www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Relokasi Pedagang Jalan Teratai Pekanbaru Belum Ada Kejelasan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Berbuat Asusila, 4 WNA Afghanistan Terancam Sanksi Berat
Jumat, 15/03/2019 - 19:54:15 WIB
PEKANBARU - Sedikitnya ada empat orang Warga Negara Asing (WNA) Afghanistan, terancam dipindahkan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru. Kerena mereka terlibat dalam pelanggaran berat. 

Hal ini diungkap oleh Kepala Rudenim Junior M Sigalingging kepada halloriau.com, Jumat (15/3/2019) sore. Ia mengatakan keempat WNA ini akan diberi sanksi berat jika dalam pembinaannya sudah tidak sesuai lagi. 

"Sanksi terberat buat mereka ini adalah dipindahkan dari  Kota Pekanbaru atau ditempatkan khusus di Rudenim Pekanbaru, berbeda dari tempat sebelumnya," ujarnya usai ekspos di Kantor Rudenim sore. 

Junior menjelaskan, sanksi ini diberikan setelah adanya laporan warga atas perbuatan WNA yang tidak mengenakan. Mereka, katanya sudah melakukan perbuatan berhubungan dengan wanita Indonesia dan kabur tanpa adanya pemberitahuan. 

"Tiga di antara mereka (WNA) ini melakukan hubungan asusila dengan wanita di sini. Sementara satunya lagi gak pulang tanpa adanya laporan ke kita," sebutnya. 

Menurut Junior, keempat WNA ini diketahui sudah bisa berbahasa Indonesia dengan pasif. Sehingga kata Junior memudahkan mereka untuk berkomunikasi dengan wanita kenalan di luar dan di media sosial. 

"Keseharian mereka banyak dihabiskan berada di luar, seperti tempat keramaian (Mal) dan tempat fitnes atau pasar lainnya. Mungkin dari sana juga hubungan erat terjalin sampai berhubungan. Atas perbutan itu, mereka telah mengakuinya juga. Melalui chatingan media sosial akan kita selidiki kembali," tandasnya. 

Keempat identitas WNA yang telah melakukan pelanggaran berat ini, di antaranya Esmatullah Ghulami (21), Ahmad Shah Rezaie (22), Qurban Ali Ibrahim (26) dan Mustafa Ahmadi (25). 

Mereka ini sebelumnya ditempatkan di Siak Resort Rumbai, Wisma D'Cops dan Wisma Tasqya. Kini sudah ditempatkan di Rudenim Pekanbaru untuk menjalani proses pembinaan dan pengawasan khusus setelah melakukan pelanggaran. 

Selain itu, pelanggaran berat yang dilakukan mereka ini adalah pergi beberapa hari tanpa kabar keberadaannya dengan pihak Imigrasi. Sisanya melakukan perbuatan hubungan asusila dengan wanita asal Indonesia. 

Penulis : Helmi 
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Relokasi Pedagang Jalan Teratai Pekanbaru Belum Ada Kejelasan
  • XL Axiata Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Jateng dan DI Yogyakarta
  • Diduga Kades Bangun Jaya Diancam Bunuh Mantan Kades Payung Sekaki
  • Besok Suzuki SBT Perkenalkan All New Ertiga 2019 di Mal Ska
  • Setubuhi Pacar di Bawah Umur, Remaja di Dumai Dilaporkan ke Polisi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Jupiter Aerobatic Team
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved