www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Dugaan Korupsi Retribusi Kempang, Kejari Geledah dan Segel Kantor Dishub Kepulauan Meranti
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Riau Antisipasi Monkey Pox, Bandara SSK II Aktifkan Alat Thermal Scanner
Rabu, 15/05/2019 - 17:45:14 WIB
Thermal Scanner (pemindai panas) dipasang di SSK II Pekanbaru.
Thermal Scanner (pemindai panas) dipasang di SSK II Pekanbaru.
TERKAIT:
PEKANBARU - Pengelola Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru memasang alat canggih, Thermal Scanner (pemindai panas) tubuh, pekan lalu di area kedatangan bandara. Melalui alat ini akan diketahui bila ada gejala penyebaran virus cacar monyet (Monkey Pox) yang masu ke Pekanbaru.

Kabar penyebaran virus cacar monyet ini telah diketahui banyak kalangan malalui pemberitaan. Dimana ada seorang warga negara Nigeria berusia 35 tahun yang datang ke Singapura April lalu. Ternyata setelah dicek, bulan Mei lalu pria tersebut terbukti positif mengidap cacar monyet.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pekanbaru Sarifuddin Saragih, Rabu (15/5/2019) sore, mengatakan masalah ini sudah ditangani pihak Pemerintah Singapura, untuk mengatasinya lebih baik dicegah penyebarannya.

"Disini (Pekanbaru) untuk mengantisipasinya tetap dilakukan dengan alat Thermal Scanner. Fokusnya pada penumpang asal Singapura karena lebih dekat dengan Indonesia," ungkap Sarifuddin di Pekanbaru.

Menurut Sarifuddin, Thermal Scanner dipasang sejak pekan lalu di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru tujuannya untuk mendeteksi suhu panas berlebih pada tubuh penumpang yang datang, untuk mengantisipasi masuknya virus cacar monyet.

"Alat itu (Thermal Scanner) sudah kita pasang dan langsung aktifkan pada Minggu (12/5/2019) kemarin. Tempatnya di Bandara SSK II, lebih pasnya di terminal kedatangan Internasional. Jadi sejauh ini penyakit itu kan bukan di Singapura aja. Itu karena dekat dengan kita, makanya harus waspada," terang Sarifuddin.

Sementara itu, Sarifuddin menyebut pemeriksaan penumpang Singapura dengan alat tersebut, akan diberlakukan sesuai dengan perkembangan di negara tersebut. Dimana, kata Sarifuddin temuan cacar monyet ini dibawa oleh seorang warga Nigeria usia 38 tahun. Dia terbukti positif mengidap cacar awal bulan Mei lalu.

Menurut Sarifuddin pemerintah Singapura bersama WHO saat ini sudah menangani kasus yang sempat menghebohkan Kota Pekanbaru. Untuk itu pihaknya telah terbantu

"Kita tidak usah risau, WHO juga sudah turun tangan. Kita lihat perkembangannya, kalau Singapura menyatakan sudah aman, melalui Kementrian kita juga. Sebelumnya, belum ada intruksi pihak Kementrian untuk melakukan pemeriksaan. Tapi kita yang waspada," pungkas Sarifuddin.

Penulis : Helmi
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Dugaan Korupsi Retribusi Kempang, Kejari Geledah dan Segel Kantor Dishub Kepulauan Meranti
  • XL Axiata Terus Perluas Jaringan Data di Kalimantan
  • Satreskrim Polres Inhil Berhasil Bekuk Pria Penghina Bupati Wardan
  • KPU Pekanbaru Pernah Beri Sanksi Ketua KPPS Kelurahan Pesisir Soal Kode Etik
  • Minta Maaf, Mahyuddin Minta Pengurus Cabut Nama Wartawan yang Diduga Dicatut FWKLA Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Kampar Internasional Dragonboat Festival
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved