak dihambat? Tanya sama rumput bergoyang, jangan satu sisi," ungkap Mardianto saat ditemui di DPRD Kota Pekanbaru, Senin (14/11/2016).

Bahkan menurut Mardianto lagi, Walikota Pekanbaru punya wewenang besar untuk menuntaskan persoalan pembangunan Living World itu. "Walikota berwenang merobohkan, jangan Ruli (rumah liar, red) dan PKL dikejar-kejar, bangunan ini mereka tidak tahu, ini pelajaran sangat memuakkan," katanya lagi.

Lanjut Mardianto, Amdal itu mengkaji bagaimana mengkaji lalu lintas, keretakan lumpur dan sebagainya, di Amdal itu menyatu dikaji, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak negatif yang terjadi saat ini, jelasnya, bagaimana menganulir agar tidak terjadi proses sebelum membangun, saat membangun dan setelah membangun, itulah gunanya Amdal.

"Kalau itu diabaikan wajar saja akan terjadi seperti tadi, ada lumpur, ada terhambat lalu lintas, ada retak dan sebagainya, itu dampak buah dari tidak melakukan amdal itu," sebutnya.

Jika suatu bangunan telah melalui prosedur perizinan, maka tim komisi Amdal akan menyarankan sebelum dibangun bangunan tersebut untuk memastikan kondisi di lapangan.

"Tim komisi Amdal seharusnya menyarankan kemarin sebelum dibangun bangunan yang ada di situ anda potret semuanya, apa retak karena dia atau retak memang dari kemarin, Kalau sekarang kan galau jadinya, begitu juga lumpur, kebisingan, kalau ini tidak dilakukan Amdal, apa yang terjadi, orang akan meraba-raba, mereka-reka dan saling tuding jadinya, itu retak dari kemarin, itu retak karena itu tak ada lagi yang bisa membuktikannya di lapangan," tuturnya lagi.

Jika Amdal dilakukan, sebutnya, sudah diinventarisir semua rumah yang ada sekian radius pada tonasi yang telah ditentukan, baik dampak biologis dampak kimia, dampak sosiologis itu sudah ada batasan masalah-masalahnya. "Kalau tidak dilakukan maka terjadi seperti ini," ujarnya.

Di Kota Pekanbaru ini, sebutnya, kawasan terbagi 2, kawasan lindung dan kawasan budidaya. Kawasan budidaya ini banyak terbagi lagi. "Bangunan di depan SKA itu memang masuk budidaya, tentu diatur, ruang parkir berapa," sebutnya.

Selain itu, Mardianto juga menyinggung kondisi crane di proyek tersebut yang saat ini sangat mengancam keselamatan masyarakat Kota Pekanbaru.

"Crane, kalau jatuh mati orang baru sibuk kita. Di Saudi saja pekerja sudah teruji, jatuh juga. Di Pekanbaru ini apa sudah teruji. Kita tidak menghambat investasi karena Pekanbaru ini perdagangan dan jasa, sumber daya alam tak ada, harus dijaga," pungkasnya.

Penulis : Mimi Purwanti
Editor : Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Besok, Honda Gelar Showroom Event Serentak di 3 Cabang
  • IKPTB Baksos ke Panti Tresna Werdha Khusnul Khotimah
  • Jadi Bandar Narkoba, Warga Tukang Kolip Diringkus di Rumahnya
  • Pemko Pekanbaru Berharap 6 Ranperda Prioritas Segera Dijadikan Perda
  • Serang Klab Malam, Masharipov Dapat Hadiah 3 Wanita dari ISIS
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    MAHASISWA TOLAK KEBIJAKAN PEMERINTAH
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved